TL;DR
Rumus AND di Excel ngasih TRUE cuma kalau semua kondisi di dalamnya benar. Rumus OR ngasih TRUE kalau minimal satu kondisi benar. Keduanya jarang dipakai sendirian, biasanya ditaruh di dalam IF, misalnya =IF(AND(B2>=100;C2="Jakarta");"Bonus";"Tidak").
Rumus AND di Excel ngasih TRUE cuma kalau semua kondisi di dalamnya benar. Rumus OR ngasih TRUE kalau minimal satu kondisi benar.
Dua-duanya jarang dipakai sendirian. Coba tulis =AND(B2>=100;C2="Jakarta") di sel, dan yang keluar cuma tulisan TRUE atau FALSE. Berguna? Belum.
Kekuatannya baru kerasa waktu ditaruh di dalam IF, atau dipakai di conditional formatting. Di situ AND dan OR jadi otak dari keputusan.
AND adalah fungsi logika yang ngecek beberapa kondisi sekaligus dan ngasih TRUE cuma kalau semuanya benar. Satu kondisi aja salah, hasilnya langsung FALSE.
=AND(kondisi1; kondisi2; ...; kondisi255)
Contoh:
=AND(B2>=100; C2="Jakarta")
Kalau B2 isinya 150 dan C2 isinya "Jakarta", hasilnya TRUE. Kalau B2 isinya 150 tapi C2 "Bandung", hasilnya FALSE, walaupun satu kondisi udah benar.
OR ngasih TRUE kalau minimal satu kondisi benar. Dia baru FALSE kalau semua kondisinya salah.
=OR(kondisi1; kondisi2; ...; kondisi255)
Contoh:
=OR(C2="Jakarta"; C2="Bandung"; C2="Surabaya")
Kota apa pun dari tiga itu bakal ngasih TRUE. Kota lain, FALSE.
| Kondisi 1 | Kondisi 2 | AND | OR |
|---|---|---|---|
| TRUE | TRUE | TRUE | TRUE |
| TRUE | FALSE | FALSE | TRUE |
| FALSE | TRUE | FALSE | TRUE |
| FALSE | FALSE | FALSE | FALSE |
Ini pemakaian yang paling sering. IF butuh satu kondisi, dan AND atau OR ngasih kondisi itu.
=IF(AND(B2>=100; C2="Jakarta"); "Dapat bonus"; "Belum")
Langkahnya:
=AND(B2>=100;C2="Jakarta"). Cek hasilnya TRUE/FALSE-nya masuk akal.Ngetes AND-nya dulu sendirian itu kebiasaan yang nyelametin banyak waktu. Kalau AND-nya udah salah, IF-nya nggak akan pernah bener.
Toko Berkah punya 24 karyawan. Aturan bonus akhir tahun:
Dapat bonus kalau target penjualan tercapai (minimal Rp20 juta) DAN masa kerja minimal 12 bulan.
Struktur datanya: kolom B penjualan, kolom C masa kerja (bulan), kolom D hasil.
=IF(AND(B2>=20000000; C2>=12); "Dapat bonus"; "Belum")
Hasilnya dari data 2025: cuma 9 dari 24 karyawan yang lolos.
Yang menarik, 6 karyawan sebenernya tembus target penjualan tapi masa kerjanya baru 8-11 bulan. Kalau syarat masa kerja diturunin jadi 6 bulan, jumlah penerima bonus lompat dari 9 jadi 15, dan biaya bonus naik 67%.
Angka ini yang bikin pemilik toko akhirnya bikin skema bonus pro-rata buat karyawan baru, bukan sistem lolos-atau-nggak.
Kalau aturannya diganti jadi "atau" (target tercapai ATAU masa kerja 24 bulan ke atas), tinggal ganti AND jadi OR:
=IF(OR(B2>=20000000; C2>=24); "Dapat bonus"; "Belum")
Satu kata berubah, jumlah penerima bonus jadi 17 orang. Beda AND dan OR itu bukan detail teknis. Itu keputusan bisnis.
Kadang aturannya campuran: "kota harus Jakarta atau Bandung, DAN jumlahnya minimal 100".
=IF(AND(OR(C2="Jakarta"; C2="Bandung"); B2>=100); "Prioritas"; "Biasa")
Cara bacanya dari dalam ke luar:
OR(C2="Jakarta"; C2="Bandung"), kotanya salah satu dari dua itu?Nyusunnya juga dari dalam. Tulis OR-nya dulu, tes, baru bungkus AND, tes lagi, baru bungkus IF.
