Lewati ke konten

Dumbbell Chart

Dua titik dihubungkan garis per kategori, buat menonjolkan selisih antara dua nilai.

Diagram dumbel · nama lain: Connected dot plot, DNA chart, Barbell chart, Gap chart

Pertanyaan yang dijawab

Seberapa besar selisih dua nilai di tiap kategori, dan ke arah mana?

Rata-rata waktu kirim sebelum vs sesudah gudang baru (hari)data contoh
SebelumSesudahSelisih02468Makassar−2,3Medan−2,2Palembang−1,1Balikpapan−1,1Denpasar−0,8Semarang−0,7Surabaya−0,6Yogyakarta−0,6Bandung−0,4Jakarta−0,1

Geser chart ke samping untuk lihat semuanya.

Contoh kasus: Waktu pengiriman sebelum dan sesudah gudang baru

Sebuah toko online membuka gudang baru dan membandingkan rata-rata hari pengiriman ke 10 kota sebelum dan sesudahnya. Dumbbell chart nunjukin Medan dan Makassar paling banyak terbantu, sementara Jakarta hampir nggak berubah.

Apa itu Dumbbell Chart?

Dumbbell chart menampilkan dua titik per kategori, misalnya nilai sebelum dan sesudah, lalu menghubungkannya dengan garis. Bentuknya mirip barbel, makanya dinamai begitu.

Fokus chart ini ada di garis penghubungnya: panjang garis adalah besar selisih, dan posisi warna titik menunjukkan arahnya. Dibanding grouped bar chart, dumbbell jauh lebih ringkas dan pesan “siapa yang berubah paling banyak” langsung kelihatan.

Cara membaca

  1. Tiap baris punya dua titik, warnanya mewakili dua kondisi (cek legenda).
  2. Panjang garis penghubung adalah besar selisihnya.
  3. Lihat titik mana yang di kanan untuk tahu nilainya naik atau turun.

Pakai kalau

  • Kamu bandingin dua periode, misalnya kuartal lalu lawan kuartal ini.
  • Kamu mau menunjukkan kesenjangan, misalnya target lawan realisasi per cabang.
  • Kategorinya banyak dan grouped bar chart jadi terlalu rame.

Hindari kalau

  • Ada lebih dari dua nilai per kategori. Pakai dot plot dengan beberapa titik atau grouped bar chart.
  • Kamu mau menekankan arah perubahan dari waktu ke waktu. Slope chart lebih tepat.

Tips biar chart-nya jelas

01

Urutkan berdasarkan selisih. Baris dengan perubahan terbesar ditaruh paling atas.

02

Dua warna yang kontras. Satu untuk kondisi awal, satu untuk kondisi akhir, dan pakai konsisten.

03

Tulis selisihnya. Angka selisih di ujung garis membantu pembaca yang buru-buru.

Data di balik chart contoh

Ini tabel yang dipakai chart di atas. Coba bikin ulang chart-nya sendiri dari angka yang sama.

Data contoh: Rata-rata waktu kirim sebelum vs sesudah gudang baru (hari)
KotaSebelum (hari)Sesudah (hari)
Jakarta2,12
Bandung2,62,2
Surabaya32,4
Semarang3,22,5
Yogyakarta3,12,5
Denpasar4,23,4
Palembang4,43,3
Balikpapan5,14
Medan5,83,6
Makassar6,23,9

Skenario dan angka contoh, bukan data asli.

Latih ngerangkum data kayak gini di NgulikSQL →

Chart serupa

Chart bagus mulai dari data yang rapi.

Belajar ngerangkum data pakai SQL dan spreadsheet, langsung praktek di browser.

Mulai Belajar Gratis