Lewati ke konten

Waterfall Chart

Batang-batang melayang yang menunjukkan bagaimana nilai awal bertambah dan berkurang sampai jadi nilai akhir.

Diagram air terjun · nama lain: Bridge chart, Cascade chart, Grafik air terjun

Pertanyaan yang dijawab

Apa saja yang bikin angka berubah dari titik awal ke titik akhir?

Dari omzet ke laba bersih toko kue kering, Ramadan 2026 (juta Rp)data contoh
TotalMengurangi050100150200250210Omzet-62HPP-71Biaya iklan-24Ongkirsubsidi-27Potonganmarketplace26Laba bersih

Geser chart ke samping untuk lihat semuanya.

Contoh kasus: Dari omzet ke laba bersih toko online bulan Ramadan

Toko kue kering online mencatat omzet Ramadan, lalu dikurangi HPP, biaya iklan, ongkir subsidi, dan potongan marketplace. Waterfall chart-nya memperlihatkan biaya iklan sebagai batang turun paling panjang, sehingga laba bersihnya jauh lebih tipis dari yang dikira.

Apa itu Waterfall Chart?

Waterfall chart dimulai dari batang nilai awal, lalu tiap faktor ditampilkan sebagai batang yang melayang: naik kalau menambah, turun kalau mengurangi. Batang terakhir adalah nilai akhir. Jalurnya mirip tangga atau air terjun, makanya namanya begitu.

Chart ini paling sering dipakai untuk menjelaskan selisih, misalnya dari omzet ke laba bersih setelah dikurangi HPP, ongkir, dan iklan. Pembaca bisa langsung melihat faktor mana yang paling banyak menggerus atau mendongkrak angka.

Cara membaca

  1. Batang pertama dan terakhir (biasanya warna netral) adalah nilai awal dan akhir.
  2. Batang melayang yang naik adalah penambah, yang turun adalah pengurang; warnanya biasanya beda.
  3. Panjang tiap batang melayang menunjukkan besarnya kontribusi faktor itu.

Pakai kalau

  • Kamu mau menjelaskan kenapa angka berubah dari A ke B.
  • Ada campuran faktor positif dan negatif, seperti laporan laba rugi.
  • Urutan langkahnya punya makna, misalnya dari pendapatan kotor sampai laba bersih.

Hindari kalau

  • Faktornya lebih dari 10 sampai 12. Batang jadi kecil-kecil; gabungkan yang kecil jadi Lainnya.
  • Kamu cuma mau membandingkan nilai antar kategori tanpa hubungan tambah-kurang. Pakai bar chart.
  • Kamu mau menunjukkan komposisi total yang semuanya positif. Stacked bar chart atau treemap lebih pas.

Tips biar chart-nya jelas

01

Warna konsisten. Satu warna untuk penambah, satu untuk pengurang, dan warna netral untuk total.

02

Garis penghubung. Garis tipis antar batang membantu mata mengikuti alur dari satu langkah ke langkah berikutnya.

03

Tandai subtotal. Kalau ada titik tengah seperti laba kotor, tampilkan sebagai batang penuh dari nol.

Data di balik chart contoh

Ini tabel yang dipakai chart di atas. Coba bikin ulang chart-nya sendiri dari angka yang sama.

Data contoh: Dari omzet ke laba bersih toko kue kering, Ramadan 2026 (juta Rp)
KomponenNilai (juta Rp)
Omzet210
HPP-62
Biaya iklan-71
Ongkir subsidi-24
Potongan marketplace-27
Laba bersih26

Skenario dan angka contoh, bukan data asli.

Latih ngerangkum data kayak gini di NgulikSQL →

Chart serupa

Chart bagus mulai dari data yang rapi.

Belajar ngerangkum data pakai SQL dan spreadsheet, langsung praktek di browser.

Mulai Belajar Gratis