Table
Baris dan kolom berisi angka persis. Kadang justru pilihan terbaik saat orang perlu mencari atau mengutip angka.
Tabel · nama lain: Tabel data, Data table, Pivot table, Tabel pivot
Berapa angka persisnya untuk item ini?
Geser chart ke samping untuk lihat semuanya.
Contoh kasus: Laporan omzet mingguan per cabang
Pemilik usaha laundry dengan 8 cabang di Surabaya menerima laporan mingguan berisi omzet, jumlah order, dan rata-rata nilai order per cabang. Tabel dengan baris diurutkan dari omzet terbesar memudahkan dia mengecek angka tiap cabang dan mencocokkannya dengan setoran kasir. Darmo, misalnya, order-nya lebih sedikit dari Rungkut tapi rata-rata nilai ordernya paling tinggi: detail begini cuma kebaca di tabel.
Apa itu Table?
Tabel menyusun data dalam baris dan kolom. Nggak ada bentuk visual yang harus ditafsirkan, yang dibaca langsung angkanya. Karena itu tabel bukan pilihan cadangan: untuk banyak kebutuhan, tabel justru pilihan paling tepat.
Chart unggul saat kamu mau nunjukin pola, misalnya tren naik atau satu kategori yang dominan. Tabel unggul saat orang perlu angka persis, perlu mencari satu baris tertentu (lookup), atau perlu membandingkan beberapa ukuran berbeda untuk item yang sama. Dengan sedikit bantuan visual seperti conditional formatting, tabel bisa jadi sama informatifnya dengan chart.
Cara membaca
- Baris = item (produk, cabang, tanggal). Kolom = atribut atau ukuran.
- Cari item yang kamu butuhkan dulu, lalu baca ke samping untuk angkanya.
- Perhatikan urutan baris dan warna sel kalau ada, biasanya menandai yang tertinggi atau bermasalah.
Pakai kalau
- Audiens butuh angka persis untuk dikutip, dihitung ulang, atau dicocokkan.
- Orang bakal mencari satu item tertentu, misalnya stok per SKU atau omzet per cabang.
- Kamu mau menampilkan beberapa ukuran berbeda (unit, rupiah, persen) untuk item yang sama.
Hindari kalau
- Pesannya tentang pola atau tren. Line chart atau bar chart bikin polanya langsung kelihatan.
- Barisnya ratusan dan dibaca di slide. Ringkas dulu, atau tampilkan top 10 saja.
Tips biar chart-nya jelas
Angka rata kanan. Pakai pemisah ribuan dan jumlah desimal yang sama supaya gampang dibandingkan.
Urutkan dengan sengaja. Urutan berdasarkan nilai terpenting lebih berguna dari urutan abjad.
Tambah visual secukupnya. Heatmap sel, data bar, atau sparkline di kolom bisa nunjukin pola tanpa kehilangan angka persis.
Data di balik chart contoh
Ini tabel yang dipakai chart di atas. Coba bikin ulang chart-nya sendiri dari angka yang sama.
| Cabang | Omzet (juta Rp) | Order | Rata-rata/order (ribu Rp) |
|---|---|---|---|
| Gubeng | 52,4 | 1.164 | 45 |
| Rungkut | 48,6 | 1.215 | 40 |
| Darmo | 45,2 | 904 | 50 |
| Sukolilo | 39,8 | 995 | 40 |
| Mulyorejo | 36,1 | 860 | 42 |
| Wiyung | 31,5 | 750 | 42 |
| Kenjeran | 27,3 | 780 | 35 |
| Tandes | 22,8 | 600 | 38 |
Skenario dan angka contoh, bukan data asli.
Latih ngerangkum data kayak gini di NgulikSQL →Chart serupa
Chart bagus mulai dari data yang rapi.
Belajar ngerangkum data pakai SQL dan spreadsheet, langsung praktek di browser.