Rumus AVERAGE Excel: Hitung Rata-rata + Varian AVERAGEIF
Blog/Tutorial Excel & Sheets/Rumus AVERAGE Excel: Hitung Rata-rata + Varian AVERAGEIF

Rumus AVERAGE Excel: Hitung Rata-rata + Varian AVERAGEIF

BimaBima
·29 Januari 2026·8 menit baca

Penulis

Bima

Bima

Founder & Data Professional

Bagikan

TL;DR

Rumus AVERAGE Excel ngitung rata-rata dari sekumpulan angka, contohnya =AVERAGE(D2:D11). Excel cuma ngitung sel yang isinya angka — sel kosong dan teks diabaikan, tapi angka 0 tetap ikut dihitung dan narik rata-rata turun. Kalau butuh rata-rata bersyarat, pakai AVERAGEIF untuk satu kriteria atau AVERAGEIFS untuk beberapa kriteria sekaligus.

Rumus AVERAGE di Excel dipakai buat ngitung rata-rata dari sekumpulan angka. Bentuk paling seringnya cuma satu baris: =AVERAGE(D2:D11).

Excel jumlahin semua angka di range itu, terus dibagi jumlah sel yang isinya angka. Selesai.

Kelihatan sepele, tapi rata-rata itu angka yang paling sering nongol di laporan — rata-rata transaksi, rata-rata nilai, rata-rata waktu kirim. Dan paling sering salah juga. Sel kosong, angka nol, dan teks "N/A" diperlakukan beda-beda sama AVERAGE, dan bedanya bisa geser hasil puluhan persen.

Apa itu rumus AVERAGE di Excel?

AVERAGE adalah fungsi Excel yang ngitung rata-rata aritmatika dari angka di sebuah range. Sintaksnya =AVERAGE(angka1; angka2; ...), tapi praktiknya kamu hampir selalu nulis =AVERAGE(D2:D11). Excel cuma ngitung sel yang isinya angka. Teks dan sel kosong dilewati. Sel yang isinya angka 0 tetap ikut dihitung.

Kalau kamu pakai Excel versi Indonesia atau regional setting koma, pemisah argumennya titik koma (;). Di setting English, pakai koma (,). Rumusnya sama, cuma pemisahnya yang beda.

Detail argumennya bisa kamu cek di dokumentasi resmi Microsoft untuk fungsi AVERAGE.

Gimana cara pakai rumus AVERAGE step by step?

  1. Klik sel kosong tempat kamu mau hasil rata-ratanya muncul.
  2. Ketik =AVERAGE(
  3. Blok range angkanya, misal D2:D11.
  4. Tutup kurung, tekan Enter.
=AVERAGE(D2:D11)

Kalau angkanya nyebar di beberapa tempat, kamu bisa gabung beberapa range sekaligus.

=AVERAGE(D2:D11; F2:F11; H5)

Satu hal yang bikin AVERAGE beda dari nulis =SUM(D2:D11)/10 secara manual: penyebutnya ngikutin jumlah sel berisi angka, bukan jumlah baris. Kalau ada 2 sel kosong, AVERAGE bagi 8, bukan 10. Ini bagus — asal kamu sadar.

Apa bedanya AVERAGE, AVERAGEA, AVERAGEIF, dan AVERAGEIFS?

Empat fungsi ini sering ketuker. Ini bedanya dalam satu tabel.

FungsiDipakai buatContoh
AVERAGERata-rata semua angka di range=AVERAGE(D2:D11)
AVERAGEASama, tapi teks dianggap 0 dan TRUE dianggap 1=AVERAGEA(D2:D11)
AVERAGEIFRata-rata dengan 1 kriteria=AVERAGEIF(C2:C11;"Minuman";D2:D11)
AVERAGEIFSRata-rata dengan 2 kriteria atau lebih=AVERAGEIFS(D2:D11;C2:C11;"Minuman";B2:B11;"Bandung")

AVERAGEA itu jebakan. Kalau di kolom omzet ada sel yang diisi tanda strip atau tulisan "belum masuk", AVERAGEA nganggep itu nol dan rata-rata kamu langsung anjlok. Buat data penjualan, pakai AVERAGE.

Gimana cara pakai AVERAGEIF buat rata-rata bersyarat?

AVERAGEIF ngitung rata-rata cuma dari baris yang lolos satu kriteria. Urutan argumennya: range kriteria dulu, kriterianya, baru range angka yang mau dirata-ratain.

