Calendar Heatmap
Kotak-kotak hari yang disusun seperti kalender, diwarnai sesuai nilainya, untuk melihat pola harian dan mingguan.
Peta panas kalender · nama lain: Calendar chart, Kalender heatmap, Contribution graph
Hari apa dan minggu mana yang angkanya tinggi atau rendah?
Geser chart ke samping untuk lihat semuanya.
Contoh kasus: Transaksi harian kedai kopi di Jakarta Selatan
Kedai kopi dengan tiga outlet mencatat jumlah transaksi per hari. Potongan lima minggu di sekitar Lebaran ini memperlihatkan kotak pekat di setiap Jumat dan Sabtu, kotak pucat di minggu libur Lebaran, dan dua kotak kosong saat mesin kasir rusak.
Apa itu Calendar Heatmap?
Calendar heatmap menyusun tiap hari sebagai satu kotak kecil dalam grid kalender: biasanya kolom untuk minggu dan baris untuk hari dalam seminggu. Warna tiap kotak makin pekat kalau nilainya makin tinggi, persis seperti grafik kontribusi di profil GitHub.
Kekuatannya ada di pola berulang yang susah terlihat di line chart: misalnya penjualan selalu rendah tiap Senin, atau aktivitas sepi total saat libur panjang. Karena satu kotak satu hari, setahun penuh data muat di satu layar tanpa jadi berantakan.
Cara membaca
- Makin pekat warnanya, makin tinggi nilainya di hari itu.
- Baca per baris untuk melihat pola hari tertentu, misalnya semua Sabtu.
- Cari blok warna terang atau kosong untuk menemukan libur, gangguan, atau data hilang.
Pakai kalau
- Kamu punya data harian minimal beberapa bulan.
- Kamu curiga ada pola hari dalam seminggu atau musiman.
- Kamu mau menunjukkan konsistensi, misalnya streak belajar atau absensi.
Hindari kalau
- Kamu perlu membaca nilai presisi. Warna cuma memberi gambaran kasar; tampilkan tabel atau line chart.
- Datanya cuma beberapa minggu. Pola belum kelihatan, line chart lebih pas.
- Datanya per jam dalam satu hari. Pakai heatmap biasa dengan sumbu jam dan hari.
Tips biar chart-nya jelas
Pakai satu warna bertingkat. Skala sekuensial (terang ke pekat) lebih mudah dibaca daripada pelangi.
Bedakan nol dan kosong. Hari tanpa data sebaiknya punya warna atau pola berbeda dari hari bernilai nol.
Tandai bulan. Label bulan di atas grid membantu pembaca menemukan tanggal dengan cepat.
Data di balik chart contoh
Ini tabel yang dipakai chart di atas. Coba bikin ulang chart-nya sendiri dari angka yang sama.
| Minggu | Sen | Sel | Rab | Kam | Jum | Sab | Min |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 9–15 Mar | 410 | 425 | 440 | 455 | 620 | 680 | 520 |
| 16–22 Mar | 430 | 445 | 380 | 160 | 120 | 140 | 150 |
| 23–29 Mar | 180 | 220 | 260 | 300 | 470 | 540 | 410 |
| 30 Mar–5 Apr | 420 | 0 | 0 | 460 | 640 | 700 | 530 |
| 6–12 Apr | 440 | 450 | 465 | 470 | 655 | 715 | 545 |
Skenario dan angka contoh, bukan data asli.
Latih ngerangkum data kayak gini di NgulikSQL →Chart serupa
Chart bagus mulai dari data yang rapi.
Belajar ngerangkum data pakai SQL dan spreadsheet, langsung praktek di browser.