Rumus NPV dan IRR Excel untuk Analisa Investasi
Blog/Tutorial Excel & Sheets/Rumus NPV dan IRR Excel untuk Analisa Investasi

Rumus NPV dan IRR Excel untuk Analisa Investasi

BimaBima
·25 Agustus 2026·8 menit baca

Penulis

Bima

Bima

Founder & Data Professional

Bagikan

TL;DR

Rumus NPV Excel ngitung nilai sekarang dari arus kas masa depan setelah dipotong tingkat diskonto, sedangkan IRR ngasih tingkat pengembalian di mana NPV sama dengan nol. Aturan keputusannya, investasi layak kalau NPV positif atau IRR lebih tinggi dari bunga yang kamu syaratkan. Jebakan paling sering di NPV adalah investasi awal (tahun nol) yang harus ditambahkan di luar fungsi, bukan dimasukkan ke dalamnya.

Rumus NPV Excel ngitung nilai sekarang dari arus kas masa depan setelah dipotong tingkat diskonto, sedangkan IRR ngasih tingkat pengembalian di mana NPV sama dengan nol. Dua rumus buat nilai apakah sebuah investasi beneran layak.

Masalahnya begini. Uang Rp10 juta hari ini nggak sama nilainya dengan Rp10 juta tiga tahun lagi. Uang sekarang bisa diputar atau ditaruh di deposito, jadi punya nilai lebih.

Investasi yang kelihatan untung sering nggak untung lagi setelah faktor waktu ini dihitung. NPV dan IRR yang ngasih jawaban jujurnya.

Apa itu NPV dan IRR?

NPV (Net Present Value) adalah selisih antara nilai sekarang dari semua arus kas masuk dengan investasi awal. Kalau hasilnya positif, proyek nambah nilai. IRR (Internal Rate of Return) adalah tingkat diskonto yang bikin NPV pas nol, alias tingkat pengembalian tahunan investasi itu.

Bedanya di satuan hasil. NPV keluar dalam rupiah. IRR keluar dalam persen. Keduanya jawab pertanyaan yang sama dari sudut berbeda: proyek ini worth it atau nggak?

Gimana sintaks rumus NPV Excel?

=NPV(rate; value1; [value2]; ...)
  • rate: tingkat diskonto per periode, misalnya biaya modal atau bunga alternatif.
  • value1, value2, ...: arus kas tiap periode, biasanya berupa satu rentang sel.

Ada satu jebakan besar. NPV Excel nganggap arus kas pertama terjadi di akhir periode pertama, bukan sekarang. Investasi awal (tahun nol) harus ditambah di luar fungsi:

=NPV(rate; arus_tahun_1_sampai_n) + investasi_awal

Investasi awal ditulis negatif karena uang keluar. Kalau kamu masukin investasi awal ke dalam NPV, dia ikut didiskon satu tahun dan hasilnya meleset.

Gimana sintaks rumus IRR Excel?

=IRR(values; [guess])
  • values: rentang arus kas, harus termasuk investasi awal yang negatif.
  • guess (opsional): tebakan awal, default 10%. Jarang perlu diisi.

Beda dengan NPV, IRR minta seluruh arus kas dalam satu rentang, termasuk tahun nol yang negatif. IRR nyari sendiri tingkat pengembaliannya lewat coba-coba.

Gimana cara pakai NPV dan IRR buat nilai proyek?

Anggap kamu susun arus kas di kolom B, dari tahun 0 sampai tahun 5.

SelTahunArus kas
B10-100.000.000
B2130.000.000
B3235.000.000
B4340.000.000
B5440.000.000
B6530.000.000

Dengan tingkat diskonto 10%, rumusnya:

NPV:  =NPV(10%; B2:B6) + B1
IRR:  =IRR(B1:B6)

Perhatiin bedanya. NPV cuma ngambil B2:B6 (arus tahun 1 sampai 5), lalu B1 ditambah terpisah. IRR ngambil B1:B6 semuanya.