=AVERAGEIF(range_kriteria; kriteria; range_angka)

Rata-rata omzet khusus kategori Minuman:

=AVERAGEIF(C2:C11; "Minuman"; D2:D11)

Kriteria juga bisa berupa operator, dan operatornya harus dibungkus tanda kutip.

=AVERAGEIF(D2:D11; ">50000")

Perhatiin: waktu range kriteria dan range angkanya sama persis, argumen ketiganya boleh dihapus. Rumus di atas ngitung rata-rata dari transaksi yang nilainya di atas 50.000 doang.

Ini trik yang sering aku pakai buat rata-rata penjualan harian: =AVERAGEIF(D2:D32;">0"). Hari libur yang omzetnya nol nggak ikut narik rata-rata turun.

Gimana cara pakai AVERAGEIFS buat banyak kriteria?

AVERAGEIFS urutan argumennya kebalik dari AVERAGEIF: range angka duluan, baru pasangan kriteria.

=AVERAGEIFS(range_angka; range_kriteria1; kriteria1; range_kriteria2; kriteria2; ...)

Rata-rata transaksi Minuman di Bandung doang:

=AVERAGEIFS(D2:D11; C2:C11; "Minuman"; B2:B11; "Bandung")

Semua kriteria harus kepenuhan bareng. Baris yang cuma lolos satu syarat nggak ikut dihitung.

Kalau kamu udah nyaman sama COUNTIF dan SUM, pola argumen AVERAGEIFS bakal kerasa familiar — persis kayak SUMIFS.

Contoh kasus: rata-rata transaksi toko_berkah

Ini 10 transaksi Januari 2026 dari dataset toko_berkah yang dipakai di kelas Ngulik Data. Kolom A tanggal, B kota, C kategori, D total.

TanggalKotaKategoriTotal (Rp)
03/01/2026BandungMinuman30.000
05/01/2026BandungMakanan45.000
07/01/2026SurabayaMinuman45.000
09/01/2026SurabayaSembako120.000
12/01/2026MedanMakanan90.000
15/01/2026BandungSembako120.000
18/01/2026MedanMinuman60.000
21/01/2026SurabayaMakanan45.000
25/01/2026BandungMinuman30.000
28/01/2026MedanSembako120.000

Rata-rata keseluruhan:

=AVERAGE(D2:D11)   → 70.500

Rata-rata per kategori:

=AVERAGEIF(C2:C11; "Minuman"; D2:D11)   → 41.250
=AVERAGEIF(C2:C11; "Makanan"; D2:D11)   → 60.000
=AVERAGEIF(C2:C11; "Sembako"; D2:D11)   → 120.000

Nah, ini bagian yang menarik. Angka 70.500 itu terlihat sehat kalau dilaporin sendirian.

Tapi cuma 3 dari 10 transaksi yang kategori Sembako, dan tiga-tiganya 120.000. Keluarin Sembako, rata-ratanya jatuh ke 49.286.

Tiga transaksi Sembako narik rata-rata toko_berkah naik 43% — dari 49.286 jadi 70.500. Kalau kamu pasang target harian dari angka 70.500, kamu lagi ngejar rata-rata yang dibentuk 30% data.

Ini kenapa rata-rata jarang cukup dilaporin sendirian. Pasangin sama median atau breakdown per kategori.

Kesalahan umum waktu pakai rumus AVERAGE

  • Nyampur angka sama teks di satu kolom. Sel yang isinya "-" atau "belum masuk" dilewati AVERAGE, jadi penyebutnya berkurang tanpa kamu sadar.
  • Angka disimpan sebagai teks. Kalau angkanya rata kiri di sel, kemungkinan itu teks. AVERAGE nggak bakal ngitung dia. Pakai fungsi VALUE buat konversi dulu.
  • Lupa bedanya kosong dan nol. Nol ikut dihitung, kosong nggak. Kalau hari libur diisi 0, rata-rata harianmu jadi lebih rendah dari kenyataan.
  • Ngeblok kolom sampai baris header. Header teks aman sih, tapi kalau header-nya angka tahun kayak 2026, dia ikut kehitung.
  • Nggak ngunci range di AVERAGEIF waktu rumusnya di-drag. Pakai $D$2:$D$11 biar range-nya nggak geser.

