Heatmap
Kisi warna dari dua kategori, misalnya jam × hari, yang intensitasnya mengikuti besar angka. Pola langsung kelihatan.
Peta panas · nama lain: Heat map, Highlight table, Matriks warna, Tabel berwarna
Kombinasi dua kategori mana yang angkanya paling tinggi atau rendah?
Geser chart ke samping untuk lihat semuanya.
Contoh kasus: Jam ramai pesanan warung makan di aplikasi ojek online
Pemilik warung makan di Surabaya mengekspor jumlah pesanan per jam dan per hari selama sebulan Ramadan. Heatmap jam × hari menunjukkan dua titik pekat: menjelang buka puasa pukul 17.00 dan sahur pukul 02.00 sampai 03.00, paling tebal di akhir pekan. Jadwal shift karyawan disusun ulang mengikuti pola itu.
Apa itu Heatmap?
Heatmap menyusun data dalam kisi: baris untuk satu kategori, kolom untuk kategori lain, dan setiap sel diwarnai sesuai nilainya. Semakin pekat warnanya, semakin besar angkanya. Contoh paling umum adalah jam dalam sehari × hari dalam seminggu.
Mata kita lebih cepat menangkap perbedaan warna daripada membaca ratusan angka. Dalam sekali lihat, kamu bisa menemukan jam sibuk, hari sepi, atau pola diagonal yang nggak kelihatan di tabel biasa. Itulah kenapa heatmap jadi andalan untuk pola operasional.
Cara membaca
- Cari sel paling pekat untuk menemukan kombinasi dengan nilai tertinggi.
- Lihat pola per baris atau per kolom, misalnya satu jam yang selalu ramai setiap hari.
- Cek legenda warna untuk tahu kira-kira berapa nilai di balik tiap warna.
Pakai kalau
- Kamu mau lihat pola dua dimensi, misalnya jam × hari atau produk × cabang.
- Jumlah sel banyak (puluhan sampai ratusan) dan tabel angka jadi terlalu padat.
- Yang dicari pola umum, bukan angka persis.
Hindari kalau
- Pembaca butuh nilai persis untuk dibandingkan. Pakai tabel atau bar chart.
- Salah satu sumbunya tanggal kalender harian. Pakai calendar heatmap.
- Kategorinya sedikit (misalnya 2 × 3). Tabel biasa atau grouped bar chart lebih jelas.
Tips biar chart-nya jelas
Pakai satu warna bergradasi. Skala sequential dari pudar ke pekat paling mudah dibaca, diverging hanya kalau ada titik tengah yang bermakna.
Urutkan baris dan kolom dengan logis. Jam dan hari pakai urutan alami, kategori lain urutkan berdasarkan total.
Sediakan legenda. Tanpa skala warna, pembaca cuma bisa menebak.
Data di balik chart contoh
Ini tabel yang dipakai chart di atas. Coba bikin ulang chart-nya sendiri dari angka yang sama.
| Hari | 00–02 | 02–04 | 10–14 | 14–17 | 17–19 | 19–22 |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Senin | 6 | 28 | 5 | 14 | 46 | 18 |
| Selasa | 5 | 26 | 4 | 12 | 44 | 17 |
| Rabu | 6 | 27 | 5 | 13 | 45 | 19 |
| Kamis | 7 | 29 | 6 | 15 | 48 | 20 |
| Jumat | 8 | 31 | 6 | 16 | 52 | 22 |
| Sabtu | 12 | 40 | 9 | 22 | 64 | 30 |
| Minggu | 11 | 38 | 8 | 21 | 61 | 28 |
Skenario dan angka contoh, bukan data asli.
Latih ngerangkum data kayak gini di NgulikSQL →Chart serupa
Chart bagus mulai dari data yang rapi.
Belajar ngerangkum data pakai SQL dan spreadsheet, langsung praktek di browser.