Box Plot
Ringkasan sebaran dalam satu kotak: median, kuartil, rentang, dan outlier. Pas buat membandingkan banyak kelompok.
Diagram kotak garis · nama lain: Box and whisker plot, Box & whisker, Diagram kotak
Sebaran nilai antar kelompok ini beda seberapa jauh, dan adakah pencilan?
Geser chart ke samping untuk lihat semuanya.
Contoh kasus: Waktu pengantaran ojek online per kota
Tim operasional membandingkan waktu antar makanan di Jakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar selama sebulan. Box plot menunjukkan median Surabaya paling cepat, tapi Jakarta punya kotak paling tinggi dan kumis atas yang menjulur sampai 75 menit. Artinya masalah Jakarta ada di konsistensi, bukan rata-rata.
Apa itu Box Plot?
Box plot meringkas sebaran data jadi lima angka: nilai minimum, kuartil pertama (Q1), median, kuartil ketiga (Q3), dan maksimum. Kotaknya mencakup 50% data di tengah (dari Q1 ke Q3), garis di dalam kotak adalah median, dan garis yang menjulur (whisker) menunjukkan sisa rentang. Titik di luar whisker biasanya ditandai sebagai outlier.
Kekuatannya ada di perbandingan. Kamu bisa menjajarkan belasan kotak dalam satu chart dan langsung lihat kelompok mana yang mediannya lebih tinggi, mana yang lebih bervariasi, dan mana yang punya banyak pencilan. Ruang yang sama kalau diisi histogram bakal penuh dan susah dibaca.
Cara membaca
- Garis di tengah kotak adalah median, setengah data di atasnya dan setengah di bawahnya.
- Tinggi kotak (IQR) menunjukkan seberapa menyebar 50% data di tengah.
- Titik di luar whisker adalah outlier yang patut dicek satu per satu.
Pakai kalau
- Kamu mau membandingkan sebaran beberapa kelompok, misalnya waktu antar per cabang.
- Kamu perlu menemukan outlier dengan cepat.
- Audiensnya analis yang sudah paham kuartil.
Hindari kalau
- Audiensnya awam dan belum kenal kuartil. Pakai histogram atau dot plot dengan penjelasan.
- Sebarannya punya dua puncak. Box plot menyembunyikan itu, pakai violin plot atau density plot.
- Datanya sedikit (di bawah 10 per kelompok). Tampilkan titik aslinya saja.
Tips biar chart-nya jelas
Urutkan kotak berdasarkan median. Perbandingan jadi jauh lebih cepat dibaca.
Tambahkan titik data asli. Jitter tipis di atas kotak menunjukkan berapa banyak datanya.
Jelaskan aturan outlier. Sebutkan di catatan kalau kamu pakai 1,5 × IQR.
Data di balik chart contoh
Ini tabel yang dipakai chart di atas. Coba bikin ulang chart-nya sendiri dari angka yang sama.
| Kota | Min | Kuartil 1 | Median | Kuartil 3 | Maks |
|---|---|---|---|---|---|
| Jakarta | 14 | 26 | 35 | 48 | 75 |
| Surabaya | 12 | 20 | 25 | 31 | 44 |
| Medan | 15 | 23 | 30 | 37 | 52 |
| Makassar | 13 | 22 | 28 | 35 | 49 |
Skenario dan angka contoh, bukan data asli.
Latih ngerangkum data kayak gini di NgulikSQL →Chart serupa
Chart bagus mulai dari data yang rapi.
Belajar ngerangkum data pakai SQL dan spreadsheet, langsung praktek di browser.