Correlation Matrix
Tabel berwarna yang menunjukkan kekuatan korelasi antar banyak variabel sekaligus, dari -1 sampai 1.
Matriks korelasi · nama lain: Correlation heatmap, Matriks korelasi Pearson, Corrplot
Dari semua variabel ini, pasangan mana yang paling berkaitan?
Geser chart ke samping untuk lihat semuanya.
Contoh kasus: Variabel pendorong repeat order toko online
Analis toko online menghitung korelasi antara jumlah kunjungan, durasi sesi, nilai diskon, rating ulasan, dan jumlah repeat order per pelanggan. Matriksnya menunjukkan rating ulasan paling berkorelasi dengan repeat order, sedangkan nilai diskon hampir nggak berkaitan. Fokus tim beralih ke kualitas layanan.
Apa itu Correlation Matrix?
Correlation matrix adalah tabel persegi yang baris dan kolomnya berisi variabel yang sama. Setiap sel berisi koefisien korelasi pasangan variabel tersebut, biasanya Pearson, dengan nilai dari -1 (berlawanan sempurna) sampai 1 (searah sempurna). Warnanya memakai skala diverging: satu warna untuk positif, warna lain untuk negatif, dan netral di sekitar nol.
Chart ini adalah jalan pintas eksplorasi. Daripada membuat puluhan scatter plot, kamu bisa langsung melihat pasangan mana yang menarik, lalu baru gali lebih dalam. Diagonalnya selalu 1 karena variabel berkorelasi sempurna dengan dirinya sendiri, dan separuh tabel sebenarnya cerminan separuh lainnya.
Cara membaca
- Warna pekat = korelasi kuat, warna pudar = lemah atau nggak ada hubungan.
- Perhatikan warnanya: satu sisi skala berarti searah, sisi lain berarti berlawanan.
- Abaikan diagonal, isinya selalu 1.
Pakai kalau
- Kamu punya banyak variabel angka dan mau cari pasangan yang berkaitan dengan cepat.
- Kamu sedang memilih fitur untuk model dan perlu deteksi variabel yang terlalu mirip.
- Audiensnya analis atau tim data.
Hindari kalau
- Kamu cuma punya dua variabel. Pakai scatter plot.
- Hubungannya nggak linear. Koefisien Pearson bisa mendekati nol padahal ada pola, cek scatter plot-nya.
- Audiensnya awam. Ambil 1 sampai 2 temuan utama dan tunjukkan dengan scatter plot.
Tips biar chart-nya jelas
Tampilkan separuh saja. Segitiga bawah sudah cukup dan mengurangi kebisingan.
Urutkan variabel berdasarkan kemiripan. Clustering membuat blok korelasi tinggi kelihatan.
Tulis angkanya di sel. Untuk matriks kecil, angka dua desimal membantu pembaca yang teliti.
Data di balik chart contoh
Ini tabel yang dipakai chart di atas. Coba bikin ulang chart-nya sendiri dari angka yang sama.
| Variabel | Kunjungan | Durasi sesi | Diskon | Rating | Repeat order |
|---|---|---|---|---|---|
| Kunjungan | 1 | 0,6 | 0,1 | 0,3 | 0,4 |
| Durasi sesi | 0,6 | 1 | -0,2 | 0,2 | 0,3 |
| Diskon | 0,1 | -0,2 | 1 | -0,1 | 0 |
| Rating | 0,3 | 0,2 | -0,1 | 1 | 0,7 |
| Repeat order | 0,4 | 0,3 | 0 | 0,7 | 1 |
Skenario dan angka contoh, bukan data asli.
Latih ngerangkum data kayak gini di NgulikSQL →Chart serupa
Chart bagus mulai dari data yang rapi.
Belajar ngerangkum data pakai SQL dan spreadsheet, langsung praktek di browser.