Parallel Coordinates
Beberapa sumbu vertikal sejajar, tiap baris data jadi satu garis yang melintasinya. Pas buat pola banyak variabel.
Koordinat paralel · nama lain: Parallel coordinates plot, Parallel plot, Diagram koordinat sejajar
Pola apa yang muncul kalau banyak variabel dilihat sekaligus per item?
Geser chart ke samping untuk lihat semuanya.
Contoh kasus: Segmentasi mitra UMKM di platform pembayaran
Tim bisnis memetakan mitra UMKM (contoh di bawah: 8 mitra) dengan sumbu omzet bulanan, jumlah transaksi, nilai rata-rata transaksi, umur usaha, dan rating. Garis mitra kuliner yang disorot berjalan tinggi di jumlah transaksi tapi turun tajam di nilai rata-rata, sementara mitra elektronik sebaliknya. Program insentif dirancang berbeda per segmen.
Apa itu Parallel Coordinates?
Parallel coordinates menggambar beberapa sumbu vertikal berjajar, satu sumbu per variabel. Setiap baris data menjadi satu garis yang menyambung nilai-nilainya di tiap sumbu. Kalau ada 100 produk dan 6 variabel, kamu akan melihat 100 garis yang melintasi 6 sumbu.
Chart ini membantu melihat kelompok dan trade-off di data banyak dimensi. Garis-garis yang berjalan berdampingan menandakan item yang mirip, sedangkan garis yang saling silang di antara dua sumbu menandakan hubungan berlawanan. Biasanya baru terbaca enak kalau interaktif atau satu kelompok disorot warnanya.
Cara membaca
- Tiap sumbu vertikal adalah satu variabel, tiap garis adalah satu item.
- Garis yang sejajar di antara dua sumbu berarti hubungan searah, garis yang menyilang berarti berlawanan.
- Garis yang disorot warna menunjukkan kelompok yang sedang dibahas.
Pakai kalau
- Kamu mau membandingkan profil banyak item di banyak variabel sekaligus.
- Kamu mencari segmen, misalnya pelanggan dengan pola belanja tertentu.
- Chart-nya bisa dibuat interaktif (filter, sorot, geser urutan sumbu).
Hindari kalau
- Audiensnya awam atau chart-nya statis untuk slide. Pakai radar chart untuk sedikit item, atau tabel.
- Itemnya ribuan tanpa penyorotan. Garisnya jadi gumpalan, pakai correlation matrix dulu.
Tips biar chart-nya jelas
Normalisasi tiap sumbu. Variabel dengan satuan beda (rupiah, persen, hari) perlu diskalakan 0 sampai 1.
Sorot satu kelompok. Warnai kelompok yang penting, sisanya abu-abu tipis.
Atur urutan sumbu. Variabel yang berkaitan diletakkan bersebelahan supaya polanya kelihatan.
Data di balik chart contoh
Ini tabel yang dipakai chart di atas. Coba bikin ulang chart-nya sendiri dari angka yang sama.
| Mitra | Segmen | Omzet (juta Rp) | Transaksi | Rata-rata (ribu Rp) | Umur usaha (th) | Rating |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Warung Bu Sri | Kuliner | 60 | 2.400 | 25 | 3 | 4,6 |
| Bakso Pak Min | Kuliner | 45 | 1.800 | 25 | 5 | 4,5 |
| Kopi Senja | Kuliner | 54 | 3.000 | 18 | 2 | 4,7 |
| Geprek 88 | Kuliner | 44 | 2.200 | 20 | 6 | 4,4 |
| Toko HP Jaya | Elektronik | 102 | 120 | 850 | 8 | 4,3 |
| Elektro Mandiri | Elektronik | 108 | 90 | 1.200 | 10 | 4,5 |
| Butik Rania | Fashion | 90 | 600 | 150 | 4 | 4,2 |
| Hijab Aulia | Fashion | 81 | 450 | 180 | 3 | 4 |
Skenario dan angka contoh, bukan data asli.
Latih ngerangkum data kayak gini di NgulikSQL →Chart serupa
Chart bagus mulai dari data yang rapi.
Belajar ngerangkum data pakai SQL dan spreadsheet, langsung praktek di browser.