TL;DR
Rumus SUMIFS Excel menjumlahkan angka yang memenuhi beberapa kriteria sekaligus, dengan sintaks =SUMIFS(sum_range; criteria_range1; criteria1; ...). Kolom angka yang dijumlah ditaruh paling depan, kebalikan dari SUMIF. Semua kriteria harus terpenuhi bersamaan, dan kamu bisa pakai sampai 127 pasang kriteria dalam satu rumus.
Rumus SUMIFS Excel menjumlahkan angka yang memenuhi beberapa syarat sekaligus. Total penjualan kategori Minuman, di Surabaya, sepanjang Januari: tiga syarat, satu rumus.
Bedanya sama SUMIF cuma satu huruf. Tapi ada satu jebakan yang bikin 90% pemula salah di percobaan pertama: urutan argumennya kebalik.
Di bawah ada sintaksnya, cara filter rentang tanggal, logika OR, dan alasan kenapa aku pribadi udah nggak pernah pakai SUMIF lagi.
SUMIFS adalah fungsi Excel yang menjumlahkan sel-sel yang memenuhi semua kriteria yang kamu tentukan. Kata kuncinya: semua. Kalau satu syarat aja nggak kena, barisnya nggak ikut dijumlah.
Jumlah kriterianya bisa 1 sampai 127. Jadi SUMIF sebenernya cuma kasus khusus dari SUMIFS dengan satu kriteria.
=SUMIFS(sum_range; criteria_range1; criteria1; [criteria_range2; criteria2]; ...)
Bandingkan sama SUMIF:
| Fungsi | Argumen ke-1 | Argumen ke-2 | Argumen ke-3 |
|---|---|---|---|
| SUMIF | range yang dicek | criteria | sum_range |
| SUMIFS | sum_range | criteria_range1 | criteria1 |
Kolom angka yang dijumlah pindah dari belakang ke depan. Ada alasannya: daftar kriteria di SUMIFS panjangnya bebas, jadi Excel nggak akan tahu di mana daftar itu berhenti kalau sum_range ditaruh di ujung.
Jalan pintas yang aku pakai: pakai SUMIFS aja terus, bahkan waktu kriterianya cuma satu. Dia tetap jalan, dan otak kamu cuma perlu hafal satu urutan argumen seumur hidup.
Semua contoh pakai tabel yang sama: toko_berkah, 200 baris transaksi Januari 2026.
| Kolom | Isi | Contoh |
|---|---|---|
| A | tanggal | 05/01/2026 |
| B | kota | Surabaya |
| C | kategori | Minuman |
| D | produk | Kopi Sachet Gula Aren |
| E | kasir | Rina |
| F | total | 145000 |
=SUMIFS(F2:F201; C2:C201; "Minuman"; B2:B201; "Surabaya")
Baca gini: jumlahin kolom F, buat baris yang kolom C-nya "Minuman" DAN kolom B-nya "Surabaya". Hasilnya Rp 3.120.000 dari 22 transaksi, sekitar 35% dari total omzet Minuman.
=SUMIFS(F2:F201;
C2:C201; "Minuman";
B2:B201; "Surabaya";
A2:A201; ">="&DATE(2026;1;15))
Sekarang cuma transaksi mulai 15 Januari yang kehitung. Operator digabung sama DATE pakai ampersand. Jangan ketik tanggal sebagai teks, hasilnya suka meleset tergantung setelan regional.
=SUMIFS(F2:F201;
A2:A201; ">="&DATE(2026;1;1);
A2:A201; "<="&DATE(2026;1;31))
Kolom A dipakai dua kali. Itu boleh, dan justru inilah cara standar bikin filter periode. Satu kriteria buat batas bawah, satu buat batas atas.
=SUMIFS($F$2:$F$201; $C$2:$C$201; $H2; $B$2:$B$201; I$1)
Ini pola buat bikin tabel silang: kategori di kolom H (turun ke bawah), kota di baris 1 (ke samping). Perhatiin posisi tanda dolarnya. $H2 ngunci kolom, I$1 ngunci baris. Tarik ke kanan dan ke bawah, seluruh matriks keisi otomatis.
=SUMIFS(F2:F201; D2:D201; "*Kopi*"; B2:B201; "Bandung")
Bintang mewakili karakter apa pun. Jadi semua produk yang namanya mengandung "Kopi" (di posisi mana pun) ikut kejaring, asal transaksinya di Bandung.
=SUMIFS(F2:F201; C2:C201; "<>Snack"; F2:F201; ">50000")
Total semua kategori selain Snack, dan cuma transaksi di atas 50 ribu. Perhatiin kolom F muncul dua kali: sekali sebagai kolom yang dijumlah, sekali sebagai kolom yang disaring. Itu sah.
SUMIFS selalu AND. Semua syarat harus kena bareng-bareng. Buat OR, ada dua jalan.