Contoh kasus: ekspansi cabang Toko Berkah

Toko Berkah, UMKM kelontong di dataset latihan ngulikdata, mau buka cabang baru. Investasi awalnya Rp100.000.000 buat sewa, renovasi, dan stok. Proyeksi arus kas bersih 5 tahun persis kayak tabel di atas.

Dengan diskonto 10% (patokan dari bunga alternatif kalau uangnya ditaruh di instrumen lain), hasilnya:

NPV = Rp32.200.000
IRR = 21,6%

NPV positif Rp32,2 juta artinya, setelah faktor waktu dihitung, cabang ini nambah nilai sebesar itu dibanding cuma nyimpen uangnya. IRR 21,6% jauh di atas syarat 10%, jadi dari dua sudut pandang, proyek ini layak.

Yang menarik, kalau tingkat diskonto dinaikin jadi 21,6%, NPV-nya pas nol. Itu definisi IRR. Angka ini juga jadi bantalan: selama biaya modal Toko Berkah di bawah 21,6%, ekspansi tetap masuk akal. Analisa 5 menit ini yang bikin keputusan Rp100 juta nggak ditebak-tebak.

Kapan pakai XNPV dan XIRR?

NPV dan IRR biasa nganggap arus kas datang di interval seragam, misalnya persis tiap 12 bulan. Kenyataannya sering nggak gitu. Proyek cair di bulan acak, atau ada pembayaran di tengah tahun.

Buat kasus tanggal nggak beraturan, pakai XNPV dan XIRR yang minta kolom tanggal:

=XNPV(rate; arus_kas; tanggal)
=XIRR(arus_kas; tanggal)

Dua fungsi ini ngitung diskonto berdasarkan jarak hari sebenarnya, bukan asumsi periode rata. Buat analisa investasi yang serius, XNPV dan XIRR biasanya lebih akurat.

Kesalahan umum saat pakai NPV dan IRR

1. Masukin tahun nol ke dalam NPV

Ini kesalahan paling sering. Nulis =NPV(10%; B1:B6) yang termasuk investasi awal bikin modalnya ikut didiskon setahun. Hasilnya lebih rendah dari seharusnya. Investasi awal ditambah di luar: =NPV(10%; B2:B6) + B1.

2. Lupa tanda negatif di investasi awal

Investasi awal harus negatif karena uang keluar. Kalau ditulis positif, IRR error dan NPV jadi ngaco.

3. Salah tingkat diskonto

Tingkat diskonto bukan angka asal. Biasanya biaya modal, bunga pinjaman, atau imbal hasil alternatif. Kesalahan milih rate bikin keputusan meleset. Kalau butuh nyegerin soal persen, baca rumus persentase Excel.

4. Pakai IRR buat arus kas yang gonta-ganti tanda

Kalau arus kas berganti tanda beberapa kali (negatif, positif, negatif lagi), IRR bisa punya lebih dari satu jawaban dan bikin bingung. Buat kasus ini, andalkan NPV. Detail lengkap ada di dokumentasi fungsi NPV di Microsoft Support.

FAQ

Apa beda NPV dan IRR di Excel?

NPV ngasih hasil berupa nilai uang, yaitu selisih antara arus kas masuk yang udah didiskon dengan investasi awal. IRR ngasih hasil berupa persentase, yaitu tingkat pengembalian tahunan investasi itu. NPV butuh kamu nentuin dulu tingkat diskonto, sedangkan IRR ngitung sendiri tingkatnya. Keduanya sering dipakai bareng: NPV buat lihat nilai rupiah, IRR buat bandingin dengan bunga alternatif.

Kenapa NPV Excel butuh penambahan tahun nol di luar fungsi?

Fungsi NPV di Excel nganggap arus kas pertama terjadi di akhir periode pertama, bukan hari ini. Investasi awal biasanya terjadi di tahun nol, jadi kalau dimasukin ke dalam NPV, dia ikut didiskon satu tahun dan hasilnya salah. Cara benarnya, masukin arus kas tahun 1 dan seterusnya ke NPV, lalu tambahin investasi awal yang negatif di luar fungsi.

Kapan investasi dianggap layak berdasarkan NPV dan IRR?

