Lewati ke konten

Slope Chart

Garis yang menghubungkan dua titik waktu per kategori, buat lihat siapa yang naik, turun, atau tukar posisi.

Diagram kemiringan · nama lain: Slopegraph, Slope graph, Diagram lereng

Pertanyaan yang dijawab

Kategori mana yang naik atau turun antara dua titik waktu, dan apakah urutannya berubah?

Penjualan per channel, bulan sebelum Ramadan vs saat Ramadan (juta Rp)data contoh
SebelumSaat RamadanMarketplace 520700 MarketplaceWebsite 310340 WebsiteToko fisik 260240 Toko fisikLive shopping 180420 Live shoppingInstagram 140190 InstagramWhatsApp 90120 WhatsApp

Geser chart ke samping untuk lihat semuanya.

Contoh kasus: Pangsa channel sebelum dan sesudah Ramadan

Brand fashion muslim membandingkan penjualan enam channel di bulan sebelum Ramadan dan saat Ramadan. Slope chart nunjukin live shopping melonjak dan menyalip website, sementara penjualan toko fisik justru sedikit turun.

Apa itu Slope Chart?

Slope chart punya dua sumbu tegak, misalnya “tahun lalu” di kiri dan “tahun ini” di kanan. Tiap kategori jadi satu garis yang menghubungkan nilainya di kedua sisi.

Kemiringan garis langsung bercerita: garis naik berarti tumbuh, garis turun berarti menyusut, dan garis yang saling silang berarti ranking-nya bertukar. Satu gambar sederhana bisa menjawab tiga pertanyaan sekaligus.

Cara membaca

  1. Sisi kiri adalah nilai awal, sisi kanan adalah nilai akhir.
  2. Garis naik berarti nilainya bertambah, garis turun berarti berkurang.
  3. Garis yang bersilangan menandakan kategori yang bertukar peringkat.

Pakai kalau

  • Kamu bandingin tepat dua periode, misalnya sebelum dan sesudah kampanye.
  • Perubahan ranking sama pentingnya dengan perubahan nilai.
  • Kategorinya sekitar 5 sampai 15, cukup untuk dilabeli satu per satu.

Hindari kalau

  • Periodenya lebih dari dua. Pakai line chart.
  • Kategorinya puluhan dan garisnya saling tumpuk. Coba dumbbell chart yang diurutkan.

Tips biar chart-nya jelas

01

Label langsung di ujung. Tulis nama kategori dan nilainya di kedua sisi, lupakan legenda.

02

Sorot yang menarik. Warnai garis yang naik paling tajam atau yang tukar posisi, sisanya abu-abu.

03

Skala yang sama. Kedua sisi harus pakai skala yang identik supaya kemiringannya jujur.

Data di balik chart contoh

Ini tabel yang dipakai chart di atas. Coba bikin ulang chart-nya sendiri dari angka yang sama.

Data contoh: Penjualan per channel, bulan sebelum Ramadan vs saat Ramadan (juta Rp)
ChannelSebelum (juta Rp)Saat Ramadan (juta Rp)
Marketplace520700
Website310340
Toko fisik260240
Live shopping180420
Instagram140190
WhatsApp90120

Skenario dan angka contoh, bukan data asli.

Latih ngerangkum data kayak gini di NgulikSQL →

Chart serupa

Chart bagus mulai dari data yang rapi.

Belajar ngerangkum data pakai SQL dan spreadsheet, langsung praktek di browser.

Mulai Belajar Gratis