TL;DR
Rumus MAX Excel ngambil angka terbesar dari sebuah range, MIN ngambil yang terkecil. Sintaksnya =MAX(D2:D11) dan =MIN(D2:D11), dan dua-duanya cuma ngelihat sel yang isinya angka. Teks serta sel kosong diabaikan. Buat nilai ekstrem yang pakai syarat, pakai MAXIFS dan MINIFS; buat tau baris pemilik nilainya, gabungin sama INDEX MATCH.
Rumus MAX di Excel ngambil angka terbesar dari sekumpulan sel. MIN ngambil yang terkecil.
=MAX(D2:D11)
=MIN(D2:D11)
Dua rumus paling gampang di Excel. Yang bikin orang stuck bukan rumusnya, tapi pertanyaan berikutnya: "oke, penjualan tertinggi 120.000. Itu transaksi siapa?"
MAX nggak jawab itu. Dia cuma ngasih angka.
MAX adalah fungsi Excel yang ngembaliin nilai terbesar dari sebuah range angka. MIN ngembaliin yang terkecil. Sintaksnya =MAX(angka1; angka2; ...) dan =MIN(angka1; angka2; ...). Dua-duanya cuma ngelihat sel bertipe angka, teks, sel kosong, dan nilai logika dilewati begitu aja.
Kalau seluruh range isinya teks, MAX ngasih 0. Bukan error. Ini yang bikin bingung.
Referensi lengkap argumennya ada di dokumentasi resmi Microsoft untuk fungsi MAX.
=MAX( atau =MIN(Kamu juga bisa nyampur range dan angka langsung.
=MAX(D2:D11; 100000) → minimal hasilnya 100.000
=MIN(D2:D11; F2:F11) → terkecil dari dua kolom sekaligus
Trik =MAX(D2:D11; 0) berguna buat maksa hasil nggak pernah negatif. Sering dipakai di kolom sisa stok atau sisa kuota.
Dataset toko_berkah, 10 transaksi Januari 2026. Kolom B kota, C kategori, D total.
| Kota | Kategori | Total (Rp) |
|---|---|---|
| Bandung | Minuman | 30.000 |
| Bandung | Makanan | 45.000 |
| Surabaya | Minuman | 45.000 |
| Surabaya | Sembako | 120.000 |
| Medan | Makanan | 90.000 |
| Bandung | Sembako | 120.000 |
| Medan | Minuman | 60.000 |
| Surabaya | Makanan | 45.000 |
| Bandung | Minuman | 30.000 |
| Medan | Sembako | 120.000 |
=MAX(D2:D11) → 120.000
=MIN(D2:D11) → 30.000
Sekarang bagian yang menarik. Coba MAX per kota.
=MAXIFS(D2:D11; B2:B11; "Bandung") → 120.000
=MAXIFS(D2:D11; B2:B11; "Surabaya") → 120.000
=MAXIFS(D2:D11; B2:B11; "Medan") → 120.000
Tiga kota, nilai maksimum sama persis. Kalau kamu cuma lihat MAX, ketiga kota kelihatan mirip.
Ganti ke MIN.
=MINIFS(D2:D11; B2:B11; "Bandung") → 30.000
=MINIFS(D2:D11; B2:B11; "Surabaya") → 45.000
=MINIFS(D2:D11; B2:B11; "Medan") → 60.000
MAX ketiga kota di toko_berkah sama-sama 120.000, tapi MIN-nya beda dua kali lipat: Bandung 30.000, Medan 60.000. Nilai terendah yang justru ngasih tau bedanya: pelanggan Bandung banyak yang beli eceran kecil.
Ini kebiasaan yang aku pegang: kalau MAX kelihatan seragam, langsung cek MIN. Sebaran datamu biasanya kelihatan dari bawah, bukan dari atas.
MAX cuma ngasih 120.000. Buat tau baris mana yang punya angka itu, gabungin sama INDEX dan MATCH.
=INDEX(C2:C11; MATCH(MAX(D2:D11); D2:D11; 0))
MATCH nyari posisi baris tempat 120.000 pertama ketemu. INDEX ngambil isi kolom C di baris itu. Hasilnya: Sembako.
Mau tau kotanya? Ganti range INDEX-nya jadi kolom B.
=INDEX(B2:B11; MATCH(MAX(D2:D11); D2:D11; 0)) → Surabaya
Perhatiin: di data ini ada 3 baris bernilai 120.000. MATCH cuma ngambil yang paling atas. Kalau kamu butuh semua yang seri, ini nggak cukup. Pakai FILTER.
=FILTER(B2:C11; D2:D11 = MAX(D2:D11))
FILTER cuma ada di Excel 365 dan Google Sheets. Cara kerja INDEX MATCH lebih dalam ada di artikel INDEX MATCH.
MAX cuma tau juara satu. Buat peringkat lain, pakai LARGE dan SMALL.
=LARGE(D2:D11; 1) → 120.000 (sama kayak MAX)
=LARGE(D2:D11; 2) → 120.000
=LARGE(D2:D11; 4) → 90.000
=SMALL(D2:D11; 1) → 30.000 (sama kayak MIN)
=SMALL(D2:D11; 3) → 45.000
Angka kedua di argumen itu peringkat yang kamu mau. Buat bikin daftar Top 5, tinggal drag rumus LARGE ke bawah sambil ngubah peringkatnya. Detailnya di artikel LARGE dan SMALL.
=MAX(D2:D11) di kolom yang semua isinya negatif tetap ngasih angka negatif, yang paling mendekati nol. Itu bener, tapi sering bikin kaget.MAX selalu ngasih nilai terbesar. LARGE bisa ngasih terbesar ke-berapa pun: =LARGE(D2:D11;3) ngasih terbesar ketiga. Buat daftar Top 5, LARGE yang kamu butuh.
Biasanya angkanya kesimpen sebagai teks. Ciri gampangnya: angka rata kiri di sel, bukan rata kanan. MAX cuma ngelihat sel bertipe angka, jadi kalau semuanya teks, hasilnya nol.
Bisa. Tambahin pasangan range dan kriteria: =MAXIFS(D2:D11; B2:B11; "Bandung"; C2:C11; "Minuman"). Semua kriteria harus kepenuhan bareng.
Bisa, soalnya Excel nyimpen tanggal sebagai angka. =MIN(A2:A11) ngasih tanggal paling awal, =MAX(A2:A11) ngasih tanggal paling akhir. Format hasilnya jadi tanggal biar kebaca.
=MAX(D2:D11) dan =MIN(D2:D11) ngambil nilai ekstrem dari sel bertipe angka.Latihan langsung sama contoh interaktifnya di halaman fungsi MAX dan halaman fungsi MIN.
Lanjut baca: Rumus AVERAGE Excel. Nilai ekstrem doang nggak cukup, kamu juga butuh tengahnya.
Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis
Latihan interaktif, langsung di browser.
Cara pakai rumus FV dan PV Excel buat hitung nilai uang di masa depan dan sekarang. Lengkap dengan contoh tabungan dan target modal UMKM.
Investasi kelihatan untung di atas kertas, tapi nilai uang berubah tiap tahun. NPV dan IRR Excel bantu kamu nilai apakah proyek beneran layak, bukan cuma kelihatan untung.
Sebelum ambil pinjaman, kamu bisa hitung sendiri cicilan bulanannya pakai satu rumus. Ini cara PMT Excel bekerja, lengkap dengan contoh modal usaha dan jebakan bunga tahunan.