Lewati ke konten

Bar Chart

Batang horizontal yang panjangnya sebanding dengan nilai. Cara paling cepat buat bandingin dan meranking kategori.

Diagram batang · nama lain: Horizontal bar chart, Grafik batang, Diagram batang horizontal

PerbandinganChartUmum
Pertanyaan yang dijawab

Kategori mana yang paling besar, dan seberapa jauh bedanya dengan yang lain?

Penjualan per kota, Q3 2026 (juta Rp)data contoh
Jakarta1.240Surabaya860Bandung710Medan520Makassar410

Geser chart ke samping untuk lihat semuanya.

Contoh kasus: Ranking penjualan per kota

Sebuah toko online merekap total penjualan Q3 2026 di lima kota: Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, dan Makassar. Bar chart yang diurutkan langsung nunjukin Jakarta di posisi teratas dengan selisih jauh, sekitar tiga kali penjualan Makassar, lalu disusul Surabaya dan Bandung di urutan dua dan tiga.

Apa itu Bar Chart?

Bar chart menampilkan satu batang per kategori, dan panjang batangnya mewakili nilai. Batangnya tidur (horizontal), jadi label kategori yang panjang, kayak nama kota atau nama produk, tetap enak dibaca tanpa harus dimiringkan.

Chart ini bekerja karena mata kita jago banget membandingkan panjang yang berangkat dari garis awal yang sama. Begitu batangnya diurutkan dari yang terbesar, ranking dan selisih antar kategori langsung kelihatan dalam sekali lirik.

Cara membaca

  1. Tiap batang mewakili satu kategori, labelnya ada di sisi kiri.
  2. Makin panjang batangnya, makin besar nilainya. Bandingkan ujung kanan antar batang.
  3. Kalau batang sudah diurutkan, yang paling atas adalah peringkat satu.

Pakai kalau

  • Kamu mau meranking kategori, misalnya penjualan per kota atau per produk.
  • Label kategorinya panjang atau jumlah kategorinya lumayan banyak (sampai sekitar 20).
  • Audiensnya awam dan butuh pesan yang langsung kebaca.

Hindari kalau

  • Sumbu kategorinya adalah waktu. Pakai line chart atau column chart supaya alurnya kiri ke kanan.
  • Kamu mau nunjukin komposisi dari total. Pertimbangkan stacked bar chart atau treemap.
  • Kategorinya ratusan. Ambil top 10 dulu, sisanya gabung jadi “Lainnya”.

Tips biar chart-nya jelas

01

Urutkan batangnya. Dari terbesar ke terkecil, kecuali kategorinya punya urutan alami kayak kelompok umur.

02

Mulai dari nol. Sumbu nilai yang dipotong bikin selisih kecil kelihatan dramatis dan menyesatkan.

03

Satu warna cukup. Kasih warna beda hanya untuk batang yang mau kamu sorot.

Data di balik chart contoh

Ini tabel yang dipakai chart di atas. Coba bikin ulang chart-nya sendiri dari angka yang sama.

Data contoh: Penjualan per kota, Q3 2026 (juta Rp)
KotaPenjualan (juta Rp)
Jakarta1.240
Surabaya860
Bandung710
Medan520
Makassar410

Skenario dan angka contoh, bukan data asli.

Latih ngerangkum data kayak gini di NgulikSQL →

Chart serupa

Chart bagus mulai dari data yang rapi.

Belajar ngerangkum data pakai SQL dan spreadsheet, langsung praktek di browser.

Mulai Belajar Gratis