Jalan pertama, jumlahin dua SUMIFS:
=SUMIFS(F2:F201; C2:C201; "Minuman") + SUMIFS(F2:F201; C2:C201; "Snack")
Jalan kedua, kasih array kriteria lalu bungkus SUM:
=SUM(SUMIFS(F2:F201; C2:C201; {"Minuman";"Snack"}))
Cara kedua lebih pendek, tapi cuma jalan kalau kriteria OR-nya ada di kolom yang sama. Kalau kamu butuh "Minuman di Surabaya ATAU Snack di Bandung", balik ke cara pertama.
Nulis =SUMIFS(C2:C201; "Minuman"; F2:F201). Ini pola SUMIF, ditempel ke SUMIFS. Hasilnya error atau, lebih parah, angka yang salah tanpa peringatan. Ingat: sum_range duluan.
sum_range F2:F201 tapi criteria_range C2:C150? Excel lempar #VALUE!. Semua range wajib punya jumlah baris yang sama persis.
Rumus baris pertama bener, baris bawahnya makin ngawur. Itu tandanya range-nya ikut geser. Tekan F4 buat nambahin $ otomatis di range, dan biarkan sel kriterianya bebas.
Hasilnya nol padahal data jelas ada. Klik selnya. Kalau rata kiri, itu teks. Blok kolomnya, Data > Text to Columns > Finish.
Kalau kriterianya udah lebih dari 4 dan rumusnya nyampe 300 karakter, kamu lagi bikin pivot table pakai tangan. Waktu ada yang tanya "kenapa angkanya beda 40 ribu?" enam bulan lagi, rumus segitu panjang hampir mustahil dicek.
Pivot table atau Power Query lebih cocok buat kasus itu. SUMIFS tetap menang buat satu hal: hasilnya bisa nempel di sel tetap, misalnya kartu KPI di dashboard.
Argumen lengkapnya ada di halaman fungsi SUMIFS, dan buat versi satu kriteria cek SUMIF. Istilah criteria dijelasin di glosarium kriteria.
Dokumentasi resminya ada di halaman fungsi SUMIFS Microsoft.
Karena SUMIFS harus bisa nampung jumlah kriteria yang nggak tentu. Kolom angka yang dijumlah ditaruh paling depan supaya sisanya bisa diisi pasangan range dan criteria sebanyak apa pun. Kalau ditaruh di belakang seperti SUMIF, Excel nggak akan tahu di mana daftar kriterianya berhenti.
Pakai dua kriteria pada kolom tanggal yang sama: satu buat batas bawah, satu buat batas atas. Gabungkan operator dengan fungsi DATE pakai ampersand, misalnya ">="&DATE(2026;1;1). Jangan ketik tanggalnya sebagai teks, karena hasilnya bisa meleset tergantung setelan regional komputer.
SUMIFS selalu pakai logika AND, semua kriteria harus terpenuhi bersamaan. Buat OR, jumlahkan beberapa SUMIFS, atau kasih array kriteria lalu bungkus SUM: =SUM(SUMIFS(F2:F201; C2:C201; {"Minuman";"Snack"})). Cara kedua cuma jalan kalau kriteria OR-nya di kolom yang sama.
Hampir selalu gara-gara ukuran range beda. Kalau sum_range kamu F2:F201 tapi criteria_range-nya C2:C150, Excel bingung dan lempar error. Pastikan tiap range punya jumlah baris yang sama persis. Penyebab kedua: kamu nunjuk range di workbook lain yang lagi ketutup.
Excel modern mengizinkan sampai 127 pasang criteria_range dan criteria. Praktisnya, kalau kamu udah nulis lebih dari 4 kriteria, biasanya lebih enak pindah ke pivot table atau Power Query. Rumus dengan 8 kriteria hampir mustahil di-debug enam bulan kemudian.
SUMIFS naruh kolom angka yang dijumlah paling depan. Sisanya pasangan range dan kriteria, sebanyak yang kamu butuh.
Semua kriteria harus kena bareng. Buat OR, jumlahin beberapa SUMIFS.
Buka file penjualan kamu sekarang, terus ganti satu angka yang biasanya kamu hitung pakai filter manual. Kalau ternyata syaratnya cuma satu pun, SUMIFS tetap jalan.
Lanjut ke rumus COUNTIFS kalau kamu butuh ngitung jumlah barisnya, bukan totalnya.
Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis
Latihan interaktif, langsung di browser.
Cara pakai rumus FV dan PV Excel buat hitung nilai uang di masa depan dan sekarang. Lengkap dengan contoh tabungan dan target modal UMKM.
Investasi kelihatan untung di atas kertas, tapi nilai uang berubah tiap tahun. NPV dan IRR Excel bantu kamu nilai apakah proyek beneran layak, bukan cuma kelihatan untung.
Sebelum ambil pinjaman, kamu bisa hitung sendiri cicilan bulanannya pakai satu rumus. Ini cara PMT Excel bekerja, lengkap dengan contoh modal usaha dan jebakan bunga tahunan.