Lewati ke konten

Scorecard

Satu angka besar dengan label singkat dan perbandingan ke periode lalu atau target. Pembuka standar dashboard.

Kartu KPI · nama lain: KPI card, Big number, Kartu angka, Card visual

Pertanyaan yang dijawab

Berapa angkanya sekarang, dan lebih baik atau lebih buruk dari sebelumnya?

KPI toko perabot online, Kamis 22 Okt 2026 vs Kamis minggu laludata contoh
Omzet (juta Rp)48,6▲ +14,9% vs minggu lalu (42,3)Jumlah order132▲ +11,9% vs minggu lalu (118)Rata-rata order (ribu Rp)368▲ +2,8% vs minggu lalu (358)Tingkat retur (%)3,8▲ +31% vs minggu lalu (2,9)

Geser chart ke samping untuk lihat semuanya.

Contoh kasus: Ringkasan harian toko online di marketplace

Pemilik toko perabot online membuka dashboard tiap pagi. Empat scorecard di atas menampilkan omzet kemarin, jumlah order, rata-rata nilai order, dan tingkat retur, masing-masing dengan panah perubahan dibanding hari yang sama minggu lalu. Omzet dan order naik, tapi retur juga naik, jadi kartunya berwarna merah walau panahnya menunjuk ke atas.

Apa itu Scorecard?

Scorecard adalah visual paling sederhana di dashboard: satu angka ditulis besar, diberi label (misalnya Omzet bulan ini), lalu ditemani perubahan dibanding periode lalu atau target, lengkap dengan panah naik atau turun. Kadang juga disertai sparkline kecil.

Bekerja karena nggak ada yang perlu ditafsirkan: angka langsung dibaca. Deretan scorecard di bagian atas dashboard memberi ringkasan kondisi bisnis dalam lima detik, lalu chart di bawahnya menjelaskan kenapa angkanya begitu.

Cara membaca

  1. Baca angka besar sebagai kondisi saat ini.
  2. Lihat panah dan persentase di bawahnya: naik atau turun dibanding periode pembanding.
  3. Cek label periode supaya tahu pembandingnya bulan lalu, tahun lalu, atau target.

Pakai kalau

  • Kamu bikin baris ringkasan di atas dashboard.
  • Pembaca cuma butuh angka utama dan arahnya.
  • Kamu mau menonjolkan 3 sampai 6 KPI terpenting.

Hindari kalau

  • Pembaca perlu melihat pola atau tren panjang. Tambahkan line chart di bawahnya.
  • Kamu menaruh lebih dari 8 scorecard sekaligus. Semuanya jadi sama penting, berarti nggak ada yang penting; pakai tabel.

Tips biar chart-nya jelas

01

Selalu beri pembanding. Angka Rp 1,2 miliar sendirian nggak bermakna sampai ada vs bulan lalu atau vs target.

02

Hati-hati warna naik-turun. Naik nggak selalu bagus: biaya atau tingkat retur yang naik harusnya berwarna merah.

03

Bulatkan angkanya. Tulis Rp 1,2 M, bukan Rp 1.213.457.890, supaya terbaca dalam sekali lirik.

Data di balik chart contoh

Ini tabel yang dipakai chart di atas. Coba bikin ulang chart-nya sendiri dari angka yang sama.

Data contoh: KPI toko perabot online, Kamis 22 Okt 2026 vs Kamis minggu lalu
MetrikKemarinMinggu laluLebih baik jika
Omzet (juta Rp)48,642,3naik
Jumlah order132118naik
Rata-rata order (ribu Rp)368358naik
Tingkat retur (%)3,82,9turun

Skenario dan angka contoh, bukan data asli.

Latih ngerangkum data kayak gini di NgulikSQL →

Chart serupa

Chart bagus mulai dari data yang rapi.

Belajar ngerangkum data pakai SQL dan spreadsheet, langsung praktek di browser.

Mulai Belajar Gratis