TL;DR
Rumus EDATE Excel menghasilkan tanggal yang jatuh sejumlah bulan sebelum atau sesudah tanggal awal. Sintaksnya =EDATE(start_date, months), dengan angka positif buat maju dan negatif buat mundur. EDATE otomatis mengurus perbedaan jumlah hari tiap bulan, jadi aman buat jadwal jatuh tempo dan cicilan.
Rumus EDATE Excel menghasilkan tanggal yang jatuh sejumlah bulan sebelum atau sesudah tanggal awal. Kamu kasih tanggal mulai dan jumlah bulan, lalu Excel ngitung tanggal barunya dengan benar, termasuk urusan jumlah hari tiap bulan yang beda-beda.
Kelihatan sepele, tapi nambah bulan itu tricky. Bulan Februari cuma 28 hari, ada yang 30, ada yang 31. Nambah manual gampang meleset.
Di sini kita bahas EDATE dari dasar sampai kasus nyata kayak jatuh tempo dan cicilan. Contohnya jadwal tagihan toko.
EDATE adalah fungsi tanggal yang menggeser sebuah tanggal maju atau mundur sebanyak bulan yang kamu mau. Hasilnya tanggal di hari yang sama pada bulan tujuan. Kalau tanggal aslinya tanggal 15, hasilnya juga tanggal 15 di bulan berikutnya. Excel yang ngurus perbedaan jumlah hari tiap bulan.
Bedanya sama nambah angka biasa: A1+30 nambah 30 hari, yang belum tentu pas satu bulan. EDATE(A1, 1) nambah tepat satu bulan kalender, apa pun jumlah harinya.
Sintaksnya: =EDATE(start_date, months). start_date tanggal awalnya, months jumlah bulan yang mau ditambah. Isi angka positif buat maju ke depan, angka negatif buat mundur.
' Faktur tanggal 15 Agustus 2026, jatuh tempo 1 bulan
=EDATE("2026-08-15", 1)
' Hasil: 15 September 2026
' Mundur 3 bulan dari tanggal di A2
=EDATE(A2, -3)
Kalau hasilnya muncul sebagai angka kayak 46280, itu normal. Excel nyimpen tanggal sebagai angka serial. Tinggal ubah format selnya ke Date biar kebaca.
Buat menghitung dalam tahun, kali aja jumlah tahunnya dengan 12. Misalnya 2 tahun jadi EDATE(A2, 24).
Ini bagian pinter dari EDATE. Kalau tanggal awal jatuh di akhir bulan yang gak ada di bulan tujuan, Excel otomatis mundur ke hari terakhir bulan itu. Jadi 31 Januari plus 1 bulan gak jadi 31 Februari yang gak ada, tapi jadi 28 Februari.
=EDATE("2026-01-31", 1)
' Hasil: 28 Februari 2026 (bukan tanggal yang gak valid)
| Tanggal awal | Rumus | Hasil |
|---|---|---|
| 15 Agu 2026 | =EDATE(tgl, 1) | 15 Sep 2026 |
| 31 Jan 2026 | =EDATE(tgl, 1) | 28 Feb 2026 |
| 15 Agu 2026 | =EDATE(tgl, -2) | 15 Jun 2026 |
| 15 Agu 2026 | =EDATE(tgl, 12) | 15 Agu 2027 |
Perilaku ini yang bikin EDATE aman buat jadwal keuangan. Kamu gak bakal dapat tanggal yang mustahil.
toko_berkah ambil pinjaman modal yang dicicil 12 kali. Cicilan pertama jatuh 5 September 2026, lalu tiap bulan di tanggal yang sama. Mereka mau bikin tabel jadwal otomatis.
' Cicilan pertama di A2, sisanya tinggal tarik ke bawah
' A3 = =EDATE($A$2, ROW()-2)
=EDATE($A$2, ROW()-2)
Dengan ROW()-2, tiap baris nambah satu bulan otomatis. Baris pertama nambah 0, baris kedua nambah 1, dan seterusnya sampai cicilan ke-12 jatuh di 5 Agustus 2027.
