Column Chart
Batang tegak yang tingginya sebanding dengan nilai. Pas buat bandingin sedikit kategori atau periode waktu.
Diagram kolom · nama lain: Vertical bar chart, Grafik kolom, Diagram batang vertikal
Gimana nilai tiap kategori atau periode dibanding satu sama lain?
Geser chart ke samping untuk lihat semuanya.
Contoh kasus: Omzet bulanan UMKM kue kering
Sebuah UMKM kue kering mencatat omzet per bulan dari Januari sampai Juni 2026. Column chart nunjukin satu kolom yang menjulang tinggi di bulan Maret, saat Ramadan menjelang Lebaran, lebih dari tiga kali omzet bulan-bulan lainnya.
Apa itu Column Chart?
Column chart adalah saudara kembar bar chart, bedanya batangnya berdiri tegak. Kategori ada di sumbu horizontal dan tinggi batang mewakili nilainya.
Karena kita terbiasa membaca waktu dari kiri ke kanan, column chart cocok banget buat data per bulan atau per kuartal yang jumlah periodenya nggak terlalu banyak. Tiap periode jadi satu batang yang gampang dibandingkan tingginya.
Cara membaca
- Tiap kolom mewakili satu kategori atau periode, labelnya di bawah.
- Makin tinggi kolomnya, makin besar nilainya.
- Kalau sumbunya waktu, baca dari kiri ke kanan untuk lihat naik-turunnya.
Pakai kalau
- Kamu bandingin nilai per bulan, per kuartal, atau per tahun dengan periode sedikit (sekitar 12 atau kurang).
- Jumlah kategorinya sedikit dan labelnya pendek.
- Kamu mau menonjolkan nilai tiap periode, bukan cuma arah trennya.
Hindari kalau
- Label kategorinya panjang. Pakai bar chart supaya label nggak perlu dimiringkan.
- Periodenya banyak banget, misalnya harian setahun penuh. Line chart jauh lebih bersih.
Tips biar chart-nya jelas
Jaga jarak antar kolom. Celah sekitar setengah lebar kolom bikin tiap batang terbaca terpisah.
Mulai dari nol. Tinggi kolom adalah nilainya, jadi sumbu yang dipotong bikin perbandingan salah.
Pakai label nilai seperlunya. Taruh angka di atas kolom kalau jumlahnya sedikit, sumbu Y bisa dihilangkan.
Data di balik chart contoh
Ini tabel yang dipakai chart di atas. Coba bikin ulang chart-nya sendiri dari angka yang sama.
| Bulan | Omzet (juta Rp) |
|---|---|
| Jan | 18 |
| Feb | 26 |
| Mar | 64 |
| Apr | 15 |
| Mei | 17 |
| Jun | 19 |
Skenario dan angka contoh, bukan data asli.
Latih ngerangkum data kayak gini di NgulikSQL →Chart serupa
Chart bagus mulai dari data yang rapi.
Belajar ngerangkum data pakai SQL dan spreadsheet, langsung praktek di browser.