Dot Plot
Satu titik per kategori di atas sumbu, pas buat bandingin nilai yang berdekatan atau yang nggak mulai dari nol.
Diagram titik · nama lain: Cleveland dot plot, Dot chart, Plot titik
Di mana posisi nilai tiap kategori, dan seberapa rapat jaraknya?
Geser chart ke samping untuk lihat semuanya.
Contoh kasus: Skor kepuasan pelanggan per cabang
Jaringan kafe punya 12 cabang di Jakarta, Bandung, dan Surabaya dengan skor kepuasan antara 78 dan 92. Dot plot dengan sumbu 75 sampai 95 nunjukin dua cabang Bandung tertinggal cukup jauh, hal yang nggak kelihatan di bar chart karena batangnya terlihat sama panjang.
Apa itu Dot Plot?
Dot plot (sering disebut Cleveland dot plot) menaruh satu titik per kategori di sepanjang sumbu nilai. Nggak ada batang atau garis, cuma posisi titik yang bicara.
Karena yang dibandingkan adalah posisi, bukan panjang, sumbunya boleh nggak mulai dari nol. Ini bikin dot plot cocok untuk nilai yang berkumpul di rentang sempit, seperti persentase kepuasan 82% sampai 91%. Kamu juga bisa menaruh beberapa titik per baris untuk bandingin beberapa grup.
Cara membaca
- Tiap baris adalah satu kategori, posisi titiknya menunjukkan nilai.
- Perhatikan angka di sumbu, karena sumbunya bisa nggak mulai dari nol.
- Kalau ada lebih dari satu titik per baris, warna membedakan grupnya.
Pakai kalau
- Nilai antar kategori berdekatan dan bar chart terlihat sama semua.
- Sumbu dari nol nggak masuk akal, misalnya suhu atau skor indeks.
- Kamu mau bandingin dua atau tiga grup per kategori tanpa batang berjejal.
Hindari kalau
- Audiens awam yang terbiasa bar chart dan sumbunya nggak dari nol. Jelaskan skalanya atau pakai bar chart.
- Kamu mau menunjukkan selisih dua titik secara eksplisit. Dumbbell chart lebih jelas.
Tips biar chart-nya jelas
Garis bantu tipis. Tambahkan garis horizontal samar per baris supaya mata mudah mengikuti.
Urutkan berdasarkan nilai. Baris yang terurut bikin pola langsung terlihat.
Tulis skala dengan jelas. Kalau sumbu nggak mulai dari nol, pastikan angkanya terbaca.
Data di balik chart contoh
Ini tabel yang dipakai chart di atas. Coba bikin ulang chart-nya sendiri dari angka yang sama.
| Cabang | Skor |
|---|---|
| Jakarta Kemang | 92 |
| Jakarta Menteng | 90 |
| Surabaya Darmo | 89 |
| Jakarta Kelapa Gading | 88 |
| Surabaya Tunjungan | 88 |
| Jakarta Senopati | 87 |
| Bandung Dago | 86 |
| Surabaya Rungkut | 86 |
| Jakarta Tebet | 85 |
| Bandung Riau | 84 |
| Bandung Buah Batu | 79 |
| Bandung Setiabudi | 78 |
Skenario dan angka contoh, bukan data asli.
Latih ngerangkum data kayak gini di NgulikSQL →Chart serupa
Chart bagus mulai dari data yang rapi.
Belajar ngerangkum data pakai SQL dan spreadsheet, langsung praktek di browser.