Choropleth Map
Peta yang mewarnai tiap wilayah sesuai nilainya, buat nunjukin pola angka antar provinsi atau kota.
Peta tematik (choropleth) · nama lain: Filled map, Peta warna wilayah, Geo chart, Peta choropleth
Wilayah mana yang angkanya tinggi atau rendah, dan apakah ada pola geografisnya?
Geser chart ke samping untuk lihat semuanya.
Contoh kasus: Tingkat repeat order per provinsi
Toko online perlengkapan bayi menghitung persentase pelanggan yang belanja lagi dalam 90 hari, per provinsi. Choropleth-nya nunjukin repeat order tinggi di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, sementara beberapa provinsi di Sumatra masih pucat, jadi tim CRM tahu harus fokus ke mana.
Apa itu Choropleth Map?
Choropleth map mewarnai area seperti provinsi, kabupaten, atau kecamatan dengan intensitas warna sesuai nilainya. Warna pekat untuk nilai tinggi, warna pucat untuk nilai rendah. Dengan begitu, pola regional seperti “tinggi di Jawa, rendah di timur” langsung kelihatan.
Ada satu jebakan besar: luas wilayah. Provinsi yang luas tapi jarang penduduknya akan terlihat dominan di peta walaupun kontribusinya kecil. Karena itu, choropleth paling jujur dipakai untuk angka rasio atau per kapita, misalnya persentase konversi atau penjualan per 1.000 penduduk, bukan total mentah.
Cara membaca
- Cocokkan warna wilayah dengan legenda skala warna.
- Makin pekat warnanya, makin tinggi nilainya.
- Cari kelompok wilayah bertetangga dengan warna mirip: itu pola regionalnya.
Pakai kalau
- Datamu terikat ke wilayah administratif, misalnya provinsi atau kabupaten.
- Yang dibandingkan adalah rasio atau rata-rata, bukan total mentah.
- Kamu ingin melihat pola geografis yang nggak kelihatan di tabel.
Hindari kalau
- Angkanya total mentah yang sangat dipengaruhi jumlah penduduk. Bubble map atau bar chart lebih jujur.
- Kamu butuh perbandingan presisi antar wilayah. Bar chart terurut lebih akurat.
- Wilayah kecil penting tapi nyaris nggak kelihatan di peta, kayak kota-kota di Jawa dibanding provinsi di Papua.
Tips biar chart-nya jelas
Pakai rasio. Bagi dengan jumlah penduduk atau jumlah pelanggan supaya luas wilayah nggak menipu.
Satu warna bertingkat. Skala sequential satu hue lebih mudah dibaca daripada pelangi.
Cek nama wilayah. Samakan ejaan provinsi atau pakai kode BPS supaya nggak ada wilayah kosong di peta.
Data di balik chart contoh
Ini tabel yang dipakai chart di atas. Coba bikin ulang chart-nya sendiri dari angka yang sama.
| Provinsi | Repeat order (%) |
|---|---|
| Aceh | 18 |
| Sumatera Utara | 21 |
| Sumatera Barat | 19 |
| Sumatera Selatan | 24 |
| DKI Jakarta | 34 |
| Jawa Barat | 31 |
| Jawa Tengah | 33 |
| Jawa Timur | 41 |
| Kalimantan Timur | 29 |
| Sulawesi Selatan | 39 |
Skenario dan angka contoh, bukan data asli.
Latih ngerangkum data kayak gini di NgulikSQL →Chart serupa
Chart bagus mulai dari data yang rapi.
Belajar ngerangkum data pakai SQL dan spreadsheet, langsung praktek di browser.