Rumus LARGE dan SMALL Excel: Ambil Nilai Ke-N Tertinggi
Blog/Tutorial Excel & Sheets/Rumus LARGE dan SMALL Excel: Ambil Nilai Ke-N Tertinggi

Rumus LARGE dan SMALL Excel: Ambil Nilai Ke-N Tertinggi

BimaBima
·21 Februari 2026·8 menit baca

Penulis

Bima

Bima

Founder & Data Professional

Bagikan

TL;DR

Rumus LARGE Excel mengambil nilai terbesar ke-N dari sebuah range, sedangkan SMALL mengambil nilai terkecil ke-N. Sintaksnya =LARGE(range; k) dan =SMALL(range; k), di mana k adalah urutan peringkat yang kamu mau, misalnya k=2 buat nilai tertinggi kedua. LARGE dengan k=1 hasilnya sama persis dengan MAX, tapi bedanya LARGE bisa lanjut ke peringkat berikutnya. Ini yang bikin dia jadi pondasi buat bikin laporan Top 5 atau Bottom 5 yang update otomatis.

LARGE ngambil nilai terbesar ke-N dari sebuah range. SMALL ngambil nilai terkecil ke-N.

MAX cuma bisa kasih juara satu. LARGE bisa kasih juara dua, tiga, sepuluh — terserah kamu mau ke berapa.

Itu bedanya, dan itu yang bikin laporan Top 5 kamu bisa jalan sendiri tanpa disort manual tiap minggu.

Apa itu rumus LARGE dan SMALL di Excel?

LARGE adalah fungsi Excel yang mengembalikan nilai terbesar ke-k dari sekumpulan angka. SMALL kebalikannya — dia mengembalikan nilai terkecil ke-k.

Sintaksnya kembar:

=LARGE(range; k)
=SMALL(range; k)

k itu urutan peringkatnya. Mau juara dua? Isi 2.

=LARGE(B2:B20; 1)   → nilai tertinggi (sama kayak MAX)
=LARGE(B2:B20; 2)   → nilai tertinggi kedua
=LARGE(B2:B20; 3)   → nilai tertinggi ketiga

=SMALL(B2:B20; 1)   → nilai terendah (sama kayak MIN)
=SMALL(B2:B20; 2)   → nilai terendah kedua

Detail argumennya ada di dokumentasi LARGE di Microsoft Support.

Contoh kasus: produk terlaris di toko_berkah

Data penjualan bulan Januari, dari dataset toko_berkah:

BarisProduk (A)Omzet (B)
2Beras Pandan Wangi 5kg18.720.000
3Minyak Goreng 2L12.480.000
4Kopi Gayo 250g9.750.000
5Gula Aren 500g6.160.000
6Teh Melati 100g3.900.000
7Sabun Cuci 1L2.340.000

Ambil tiga omzet tertinggi:

=LARGE($B$2:$B$7; 1)   → 18.720.000
=LARGE($B$2:$B$7; 2)   → 12.480.000
=LARGE($B$2:$B$7; 3)   →  9.750.000

Perhatiin tanda dolar di range-nya. Itu wajib kalau rumusnya mau ditarik ke bawah — range-nya harus tetap, cuma k yang boleh berubah.

Gimana cara bikin Top 5 yang update otomatis?

Ngetik angka 1, 2, 3, 4, 5 manual di argumen k itu kerjaan bodoh. Pakai ROW() aja.

Taruh rumus ini di sel D2, terus tarik ke bawah sampai D6:

=LARGE($B$2:$B$100; ROW()-1)

Cara kerjanya:

  • Di baris 2, ROW() = 2, jadi k = 1 → juara satu
  • Di baris 3, ROW() = 3, jadi k = 2 → juara dua
  • Di baris 4, ROW() = 4, jadi k = 3 → juara tiga

Datanya berubah, Top 5-nya ikut berubah. Kamu gak perlu sentuh rumusnya lagi selamanya.

Gimana nampilin nama produknya, bukan cuma angkanya?

Angka 18.720.000 doang gak berguna. Yang mau kamu tau: produk apa itu.

