TL;DR
Rumus LARGE Excel mengambil nilai terbesar ke-N dari sebuah range, sedangkan SMALL mengambil nilai terkecil ke-N. Sintaksnya =LARGE(range; k) dan =SMALL(range; k), di mana k adalah urutan peringkat yang kamu mau, misalnya k=2 buat nilai tertinggi kedua. LARGE dengan k=1 hasilnya sama persis dengan MAX, tapi bedanya LARGE bisa lanjut ke peringkat berikutnya. Ini yang bikin dia jadi pondasi buat bikin laporan Top 5 atau Bottom 5 yang update otomatis.
LARGE ngambil nilai terbesar ke-N dari sebuah range. SMALL ngambil nilai terkecil ke-N.
MAX cuma bisa kasih juara satu. LARGE bisa kasih juara dua, tiga, sepuluh. Terserah kamu mau ke berapa.
Itu bedanya, dan itu yang bikin laporan Top 5 kamu bisa jalan sendiri tanpa disort manual tiap minggu.
LARGE adalah fungsi Excel yang mengembalikan nilai terbesar ke-k dari sekumpulan angka. SMALL kebalikannya. Dia mengembalikan nilai terkecil ke-k.
Sintaksnya kembar:
=LARGE(range; k)
=SMALL(range; k)
k itu urutan peringkatnya. Mau juara dua? Isi 2.
=LARGE(B2:B20; 1) → nilai tertinggi (sama kayak MAX)
=LARGE(B2:B20; 2) → nilai tertinggi kedua
=LARGE(B2:B20; 3) → nilai tertinggi ketiga
=SMALL(B2:B20; 1) → nilai terendah (sama kayak MIN)
=SMALL(B2:B20; 2) → nilai terendah kedua
Detail argumennya ada di dokumentasi LARGE di Microsoft Support.
Data penjualan bulan Januari, dari dataset toko_berkah:
| Baris | Produk (A) | Omzet (B) |
|---|---|---|
| 2 | Beras Pandan Wangi 5kg | 18.720.000 |
| 3 | Minyak Goreng 2L | 12.480.000 |
| 4 | Kopi Gayo 250g | 9.750.000 |
| 5 | Gula Aren 500g | 6.160.000 |
| 6 | Teh Melati 100g | 3.900.000 |
| 7 | Sabun Cuci 1L | 2.340.000 |
Ambil tiga omzet tertinggi:
=LARGE($B$2:$B$7; 1) → 18.720.000
=LARGE($B$2:$B$7; 2) → 12.480.000
=LARGE($B$2:$B$7; 3) → 9.750.000
Perhatiin tanda dolar di range-nya. Itu wajib kalau rumusnya mau ditarik ke bawah. Range-nya harus tetap, cuma k yang boleh berubah.
Ngetik angka 1, 2, 3, 4, 5 manual di argumen k itu kerjaan bodoh. Pakai ROW() aja.
Taruh rumus ini di sel D2, terus tarik ke bawah sampai D6:
=LARGE($B$2:$B$100; ROW()-1)
Cara kerjanya:
ROW() = 2, jadi k = 1 → juara satuROW() = 3, jadi k = 2 → juara duaROW() = 4, jadi k = 3 → juara tigaDatanya berubah, Top 5-nya ikut berubah. Kamu gak perlu sentuh rumusnya lagi selamanya.
Angka 18.720.000 doang gak berguna. Yang mau kamu tau: produk apa itu.
Bungkus LARGE pakai INDEX MATCH:
=INDEX($A$2:$A$100;
MATCH(LARGE($B$2:$B$100; ROW()-1);
$B$2:$B$100;
0))
Tiga langkah yang kejadian di dalam:
LARGE ngasih angkanya, misalnya 18.720.000MATCH nyari posisi baris angka itu, ketemu di posisi 1INDEX ngambil nama produk di posisi yang sama, Beras Pandan Wangi 5kgHasil akhirnya:
| Peringkat | Produk | Omzet |
|---|---|---|
| 1 | Beras Pandan Wangi 5kg | 18.720.000 |
| 2 | Minyak Goreng 2L | 12.480.000 |
| 3 | Kopi Gayo 250g | 9.750.000 |
| 4 | Gula Aren 500g | 6.160.000 |
| 5 | Teh Melati 100g | 3.900.000 |
Dashboard Top 5 yang update sendiri. Nol sorting manual.
Detail cara kerjanya ada di panduan INDEX MATCH.
Produk peringkat 1 nyumbang omzet 8 kali lipat dari peringkat 6. Dan cuma dua produk teratas yang nyumbang 58% total omzet.
Artinya: kalau stok beras dan minyak goreng kosong seminggu, lebih dari separuh omzet toko ikut hilang. Itu risiko yang harus dijaga.
Angka kayak gitu gak keliatan dari total penjualan. Cuma keliatan dari peringkat.
SMALL biasanya kepakai buat nyari yang paling jelek, bukan yang paling bagus.
