Lollipop Chart
Garis tipis dengan titik di ujungnya, versi bar chart yang lebih ringan buat banyak kategori.
Diagram lolipop · nama lain: Lollipop plot, Stick chart, Grafik lolipop
Kategori mana yang paling tinggi nilainya, tanpa bikin chart terasa berat?
Geser chart ke samping untuk lihat semuanya.
Contoh kasus: Rating rata-rata menu restoran
Restoran padang dengan layanan pesan antar merekap rating rata-rata 11 menu di aplikasi ojek online. Lollipop chart yang diurutkan nunjukin rendang dan ayam pop di posisi teratas, dan tiga menu baru masih tertinggal di bawah.
Apa itu Lollipop Chart?
Lollipop chart mengganti batang tebal dengan garis tipis dan titik di ujungnya. Informasinya sama persis dengan bar chart: panjang garis mewakili nilai, ujungnya ditandai titik.
Karena tintanya lebih sedikit, chart ini terasa lebih lega saat kategorinya banyak atau nilainya mirip-mirip. Mata langsung tertuju ke posisi titik, jadi ranking tetap gampang dibaca.
Cara membaca
- Tiap garis dengan titik di ujungnya mewakili satu kategori.
- Posisi titik menunjukkan nilainya. Makin jauh dari sumbu, makin besar.
- Bandingkan posisi titik antar kategori untuk lihat ranking.
Pakai kalau
- Kategorinya banyak dan bar chart terasa terlalu padat.
- Nilai antar kategori mirip, jadi batang tebal cuma jadi tembok warna.
- Kamu mau tampilan yang lebih ringan buat laporan atau presentasi.
Hindari kalau
- Selisih antar nilai sangat kecil. Titik bisa menutupi beda nilainya, bar chart lebih presisi.
- Sumbu nilainya nggak mulai dari nol. Panjang garis jadi menyesatkan, pakai dot plot.
Tips biar chart-nya jelas
Urutkan kategorinya. Sama kayak bar chart, urutan bikin ranking langsung kebaca.
Garis tipis, titik tegas. Bedakan ketebalan supaya fokus pembaca ke titiknya.
Sorot satu kategori. Beri warna beda pada titik yang mau kamu bahas.
Data di balik chart contoh
Ini tabel yang dipakai chart di atas. Coba bikin ulang chart-nya sendiri dari angka yang sama.
| Menu | Rating |
|---|---|
| Rendang | 4,8 |
| Ayam pop | 4,7 |
| Gulai tunjang | 4,6 |
| Dendeng balado | 4,5 |
| Ayam bakar | 4,4 |
| Gulai ikan | 4,3 |
| Sayur nangka | 4,2 |
| Perkedel | 4,1 |
| Nasi bakar (baru) | 3,9 |
| Ayam geprek (baru) | 3,8 |
| Es kopi aren (baru) | 3,6 |
Skenario dan angka contoh, bukan data asli.
Latih ngerangkum data kayak gini di NgulikSQL →Chart serupa
Chart bagus mulai dari data yang rapi.
Belajar ngerangkum data pakai SQL dan spreadsheet, langsung praktek di browser.