Kalau ini mulai terasa berat, pertimbangin rumus IFS yang lebih rapi buat banyak kondisi berurutan.
Ini pemakaian yang sering kelewat. Kamu bisa nyorot baris otomatis pakai AND, tanpa nulis IF sama sekali.
=AND($B2>=20000000; $C2>=12)Semua baris karyawan yang dapat bonus langsung kesorot hijau. Tanpa kolom bantu.
Perhatiin tanda $ di depan huruf kolom ($B2, bukan B2). Itu yang bikin aturannya ngunci ke kolom B tapi tetap geser per baris. Lupa $ itu penyebab nomor satu conditional formatting nyorot baris yang salah.
AND memang cuma ngeluarin TRUE atau FALSE. Kalau kamu mau tulisan atau angka, bungkus pakai IF.
Baca ulang aturannya dan cari kata "dan" atau "atau". Kalau bosnya bilang "target tercapai dan sudah setahun", itu AND. Kalau "target tercapai atau sudah 2 tahun", itu OR. Salah pilih bikin jumlah penerima bonus beda jauh.
Excel nggak ngerti notasi matematika kayak gini. Yang bener:
=AND(B2>1; B2<100)
=AND(C2=Jakarta) bikin Excel nyari named range bernama Jakarta, bukan teks. Selalu pakai kutip: C2="Jakarta".
Udah dibahas di atas, tapi ini beneran sering. Kalau highlight-nya nyorot kolom yang aneh, cek tanda $-nya.
Buat daftar argumen resminya, cek dokumentasi fungsi AND di Microsoft Support.
AND ngasih TRUE cuma kalau semua kondisi di dalamnya benar. Satu kondisi salah, hasilnya langsung FALSE. OR kebalikannya: dia ngasih TRUE kalau minimal satu kondisi benar, dan baru FALSE kalau semuanya salah. Gampangnya, AND itu "dan" (semua harus), OR itu "atau" (salah satu cukup).
Karena AND memang fungsi logika, tugasnya cuma ngevaluasi kondisi, bukan ngeluarin label. Kalau kamu mau hasilnya tulisan atau angka, bungkus AND di dalam IF: =IF(AND(B2>=100;C2="Jakarta");"Dapat bonus";"Belum"). IF yang ngubah TRUE/FALSE jadi hasil yang kamu mau.
Excel 2007 ke atas ngizinin sampai 255 argumen di AND maupun OR. Praktisnya kamu jarang butuh lebih dari 4-5. Kalau kondisinya udah banyak banget, biasanya lebih rapi bikin kolom bantu yang nyimpan hasil tiap cek, lalu gabungin kolom-kolom itu.
Bisa, dan sering. Contohnya =IF(AND(OR(C2="Jakarta";C2="Bandung");B2>=100);"Prioritas";"Biasa"), artinya kota harus Jakarta atau Bandung, DAN jumlahnya minimal 100. Kuncinya di kurung: OR ditaruh sebagai salah satu argumen AND. Susun dari kondisi paling dalam dulu supaya nggak bingung.
Bisa, lewat opsi "Use a formula to determine which cells to format". Tulis rumusnya tanpa IF, misalnya =AND($B2>=100;$C2="Jakarta"). Pakai tanda $ di depan huruf kolom supaya referensinya nggak geser waktu aturan diterapkan ke seluruh baris. Baris yang hasilnya TRUE bakal kena format.
Yang perlu nempel:
Coba sekarang: buka data karyawan atau penjualan kamu, tulis satu aturan bisnis dalam kalimat, terus terjemahin ke AND atau OR. Sekali kamu bisa nerjemahin "dan/atau" jadi rumus, sisanya tinggal latihan.
Mau lihat contoh lain? Halaman fungsi AND di NgulikData punya kasus siap copy buat validasi data dan filter bertingkat. Lanjutannya, baca juga rumus NOT Excel yang sering dilupain.
Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis
Latihan interaktif, langsung di browser.
Cara pakai rumus FV dan PV Excel buat hitung nilai uang di masa depan dan sekarang. Lengkap dengan contoh tabungan dan target modal UMKM.
Investasi kelihatan untung di atas kertas, tapi nilai uang berubah tiap tahun. NPV dan IRR Excel bantu kamu nilai apakah proyek beneran layak, bukan cuma kelihatan untung.
Sebelum ambil pinjaman, kamu bisa hitung sendiri cicilan bulanannya pakai satu rumus. Ini cara PMT Excel bekerja, lengkap dengan contoh modal usaha dan jebakan bunga tahunan.