Lewati ke konten

Scatter Plot

Titik-titik di bidang X dan Y untuk melihat apakah dua angka saling berkaitan, plus menemukan cluster dan outlier.

Diagram pencar · nama lain: Scatter chart, Scatter diagram, Diagram tebar, XY chart

Pertanyaan yang dijawab

Kalau angka yang satu naik, apakah angka yang lain ikut naik atau turun?

Biaya iklan lokal vs omzet per cabang, September 2026 (juta Rp)data contoh
0200400600800omzet0102030Medan JohorMedan AmplasMedan HelvetiaBiaya iklan lokal (juta Rp) · omzet (juta Rp) · garis putus = tren cabang lain

Geser chart ke samping untuk lihat semuanya.

Contoh kasus: Biaya iklan vs penjualan per cabang

Jaringan toko bangunan memetakan 14 cabang dengan biaya iklan lokal bulanan di sumbu X dan omzet di sumbu Y. Sebagian besar cabang membentuk pola naik, tapi tiga cabang di Medan omzetnya tinggi meski iklannya kecil. Tim marketing bisa belajar dari tiga cabang itu.

Apa itu Scatter Plot?

Scatter plot menaruh setiap baris data sebagai satu titik, dengan posisi horizontal dari satu variabel dan posisi vertikal dari variabel lain. Polanya bercerita: titik yang membentuk garis miring naik menandakan korelasi positif, miring turun berarti negatif, dan awan acak berarti nggak ada hubungan yang jelas.

Selain hubungan, scatter plot juga jago memperlihatkan cluster (kumpulan titik yang berkelompok) dan outlier (titik yang menyendiri). Ini sering jadi chart pertama yang dibuat analis saat eksplorasi data, sebelum masuk ke model atau perhitungan korelasi.

Cara membaca

  1. Tiap titik adalah satu baris data, misalnya satu toko atau satu pelanggan.
  2. Arah sebaran titik menunjukkan arah hubungan: naik, turun, atau datar.
  3. Seberapa rapat titik ke garis imajiner menunjukkan seberapa kuat hubungannya.

Pakai kalau

  • Kamu mau tahu apakah dua variabel angka berkaitan, misalnya biaya iklan dan penjualan.
  • Kamu mencari outlier atau kelompok tersembunyi di data.
  • Datanya puluhan sampai ribuan titik.

Hindari kalau

  • Salah satu variabelnya kategori. Pakai bar chart atau box plot.
  • Titiknya puluhan ribu sampai saling menutupi. Pakai heatmap 2D atau titik transparan.
  • Sumbu X-nya waktu. Pakai line chart.

Tips biar chart-nya jelas

01

Ingat, korelasi bukan sebab-akibat. Tulis kesimpulan dengan hati-hati.

02

Tambahkan garis tren. Trendline sederhana membantu pembaca awam menangkap arah hubungan.

03

Beri label pada outlier. Sebut nama titik yang paling menarik, sisanya biarkan tanpa label.

Data di balik chart contoh

Ini tabel yang dipakai chart di atas. Coba bikin ulang chart-nya sendiri dari angka yang sama.

Data contoh: Biaya iklan lokal vs omzet per cabang, September 2026 (juta Rp)
CabangBiaya iklan (juta Rp)Omzet (juta Rp)
Bekasi12410
Depok18520
Tangerang25640
Bogor9330
Bandung22600
Semarang15450
Surabaya30760
Malang11360
Solo8300
Yogyakarta20540
Denpasar27690
Medan Amplas6620
Medan Helvetia7580
Medan Johor5650

Skenario dan angka contoh, bukan data asli.

Latih ngerangkum data kayak gini di NgulikSQL →

Chart serupa

Chart bagus mulai dari data yang rapi.

Belajar ngerangkum data pakai SQL dan spreadsheet, langsung praktek di browser.

Mulai Belajar Gratis