Bungkus LARGE pakai INDEX MATCH:

=INDEX($A$2:$A$100;
       MATCH(LARGE($B$2:$B$100; ROW()-1);
             $B$2:$B$100;
             0))

Tiga langkah yang kejadian di dalam:

  1. LARGE ngasih angkanya — misalnya 18.720.000
  2. MATCH nyari posisi baris angka itu — ketemu di posisi 1
  3. INDEX ngambil nama produk di posisi yang sama — Beras Pandan Wangi 5kg

Hasil akhirnya:

PeringkatProdukOmzet
1Beras Pandan Wangi 5kg18.720.000
2Minyak Goreng 2L12.480.000
3Kopi Gayo 250g9.750.000
4Gula Aren 500g6.160.000
5Teh Melati 100g3.900.000

Dashboard Top 5 yang update sendiri. Nol sorting manual.

Detail cara kerjanya ada di panduan INDEX MATCH.

Insight yang keluar dari data ini

Produk peringkat 1 nyumbang omzet 8 kali lipat dari peringkat 6. Dan cuma dua produk teratas yang nyumbang 58% total omzet.

Artinya: kalau stok beras dan minyak goreng kosong seminggu, lebih dari separuh omzet toko ikut hilang. Itu risiko yang harus dijaga.

Angka kayak gitu gak keliatan dari total penjualan. Cuma keliatan dari peringkat.

SMALL: buat cari yang paling bermasalah

SMALL biasanya kepakai buat nyari yang paling jelek, bukan yang paling bagus.

=SMALL($B$2:$B$100; ROW()-1)

Bottom 5 produk. Itu daftar barang yang perlu kamu evaluasi — diskon, ganti display, atau berhentiin stoknya.

Kasus lain: nyari 3 waktu proses tercepat, 5 harga termurah dari supplier, atau tanggal transaksi paling awal.

Kesalahan umum

1. Lupa kunci range pakai tanda dolar

=LARGE(B2:B100; ROW()-1) tanpa dolar. Waktu ditarik ke bawah, range-nya ikut geser jadi B3:B101, terus B4:B102. Hasilnya ngaco tapi keliatan normal.

Selalu tulis $B$2:$B$100. Baca soal absolute reference di glosarium kalau masih bingung soal ini.

2. Error #NUM! karena k kelewat besar

Data cuma 6 baris, tapi kamu minta LARGE(range; 10). Excel nyerah dan kasih #NUM!.

Bungkus pakai IFERROR biar laporannya tetap bersih:

=IFERROR(LARGE($B$2:$B$100; ROW()-1); "")

3. Ada nilai kembar

Kalau dua produk omzetnya persis sama, MATCH cuma bakal nangkep yang pertama. Produk kedua gak akan pernah muncul di daftar, walaupun angkanya harusnya masuk.

Solusi cepat: tambahin angka mikro ke kolom bantu, misalnya =B2 + ROW()/100000. Angkanya nyaris gak berubah, tapi jadi unik.

4. Range-nya beda antara LARGE dan MATCH

LARGE($B$2:$B$100) tapi MATCH(...; $B$2:$B$50; 0). Nilai yang ketemu di baris 80 gak akan ada di range MATCH, jadi hasilnya #N/A. Samain persis.

5. Ngira LARGE ngitung teks

LARGE cuma ngeliat angka. Sel kosong dan sel berisi teks diabaikan total. Tapi angka nol tetap dihitung, jadi hati-hati waktu pakai SMALL — semua nol bakal numpuk di peringkat atas.

FAQ

Apa bedanya LARGE dan MAX di Excel?

MAX cuma bisa ngasih nilai tertinggi, titik. LARGE bisa ngasih nilai tertinggi ke berapa pun lewat argumen k. LARGE(range; 1) hasilnya sama persis dengan MAX(range). Bedanya, kamu bisa ganti angka 1 jadi 2, 3, atau 10 buat dapet peringkat berikutnya. Kalau cuma butuh juara satu, MAX lebih pendek.

Kenapa LARGE hasilnya #NUM!?

Dua penyebab. Pertama, nilai k lebih besar dari jumlah angka di range. Kalau datanya cuma 8 baris tapi kamu minta LARGE dengan k=10, Excel nyerah. Kedua, range-nya kosong atau isinya cuma teks semua. Cek jumlah angka di range pakai COUNT dulu, dan pastiin k selalu lebih kecil atau sama dengan angka itu.

