Lewati ke konten

Treemap

Persegi panjang bersarang yang luasnya sebanding dengan nilai. Pas buat banyak kategori bertingkat.

Peta pohon · nama lain: Tree map, Diagram petak, Peta petak

Pertanyaan yang dijawab

Bagian mana yang paling besar, dan apa isinya di dalamnya?

Omzet per kategori dan produk, Q3 2026 (juta Rp)data contoh
Elektronik · 96 (47,1%)Powerbank 10.000 mAh38Powerbank20.000 mAh26Powerbank mini18Elektronik lain14Fashion42 (20,6%)Rumah tangga28 (13,7%)Kecantikan18 (8,8%)Hobi12 (5,9%)Olahraga8

Geser chart ke samping untuk lihat semuanya.

Contoh kasus: Penjualan per kategori marketplace

Seller marketplace punya 120 SKU di 6 kategori. Treemap nunjukin kategori Elektronik memakan hampir setengah omzet, dan di dalamnya cuma 3 produk powerbank yang menyumbang mayoritas.

Apa itu Treemap?

Treemap mengubah data bertingkat jadi petak-petak persegi panjang. Luas tiap petak sebanding dengan nilainya, dan petak anak ditaruh di dalam petak induknya. Jadi kamu bisa lihat kategori besar sekaligus subkategori di dalamnya dalam satu kotak.

Kelebihan treemap ada di efisiensi ruang. Puluhan sampai ratusan item bisa muat tanpa scroll, dan yang dominan langsung kelihatan karena petaknya paling luas. Kekurangannya, membandingkan dua petak yang ukurannya mirip itu susah karena bentuknya beda-beda.

Cara membaca

  1. Luas petak = besar nilainya. Petak paling luas biasanya ditaruh di pojok kiri atas.
  2. Petak yang dikelompokkan dalam satu blok warna = satu kategori induk.
  3. Warna kadang dipakai untuk angka kedua, misalnya pertumbuhan atau margin.

Pakai kalau

  • Kamu punya banyak kategori (lebih dari 10) dan mau tahu mana yang dominan.
  • Datanya bertingkat, misalnya kategori › subkategori › produk.
  • Ruang dashboard terbatas tapi kamu tetap mau nunjukin gambaran besar komposisi.

Hindari kalau

  • Kamu butuh perbandingan nilai yang presisi antar item. Pakai bar chart yang diurutkan.
  • Ada nilai negatif atau nol, karena luas nggak bisa negatif.
  • Kategorinya cuma sedikit dan nggak bertingkat. Pie atau bar chart lebih sederhana.

Tips biar chart-nya jelas

01

Batasi level. Dua level sudah cukup, tiga level mulai bikin pusing.

02

Label yang muat saja. Petak kecil nggak perlu label, biarkan tooltip yang bicara.

03

Warna buat induk. Satu hue per kategori induk bikin kelompoknya gampang dikenali.

Data di balik chart contoh

Ini tabel yang dipakai chart di atas. Coba bikin ulang chart-nya sendiri dari angka yang sama.

Data contoh: Omzet per kategori dan produk, Q3 2026 (juta Rp)
KategoriProdukOmzet (juta Rp)
ElektronikPowerbank 10.000 mAh38
ElektronikPowerbank 20.000 mAh26
ElektronikPowerbank mini18
ElektronikElektronik lain14
FashionSemua produk42
Rumah tanggaSemua produk28
KecantikanSemua produk18
HobiSemua produk12
OlahragaSemua produk8

Skenario dan angka contoh, bukan data asli.

Latih ngerangkum data kayak gini di NgulikSQL →

Chart serupa

Chart bagus mulai dari data yang rapi.

Belajar ngerangkum data pakai SQL dan spreadsheet, langsung praktek di browser.

Mulai Belajar Gratis