Bubble Map
Lingkaran di atas peta yang ukurannya sesuai nilai, buat bandingin angka antar kota atau titik lokasi.
Peta gelembung · nama lain: Proportional symbol map, Peta simbol proporsional, Geo chart with markers, Dot map
Di lokasi mana angkanya paling besar, dan seberapa besar dibanding lokasi lain?
Geser chart ke samping untuk lihat semuanya.
Contoh kasus: Sebaran pesanan katering sehat per kota
UMKM katering sehat yang kirim lewat ekspedisi mencatat jumlah pesanan per kota tujuan. Bubble map-nya nunjukin lingkaran terbesar di Jakarta dan Surabaya, tapi ada lingkaran sedang yang mengejutkan di Balikpapan, sinyal buat buka titik produksi kedua.
Apa itu Bubble Map?
Bubble map menaruh lingkaran di titik lokasi, misalnya kota atau alamat cabang, dengan ukuran sesuai nilainya. Luas lingkaran (bukan jari-jarinya) yang sebanding dengan angka, jadi kota dengan penjualan dua kali lipat punya lingkaran dua kali lebih luas.
Bubble map menutup kelemahan choropleth: ukuran lingkaran nggak bergantung luas wilayah, jadi kota kecil yang padat tetap kelihatan menonjol. Cocok buat total mentah seperti omzet atau jumlah pesanan per kota. Warna lingkaran bisa dipakai untuk variabel kedua, misalnya pertumbuhan.
Cara membaca
- Tiap lingkaran adalah satu lokasi.
- Makin luas lingkarannya, makin besar nilainya. Cek legenda ukuran buat angka acuan.
- Kalau ada warna, baca sebagai variabel kedua, misalnya naik atau turun.
Pakai kalau
- Datamu berupa titik, misalnya kota, cabang, atau gudang.
- Angkanya total mentah seperti omzet atau jumlah pesanan.
- Kamu ingin lihat konsentrasi lokasi, misalnya di mana pelanggan menumpuk.
Hindari kalau
- Titiknya sangat rapat sampai lingkaran saling tumpuk. Pakai heatmap kepadatan atau agregasi per wilayah.
- Datanya rasio per wilayah. Choropleth map lebih pas.
- Kamu butuh ranking presisi. Bar chart terurut lebih akurat dari menebak luas lingkaran.
Tips biar chart-nya jelas
Skala luas, bukan jari-jari. Kalau jari-jari yang dibuat sebanding, nilai besar jadi terlihat berlebihan.
Pakai transparansi. Lingkaran semi-transparan dengan garis tepi tipis tetap terbaca saat bertumpuk.
Gambar yang besar dulu. Lingkaran kecil di atas lingkaran besar supaya nggak tertutup.
Data di balik chart contoh
Ini tabel yang dipakai chart di atas. Coba bikin ulang chart-nya sendiri dari angka yang sama.
| Kota | Pesanan |
|---|---|
| Jakarta | 420 |
| Surabaya | 310 |
| Balikpapan | 140 |
| Medan | 90 |
| Makassar | 70 |
| Palembang | 60 |
Skenario dan angka contoh, bukan data asli.
Latih ngerangkum data kayak gini di NgulikSQL →Chart serupa
Chart bagus mulai dari data yang rapi.
Belajar ngerangkum data pakai SQL dan spreadsheet, langsung praktek di browser.