Dari dataset ngulikdata, dulu tim toko_berkah bikin jadwal cicilan manual dan salah di 3 dari 12 tanggal, semua gara-gara bulan yang jumlah harinya beda. Setelah pakai EDATE, semua 12 tanggal langsung benar tanpa perlu dicek satu-satu. Nol kesalahan dari yang tadinya 25%.
Kalau kamu butuh tanggal akhir bulan tujuan (bukan tanggal yang sama), pakai fungsi saudaranya yaitu EOMONTH. Itu selalu ngasih hari terakhir bulan hasil.
EDATE ngasih tanggal di hari yang sama pada bulan tujuan, misalnya tanggal 15 tetap jadi tanggal 15. EOMONTH selalu ngasih hari terakhir bulan tujuan, apa pun tanggal awalnya. Pakai EDATE buat jatuh tempo yang tanggalnya tetap tiap bulan. Pakai EOMONTH buat laporan atau tagihan yang jatuh di akhir bulan.
Karena Excel nyimpen tanggal sebagai angka serial, dan format sel hasilnya masih General atau Number. Angka kayak 46280 itu sebenernya tanggal. Blok selnya, buka Format Cells, lalu pilih kategori Date. Hasilnya langsung berubah jadi tanggal yang kebaca. Rumus EDATE-nya sendiri udah benar, cuma tampilannya yang perlu diatur.
Kasih angka negatif di argumen months. Misalnya =EDATE("2026-08-15", -3) ngasih tanggal 3 bulan sebelumnya, yaitu 15 Mei 2026. Berguna buat cari tanggal mulai kalau kamu tau tanggal jatuh temponya, atau buat analisis periode sebelumnya. Excel tetap ngurus perbedaan jumlah hari tiap bulan dengan benar.
Kalau bulan tujuan gak punya tanggal 31, Excel otomatis mundur ke hari terakhir bulan itu. Misalnya 31 Januari plus 1 bulan jadi 28 Februari, bukan tanggal yang mustahil. Ini bikin EDATE aman buat jadwal keuangan. Tapi ingat, bulan berikutnya bakal balik ke pola tanggal awal, jadi urutan tanggalnya bisa sedikit bergeser di bulan pendek.
Bisa. Karena EDATE pakai satuan bulan, tinggal kali jumlah tahunnya dengan 12. Misalnya buat maju 2 tahun tulis =EDATE(A2, 24), dan buat mundur 5 tahun tulis =EDATE(A2, -60). Cara ini cocok buat hitung tanggal kedaluwarsa produk, masa berlaku kontrak, atau ulang tahun langganan yang periodenya tahunan.
Rekap: EDATE nambah atau ngurangin bulan dari sebuah tanggal, dan otomatis ngurus akhir bulan yang tricky. Pakai angka positif buat maju, negatif buat mundur, dan kali 12 buat hitungan tahun.
Coba bikin tabel jatuh tempo atau jadwal cicilan kamu sendiri pakai rumus ini. Sekali set, sisanya jalan otomatis.
Mau ngulik rumus tanggal lain? Baca cara hitung hari kerja pakai WORKDAY dan cara hitung selisih tanggal pakai DATEDIF. Detail fungsinya ada di halaman fungsi EDATE dan halaman fungsi EOMONTH. Dokumentasi resmi ada di dukungan Microsoft untuk fungsi EDATE.
Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis
Latihan interaktif, langsung di browser.
SUMIFS ribet kalau kriterianya banyak dan sering ganti. Rumus database Excel kayak DSUM baca kriteria dari sel terpisah, jadi kamu tinggal ubah tabel kecil tanpa nyentuh rumus.
DATEDIF ngasih umur bulat, tapi kadang kamu butuh angka desimal kayak 27,6 tahun buat hitung masa kerja atau bunga. YEARFRAC ngasih pecahan tahun dengan presisi.
Cara pakai rumus WORKDAY Excel buat hitung tanggal jatuh tempo tanpa hitung akhir pekan dan hari libur. Lengkap dengan contoh deadline dan pengiriman UMKM.