Bubble Chart
Scatter plot dengan dimensi ketiga: ukuran gelembung mewakili angka tambahan seperti omzet atau jumlah pelanggan.
Diagram gelembung · nama lain: Bubble plot, Grafik gelembung
Gimana hubungan dua angka ini kalau bobot tiap titiknya juga diperhitungkan?
Geser chart ke samping untuk lihat semuanya.
Contoh kasus: Peta produk marketplace: harga vs rating
Seller skincare memetakan 10 produknya dengan harga di sumbu X, rating rata-rata di sumbu Y, dan jumlah terjual sebagai ukuran gelembung. Terlihat dua produk murah dengan rating tinggi jadi gelembung terbesar, sementara produk premium ratingnya bagus tapi gelembungnya kecil. Promosi bisa diarahkan ke produk premium tersebut.
Apa itu Bubble Chart?
Bubble chart adalah scatter plot yang titiknya diganti gelembung dengan ukuran berbeda. Posisi X dan Y mewakili dua variabel, luas gelembung mewakili variabel ketiga. Kadang warna dipakai untuk dimensi keempat, misalnya wilayah atau kategori produk.
Chart ini berguna saat titik-titiknya nggak setara bobotnya. Cabang kecil dan cabang besar sama-sama satu titik di scatter plot, tapi di bubble chart cabang besar langsung menonjol. Kekurangannya, mata manusia kurang akurat membandingkan luas, jadi ukuran gelembung cocok untuk kesan, bukan angka persis.
Cara membaca
- Posisi horizontal dan vertikal dibaca seperti scatter plot.
- Gelembung yang lebih besar = nilai variabel ketiga lebih besar.
- Lihat apakah gelembung besar cenderung berkumpul di area tertentu.
Pakai kalau
- Kamu punya tiga variabel angka dan semuanya penting untuk cerita.
- Titik datanya nggak terlalu banyak (di bawah 50) supaya gelembung nggak saling tumpuk.
- Kamu mau menonjolkan pemain besar dalam peta posisi, misalnya produk dalam matriks harga vs rating.
Hindari kalau
- Pembaca perlu membandingkan nilai ketiga secara presisi. Pakai bar chart terpisah.
- Titiknya ratusan. Gelembung saling menutup, pakai scatter plot biasa.
- Kamu cuma punya satu kategori dan satu angka. Pakai bar chart, bukan packed bubble.
Tips biar chart-nya jelas
Skala luas, bukan diameter. Pastikan nilai dipetakan ke luas lingkaran supaya nggak melebih-lebihkan.
Pakai transparansi dan outline. Gelembung yang tumpang tindih tetap terbaca.
Tambahkan legenda ukuran. Satu sampai tiga lingkaran contoh membantu pembaca menebak skalanya.
Data di balik chart contoh
Ini tabel yang dipakai chart di atas. Coba bikin ulang chart-nya sendiri dari angka yang sama.
| Produk | Harga (ribu Rp) | Rating | Terjual (unit) |
|---|---|---|---|
| Toner Mini | 49 | 4,8 | 2.400 |
| Sabun Wajah | 22 | 4,6 | 2.100 |
| Lip Balm | 25 | 4,1 | 700 |
| Masker Clay | 45 | 4 | 600 |
| Sunscreen | 79 | 4,4 | 1.300 |
| Pelembap | 99 | 4,2 | 800 |
| Serum Vit C | 115 | 4,5 | 900 |
| Essence | 139 | 4,3 | 400 |
| Serum Retinol | 189 | 4,8 | 220 |
| Krim Malam | 215 | 4,7 | 180 |
Skenario dan angka contoh, bukan data asli.
Latih ngerangkum data kayak gini di NgulikSQL →Chart serupa
Chart bagus mulai dari data yang rapi.
Belajar ngerangkum data pakai SQL dan spreadsheet, langsung praktek di browser.