TL;DR
Rumus PMT Excel ngitung cicilan tetap per periode dari sebuah pinjaman, berdasarkan bunga, jumlah periode, dan pokok pinjaman. Sintaksnya =PMT(rate; nper; pv), dengan rate berupa bunga per periode, bukan per tahun. Buat cicilan bulanan, bagi bunga tahunan dengan 12 dan tulis tenor dalam bulan. Hasil PMT keluar negatif karena dianggap uang keluar, jadi sering dibungkus tanda minus biar tampil positif.
Rumus PMT Excel ngitung cicilan tetap per periode dari sebuah pinjaman, berdasarkan bunga, jumlah periode, dan pokok pinjaman. Satu rumus buat tau cicilan bulanan sebelum kamu tanda tangan kontrak kredit.
Sebelum ambil KPR, kredit motor, atau pinjaman modal usaha, kamu nggak perlu percaya begitu aja angka yang disodorin sales. Kamu bisa hitung sendiri, dan cek apakah cicilannya masuk akal.
PMT juga jadi dasar buat bikin tabel amortisasi, yang nunjukin berapa dari cicilanmu yang beneran ngurangin utang dan berapa yang cuma bayar bunga.
PMT adalah fungsi finansial Excel yang ngasih besar cicilan tetap per periode buat melunasi pinjaman dalam jangka waktu tertentu. Perhitungannya berdasarkan tiga hal utama: bunga per periode, jumlah periode, dan pokok pinjaman. Hasilnya angka yang sama tiap bulan sampai lunas.
Fungsi ini pakai model bunga anuitas, yaitu cicilan flat sepanjang tenor. Ini model yang dipakai mayoritas KPR dan kredit kendaraan di Indonesia.
=PMT(rate; nper; pv; [fv]; [type])
Argumen yang wajib cuma tiga pertama. Dua terakhir sering dikosongin.
Catatan pemisah: kalau regional setting laptop kamu Indonesia, pemisahnya titik koma (;). Kalau English (US), pakai koma (,).
Ini kasus paling umum. Anggap kamu ambil pinjaman modal usaha Rp50.000.000, bunga 12% per tahun, tenor 24 bulan.
=PMT(B2/12; B3; B1)
Angkanya negatif karena PMT nganggap cicilan itu uang keluar. Buat nampilin positif, tambahin minus di depan:
=-PMT(B2/12; B3; B1)
Aturan yang gampang lupa: rate dan nper harus satu satuan. Bunga bulanan dengan tenor bulanan, atau bunga tahunan dengan tenor tahunan. Jangan campur.
Dari contoh ini, total yang kamu bayar selama 24 bulan sekitar Rp56.494.920. Artinya bunga total yang kamu tanggung sekitar Rp6.494.920, dari pokok Rp50.000.000. Angka kayak gini yang bikin keputusan pinjaman lebih jelas.
Cicilan bulananmu tetap, tapi komposisinya berubah. Di awal, sebagian besar buat bunga. Makin lama, makin banyak buat pokok. Dua fungsi saudaranya PMT yang ngurusin ini: IPMT buat bagian bunga, dan PPMT buat bagian pokok.
Bunga bulan ke-1: =IPMT(B2/12; 1; B3; B1)
Pokok bulan ke-1: =PPMT(B2/12; 1; B3; B1)
Argumen keduanya (angka 1) itu periode yang mau dicek. Ganti jadi 12 buat lihat bulan ke-12. IPMT plus PPMT di periode yang sama selalu sama dengan PMT.
| Bulan | Cicilan | Bunga | Pokok |
|---|---|---|---|
| 1 | Rp2.353.955 | Rp500.000 | Rp1.853.955 |
| 12 | Rp2.353.955 | Rp281.000 | Rp2.072.955 |
| 24 | Rp2.353.955 | Rp23.300 | Rp2.330.655 |
Perhatiin di bulan pertama, Rp500.000 dari cicilan cuma bayar bunga. Di bulan terakhir, hampir semuanya masuk pokok.
Toko Berkah, UMKM kelontong di dataset latihan ngulikdata, mau nambah stok jelang Lebaran dan butuh modal Rp30.000.000. Ada dua tawaran pinjaman.
Tawaran A: bunga 15% per tahun, tenor 12 bulan. Tawaran B: bunga 18% per tahun, tenor 18 bulan. Sales bilang B lebih ringan karena cicilan bulanannya lebih kecil.