Yang terakhir ini paling sering bikin laporan kacau diam-diam. Rumus baris pertama bener, baris kelima udah ngambil range yang geser 4 baris ke bawah.

FAQ

Apa bedanya AVERAGE dan AVERAGEA di Excel?

AVERAGE cuma ngitung sel yang isinya angka. AVERAGEA ikut ngitung teks dan nilai logika: teks dianggap 0, TRUE dianggap 1. Jadi kalau di range kamu ada sel berisi "N/A", AVERAGEA nganggep itu nol dan narik rata-rata turun. Buat laporan penjualan, hampir selalu AVERAGE yang kamu mau.

Kenapa rumus AVERAGE hasilnya #DIV/0!?

Error ini muncul kalau nggak ada satu pun sel angka di range yang kamu pilih. Paling sering kejadian di AVERAGEIF waktu kriterianya nggak ketemu, misal kamu cari kategori "Snack" padahal datanya cuma Minuman, Makanan, dan Sembako. Bungkus pakai IFERROR kalau mau nampilin 0.

Gimana cara hitung rata-rata tanpa angka nol?

Pakai =AVERAGEIF(D2:D11;">0"). Kriterianya ditulis sebagai teks dalam tanda kutip. Cara ini standar buat rata-rata penjualan harian, soalnya hari tutup yang omzetnya nol bikin rata-rata kelihatan lebih jelek dari kenyataannya.

AVERAGE bisa dipakai di Google Sheets?

Bisa, sintaksnya sama persis. AVERAGE, AVERAGEIF, dan AVERAGEIFS semuanya ada di Google Sheets. Bedanya cuma pemisah argumen — Sheets pakai koma, sementara Excel versi Indonesia biasanya titik koma.

Rangkuman

Tiga hal yang perlu kamu bawa pulang:

  • =AVERAGE(D2:D11) ngitung rata-rata dari sel berisi angka doang — kosong dilewati, nol dihitung.
  • AVERAGEIF buat satu kriteria, AVERAGEIFS buat banyak kriteria. Urutan argumennya kebalik, jangan ketuker.
  • Rata-rata gampang ketarik outlier. Di dataset toko_berkah, 3 transaksi bisa naikin rata-rata 43%.

Mau latihan langsung tanpa install apa-apa? Coba modul rumus dasar di halaman fungsi AVERAGE — ada contoh interaktifnya di situ.

Lanjut belajar: Rumus MAX dan MIN Excel buat nyari nilai tertinggi dan terendah dari data yang sama.

Coba Langsung

Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis

Latihan interaktif, langsung di browser.

Buka NgulikSQL →
Bagikan:
Bima
Ditulis oleh

Bima

Founder & Data Professional

Founder Ngulik Data. Passionate about making data analysis accessible for everyone.

Artikel Terkait

Template Laporan Penjualan Excel: Struktur yang Dipakai Analis
Tutorial Excel & Sheets
11 Juli 2026•10 menit baca

Template Laporan Penjualan Excel: Struktur yang Dipakai Analis

Template laporan penjualan yang bener cuma butuh 3 sheet. Yang bikin laporan orang rusak biasanya karena data mentah dan hasil dicampur di satu tempat.

BimaBima
Cara Menghubungkan Google Sheets ke Looker Studio
Tutorial Excel & Sheets
8 Juli 2026•10 menit baca

Cara Menghubungkan Google Sheets ke Looker Studio

Nyambungin Google Sheets ke Looker Studio cuma butuh 5 menit. Yang bikin lama itu datanya belum rapi. Ini urutan yang bener.

BimaBima
Cara Share Google Sheets dengan Aman: Permission & Protected Range
Tutorial Excel & Sheets
5 Juli 2026•9 menit baca

Cara Share Google Sheets dengan Aman: Permission & Protected Range

Panduan step by step share Google Sheets tanpa bikin rumus kehapus atau data gaji bocor — dari level permission, protected range, sampai audit siapa yang buka.

BimaBima
Kembali ke Blog
Ngulik Data logoNgulik Data

Platform edukasi data lengkap untuk professionals Indonesia. Belajar SQL, Data Analysis, dan lebih banyak lagi dengan praktek langsung dan feedback real-time.

Copyright © 2026 - All rights reserved

LINKS
SupportPricingDatasetBlogAffiliates
LEGAL
Terms of servicesPrivacy policy
Ngulik Data
DatasetLeaderboardBlogStore