=SMALL($B$2:$B$100; ROW()-1)
Bottom 5 produk. Itu daftar barang yang perlu kamu evaluasi, diskon, ganti display, atau berhentiin stoknya.
Kasus lain: nyari 3 waktu proses tercepat, 5 harga termurah dari supplier, atau tanggal transaksi paling awal.
=LARGE(B2:B100; ROW()-1) tanpa dolar. Waktu ditarik ke bawah, range-nya ikut geser jadi B3:B101, terus B4:B102. Hasilnya ngaco tapi keliatan normal.
Selalu tulis $B$2:$B$100. Baca soal absolute reference kalau masih bingung soal ini.
Data cuma 6 baris, tapi kamu minta LARGE(range; 10). Excel nyerah dan kasih #NUM!.
Bungkus pakai IFERROR biar laporannya tetap bersih:
=IFERROR(LARGE($B$2:$B$100; ROW()-1); "")
Kalau dua produk omzetnya persis sama, MATCH cuma bakal nangkep yang pertama. Produk kedua gak akan pernah muncul di daftar, walaupun angkanya harusnya masuk.
Solusi cepat: tambahin angka mikro ke kolom bantu, misalnya =B2 + ROW()/100000. Angkanya nyaris gak berubah, tapi jadi unik.
LARGE($B$2:$B$100) tapi MATCH(...; $B$2:$B$50; 0). Nilai yang ketemu di baris 80 gak akan ada di range MATCH, jadi hasilnya #N/A. Samain persis.
LARGE cuma ngeliat angka. Sel kosong dan sel berisi teks diabaikan total. Tapi angka nol tetap dihitung, jadi hati-hati waktu pakai SMALL, semua nol bakal numpuk di peringkat atas.
MAX cuma bisa ngasih nilai tertinggi, titik. LARGE bisa ngasih nilai tertinggi ke berapa pun lewat argumen k. LARGE(range; 1) hasilnya sama persis dengan MAX(range). Bedanya, kamu bisa ganti angka 1 jadi 2, 3, atau 10 buat dapet peringkat berikutnya. Kalau cuma butuh juara satu, MAX lebih pendek.
Dua penyebab. Pertama, nilai k lebih besar dari jumlah angka di range. Kalau datanya cuma 8 baris tapi kamu minta LARGE dengan k=10, Excel nyerah. Kedua, range-nya kosong atau isinya cuma teks semua. Cek jumlah angka di range pakai COUNT dulu, dan pastiin k selalu lebih kecil atau sama dengan angka itu.
Bungkus LARGE di dalam INDEX MATCH. Rumusnya =INDEX(kolom_nama; MATCH(LARGE(kolom_angka; 1); kolom_angka; 0)). LARGE ngasih angkanya, MATCH nyari posisi baris angka itu, INDEX ngambil nama di baris yang sama. Kalau ada dua produk dengan angka persis sama, MATCH cuma bakal ngambil yang pertama ketemu.
Gak. LARGE cuma ngeliat sel yang isinya angka. Sel kosong, sel berisi teks, dan sel berisi nilai logika TRUE atau FALSE semuanya diabaikan. Tapi angka nol tetap dihitung sebagai angka, jadi kalau ada banyak nol di range, mereka bakal muncul di peringkat bawah waktu kamu pakai SMALL.
Pakai fungsi ROW sebagai argumen k, misalnya =LARGE($B$2:$B$100; ROW()-1) kalau rumusnya dimulai di baris 2. Waktu ditarik ke bawah, ROW()-1 otomatis berubah jadi 1, 2, 3, 4, 5. Datanya berubah, Top 5-nya ikut berubah tanpa kamu edit rumus. Jangan lupa kunci range-nya pakai tanda dolar.
Tiga hal yang perlu nempel:
=LARGE(range; k): k itu peringkat. LARGE dengan k=1 sama aja kayak MAX.ROW()-1 sebagai k, tarik ke bawah, jadilah Top 5 otomatis.Buka sheet penjualan kamu. Bikin dua kolom kecil di pojok: peringkat dan produk. Lima menit, dashboard Top 5 kamu jadi.
Latihannya ada di halaman fungsi LARGE, lengkap sama datanya.
Lanjut baca: Rumus AGGREGATE Excel (kalau kolom angkanya ada sel error, LARGE biasa bakal nyerah dan kamu butuh AGGREGATE).
Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis
Latihan interaktif, langsung di browser.
Cara pakai rumus FV dan PV Excel buat hitung nilai uang di masa depan dan sekarang. Lengkap dengan contoh tabungan dan target modal UMKM.
Investasi kelihatan untung di atas kertas, tapi nilai uang berubah tiap tahun. NPV dan IRR Excel bantu kamu nilai apakah proyek beneran layak, bukan cuma kelihatan untung.
Sebelum ambil pinjaman, kamu bisa hitung sendiri cicilan bulanannya pakai satu rumus. Ini cara PMT Excel bekerja, lengkap dengan contoh modal usaha dan jebakan bunga tahunan.