Cicilan A: =-PMT(15%/12; 12; 30000000) → Rp2.706.700
Cicilan B: =-PMT(18%/12; 18; 30000000) → Rp1.923.900
Bener, cicilan B lebih kecil per bulan. Tapi total bayarnya beda jauh. A total Rp32.480.400 (bunga Rp2.480.400). B total Rp34.630.200 (bunga Rp4.630.200).
Cicilan B yang kelihatan ringan ternyata bikin pemilik toko bayar bunga hampir dua kali lipat, selisih Rp2.149.800. Angka ini nggak kelihatan kalau cuma banding cicilan bulanan. PMT yang bikin bedanya jelas dalam 5 menit.
Ini kesalahan nomor satu. Nulis =PMT(12%; 24; 50000000) pakai bunga tahunan langsung, padahal nper-nya bulanan. Hasilnya cicilan yang jauh lebih besar dari seharusnya. Rate harus =12%/12.
Hasil negatif itu normal, bukan rumus rusak. PMT nganggap cicilan uang keluar. Bungkus minus atau ABS kalau butuh tampil positif.
Kalau bunganya udah dibagi 12 (jadi bulanan), nper juga harus bulan. Pinjaman 3 tahun ditulis 36, bukan 3.
PMT ngitung bunga efektif (anuitas), di mana bunga dihitung dari sisa pokok. Sebagian kredit di lapangan pakai bunga flat, yang beda cara hitungnya. Pastiin dulu jenis bunga yang ditawarin sebelum bandingin sama hasil PMT.
Buat detail argumen resmi, cek dokumentasi fungsi PMT di Microsoft Support.
PMT ngikutin konvensi arus kas Excel: uang yang kamu keluarin ditulis negatif, uang yang masuk positif. Karena cicilan itu uang keluar dari kantong kamu, hasilnya negatif. Ini bukan error. Kalau mau tampil positif buat laporan, tulis tanda minus di depan rumus, misalnya =-PMT(rate; nper; pv), atau bungkus pakai ABS.
Rate di PMT adalah bunga per periode, bukan per tahun. Buat cicilan bulanan, bagi bunga tahunan dengan 12. Kalau bunganya 12% per tahun, tulis 12%/12 atau 0,01 di argumen rate. Nper-nya juga harus dalam bulan, jadi pinjaman 2 tahun ditulis 24. Nyampur rate tahunan dengan nper bulanan adalah kesalahan paling sering di PMT.
PMT ngasih total cicilan per bulan, yang jumlahnya tetap. IPMT ngasih bagian bunga dari cicilan itu untuk periode tertentu. PPMT ngasih bagian pokoknya. IPMT plus PPMT selalu sama dengan PMT di periode yang sama. Ketiganya kepakai bareng buat bikin tabel amortisasi yang nunjukin berapa yang kebayar buat bunga dan berapa buat pokok tiap bulan.
Bisa. PMT punya argumen fv (future value) yang default-nya 0 buat pinjaman. Buat target tabungan, isi fv dengan jumlah yang mau dicapai dan pv dengan 0. Hasilnya jumlah setoran rutin yang perlu kamu sisihkan tiap periode biar sampai target. Prinsipnya sama, cuma arah uangnya kebalik.
Ada, dan sintaksnya sama persis dengan Excel: PMT(rate; nper; pv). Kamu bisa pindahin rumus PMT antara Excel dan Google Sheets tanpa ubah apa pun. Perbedaannya cuma di pemisah argumen yang ngikutin regional setting. Fungsi finansial lain kayak IPMT, PPMT, dan FV juga tersedia di kedua aplikasi.
Coba sekarang: ambil satu tawaran kredit yang lagi kamu timbang, masukin ke PMT, dan hitung total bayarnya. Lima menit, dan kamu punya angka buat nawar.
Mau lanjut ngulik rumus finansial lain? Baca rumus persentase Excel buat ngitung margin dan bunga, atau cara hitung PPN di Excel buat kebutuhan UMKM sehari-hari.
Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis
Latihan interaktif, langsung di browser.
SUMIFS ribet kalau kriterianya banyak dan sering ganti. Rumus database Excel kayak DSUM baca kriteria dari sel terpisah, jadi kamu tinggal ubah tabel kecil tanpa nyentuh rumus.
DATEDIF ngasih umur bulat, tapi kadang kamu butuh angka desimal kayak 27,6 tahun buat hitung masa kerja atau bunga. YEARFRAC ngasih pecahan tahun dengan presisi.
Cara pakai rumus EDATE Excel buat menambah atau mengurangi bulan dari sebuah tanggal. Cocok buat jatuh tempo, tanggal kedaluwarsa, dan jadwal cicilan UMKM.