Gauge Chart
Busur setengah lingkaran mirip spidometer yang menunjukkan posisi satu angka terhadap batas minimum dan maksimum.
Diagram meteran · nama lain: Speedometer chart, Dial chart, Meteran, Grafik spidometer
Angka ini sekarang ada di posisi mana antara minimum dan target?
Geser chart ke samping untuk lihat semuanya.
Contoh kasus: Kapasitas gudang menjelang Harbolnas
Tim operasional e-commerce memantau persentase kapasitas gudang di Cikarang yang sudah terisi. Gauge chart-nya menunjukkan jarum di 86 persen, sudah masuk zona kuning (70 sampai 90 persen), jadi tim mulai menyewa gudang tambahan sebelum stok Harbolnas datang dan jarum menyentuh zona merah.
Apa itu Gauge Chart?
Gauge chart meniru spidometer mobil: busur melengkung dari nilai minimum ke maksimum, dengan jarum atau isian yang menunjukkan nilai saat ini. Sering ditambah zona warna, misalnya merah, kuning, hijau, untuk memberi tahu apakah nilainya aman.
Gauge mudah dipahami siapa pun dan menarik perhatian di dashboard eksekutif. Tapi chart ini boros tempat untuk satu angka saja, dan sudut busur lebih susah dibaca presisi dibanding panjang batang. Kalau KPI-nya banyak, bullet chart biasanya pilihan yang lebih efisien.
Cara membaca
- Lihat posisi jarum atau ujung isian di sepanjang busur.
- Bandingkan dengan zona warna atau tanda target untuk tahu kondisinya.
- Cek angka minimum dan maksimum di ujung busur, karena skalanya menentukan kesan penuh atau kosong.
Pakai kalau
- Kamu mau menonjolkan satu KPI utama di dashboard untuk audiens umum.
- Angkanya punya batas jelas, seperti persentase pencapaian target atau kapasitas gudang.
- Kamu cuma perlu kesan cepat: aman, waspada, atau bahaya.
Hindari kalau
- Kamu punya banyak KPI. Deretan gauge makan tempat; pakai bullet chart.
- Pembaca perlu melihat tren. Gauge cuma satu titik waktu; tambahkan sparkline atau pakai line chart.
- Nilainya nggak punya batas atas yang masuk akal.
Tips biar chart-nya jelas
Tetapkan skala yang jujur. Maksimum busur sebaiknya target atau kapasitas nyata, bukan angka acak supaya jarum terlihat penuh.
Tulis angkanya. Taruh nilai aktual besar-besar di tengah busur supaya pembaca nggak perlu menebak dari sudut.
Hemat zona warna. Dua sampai tiga zona cukup; terlalu banyak warna malah mengaburkan pesan.
Data di balik chart contoh
Ini tabel yang dipakai chart di atas. Coba bikin ulang chart-nya sendiri dari angka yang sama.
| Komponen | Nilai (%) |
|---|---|
| Kapasitas terisi | 86 |
| Awal zona kuning | 70 |
| Awal zona merah | 90 |
Skenario dan angka contoh, bukan data asli.
Latih ngerangkum data kayak gini di NgulikSQL →Chart serupa
Chart bagus mulai dari data yang rapi.
Belajar ngerangkum data pakai SQL dan spreadsheet, langsung praktek di browser.