Gimana cara nampilin nama produk dari hasil LARGE?

Bungkus LARGE di dalam INDEX MATCH. Rumusnya =INDEX(kolom_nama; MATCH(LARGE(kolom_angka; 1); kolom_angka; 0)). LARGE ngasih angkanya, MATCH nyari posisi baris angka itu, INDEX ngambil nama di baris yang sama. Kalau ada dua produk dengan angka persis sama, MATCH cuma bakal ngambil yang pertama ketemu.

Apakah LARGE menghitung sel kosong dan teks?

Gak. LARGE cuma ngeliat sel yang isinya angka. Sel kosong, sel berisi teks, dan sel berisi nilai logika TRUE atau FALSE semuanya diabaikan. Tapi angka nol tetap dihitung sebagai angka, jadi kalau ada banyak nol di range, mereka bakal muncul di peringkat bawah waktu kamu pakai SMALL.

Gimana cara bikin Top 5 yang update otomatis?

Pakai fungsi ROW sebagai argumen k, misalnya =LARGE($B$2:$B$100; ROW()-1) kalau rumusnya dimulai di baris 2. Waktu ditarik ke bawah, ROW()-1 otomatis berubah jadi 1, 2, 3, 4, 5. Datanya berubah, Top 5-nya ikut berubah tanpa kamu edit rumus. Jangan lupa kunci range-nya pakai tanda dolar.

Penutup

Tiga hal yang perlu nempel:

  1. =LARGE(range; k) — k itu peringkat. LARGE dengan k=1 sama aja kayak MAX.
  2. Pakai ROW()-1 sebagai k, tarik ke bawah, jadilah Top 5 otomatis.
  3. Bungkus pakai INDEX MATCH kalau mau nama produknya, bukan cuma angkanya.

Buka sheet penjualan kamu. Bikin dua kolom kecil di pojok: peringkat dan produk. Lima menit, dashboard Top 5 kamu jadi.

Latihannya ada di halaman fungsi LARGE, lengkap sama datanya.

Lanjut baca: Rumus AGGREGATE Excel — kalau kolom angkanya ada sel error, LARGE biasa bakal nyerah dan kamu butuh AGGREGATE.

Coba Langsung

Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis

Latihan interaktif, langsung di browser.

Buka NgulikSQL →
Bagikan:
Bima
Ditulis oleh

Bima

Founder & Data Professional

Founder Ngulik Data. Passionate about making data analysis accessible for everyone.

Artikel Terkait

Template Laporan Penjualan Excel: Struktur yang Dipakai Analis
Tutorial Excel & Sheets
11 Juli 2026•10 menit baca

Template Laporan Penjualan Excel: Struktur yang Dipakai Analis

Template laporan penjualan yang bener cuma butuh 3 sheet. Yang bikin laporan orang rusak biasanya karena data mentah dan hasil dicampur di satu tempat.

BimaBima
Cara Menghubungkan Google Sheets ke Looker Studio
Tutorial Excel & Sheets
8 Juli 2026•10 menit baca

Cara Menghubungkan Google Sheets ke Looker Studio

Nyambungin Google Sheets ke Looker Studio cuma butuh 5 menit. Yang bikin lama itu datanya belum rapi. Ini urutan yang bener.

BimaBima
Cara Share Google Sheets dengan Aman: Permission & Protected Range
Tutorial Excel & Sheets
5 Juli 2026•9 menit baca

Cara Share Google Sheets dengan Aman: Permission & Protected Range

Panduan step by step share Google Sheets tanpa bikin rumus kehapus atau data gaji bocor — dari level permission, protected range, sampai audit siapa yang buka.

BimaBima
Kembali ke Blog
Ngulik Data logoNgulik Data

Platform edukasi data lengkap untuk professionals Indonesia. Belajar SQL, Data Analysis, dan lebih banyak lagi dengan praktek langsung dan feedback real-time.

Copyright © 2026 - All rights reserved

LINKS
SupportPricingDatasetBlogAffiliates
LEGAL
Terms of servicesPrivacy policy
Ngulik Data
DatasetLeaderboardBlogStore