Investasi layak kalau NPV positif, artinya arus kas masuk yang didiskon lebih besar dari modal keluar. Dari sisi IRR, layak kalau IRR lebih tinggi dari tingkat pengembalian minimum yang kamu syaratkan, misalnya bunga deposito atau biaya modal. Kalau NPV nol, proyek cuma balik modal. Kalau NPV negatif, uangnya lebih baik ditaruh di tempat lain.

Apa itu XNPV dan XIRR, dan kapan dipakai?

XNPV dan XIRR adalah versi yang menerima tanggal spesifik, bukan periode seragam. Fungsi NPV dan IRR biasa nganggap arus kas datang di interval yang sama persis, misalnya tiap tahun. Kalau arus kas kamu tanggalnya nggak beraturan, misalnya proyek yang cair di bulan acak, pakai XNPV dan XIRR biar hasilnya akurat. Keduanya minta kolom tanggal sebagai argumen tambahan.

Kenapa IRR bisa mengembalikan error atau hasil ganda?

IRR nyari tingkat pengembalian lewat coba-coba, jadi butuh minimal satu arus kas negatif dan satu positif. Kalau semua positif atau semua negatif, IRR ngasih error karena nggak ada titik yang bikin NPV nol. Kalau arus kas berganti tanda beberapa kali, misalnya negatif, positif, negatif lagi, IRR bisa punya lebih dari satu jawaban. Buat kasus rumit ini, NPV lebih bisa diandalkan.

Penutup

  • NPV ngasih nilai rupiah, IRR ngasih persen. Layak kalau NPV positif atau IRR di atas syarat pengembalianmu.
  • Jebakan utama NPV: investasi tahun nol ditambah di luar fungsi, bukan dimasukin ke dalamnya.
  • Buat arus kas dengan tanggal nggak beraturan, naik ke XNPV dan XIRR.

Coba sekarang: susun proyeksi arus kas satu rencana yang lagi kamu timbang, hitung NPV dan IRR-nya. Kalau NPV negatif, kamu baru saja hemat modal dari keputusan yang salah.

Mau lanjut ke rumus finansial lain? Baca rumus PMT Excel buat ngitung cicilan pinjaman yang sering jadi bagian dari arus kas investasi.

Coba Langsung

Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis

Latihan interaktif, langsung di browser.

Buka NgulikSQL →
Bagikan:
Bima
Ditulis oleh

Bima

Founder & Data Professional

Founder Ngulik Data. Passionate about making data analysis accessible for everyone.

Artikel terkait

Cara Menghitung Nilai Unik di Excel (2026)
Tutorial Excel & Sheets
7 Oktober 2026•9 menit baca

Cara Menghitung Nilai Unik di Excel (2026)

Empat cara menghitung nilai unik di Excel, dari UNIQUE di Excel 365 sampai trik SUMPRODUCT COUNTIF buat versi lama. Plus hitung unik berkondisi.

BimaBima
Cara Membandingkan Dua Kolom di Excel (2026)
Tutorial Excel & Sheets
5 Oktober 2026•9 menit baca

Cara Membandingkan Dua Kolom di Excel (2026)

Lima cara membandingkan dua kolom di Excel yang paling sering kepakai buat rekap: dari rumus =A2=B2 sampai COUNTIF dan Conditional Formatting.

BimaBima
Cara Hapus Baris Kosong di Excel dengan Cepat
Tutorial Excel & Sheets
2 Oktober 2026•8 menit baca

Cara Hapus Baris Kosong di Excel dengan Cepat

Ratusan baris kosong bikin data berantakan. Ini 4 cara hapus baris kosong di Excel, dari Go To Special yang kilat sampai Power Query yang paling aman.

BimaBima
Kembali ke Blog
Ngulik Data logoNgulik Data

Platform edukasi data lengkap untuk professionals Indonesia. Belajar SQL, Data Analysis, dan lebih banyak lagi dengan praktek langsung dan feedback real-time.

© 2026 Ngulik Data. Semua hak dilindungi.

TAUTAN
BantuanHargaDatasetBlogAfiliasi
LEGAL
Syarat & KetentuanKebijakan Privasi
Ngulik Data
DatasetLeaderboardBlogStore