Histogram
Batang yang menunjukkan berapa banyak data jatuh di tiap rentang nilai, jadi bentuk sebarannya langsung kelihatan.
Histogram · nama lain: Diagram frekuensi, Distribusi frekuensi, Frequency histogram
Nilai-nilai di data ini paling banyak menumpuk di rentang berapa?
Geser chart ke samping untuk lihat semuanya.
Contoh kasus: Sebaran nilai belanja di toko online fashion
Tim toko online mengambil 5.000 transaksi bulan lalu dan mengelompokkannya per Rp50.000. Histogram menunjukkan mayoritas order ada di Rp100.000 sampai Rp200.000, dengan ekor panjang ke kanan dari pembeli grosir. Dari situ batas gratis ongkir Rp250.000 terlihat masuk akal.
Apa itu Histogram?
Histogram membagi satu variabel angka ke beberapa rentang (bin) dengan lebar yang sama, lalu menghitung berapa banyak data yang masuk ke tiap rentang. Tinggi batang = jumlah data. Beda sama bar chart, sumbu X di sini adalah angka yang berurutan, makanya batangnya biasanya rapat tanpa celah.
Chart ini bekerja karena mata kita cepat menangkap bentuk: puncak di mana, condong ke kiri atau kanan, ada dua puncak atau nggak, dan ada nilai yang nyempil jauh di ujung. Semua itu susah kelihatan kalau kamu cuma lihat rata-rata atau tabel mentah.
Cara membaca
- Sumbu X adalah rentang nilai, sumbu Y adalah jumlah data di rentang itu.
- Batang tertinggi menunjukkan rentang nilai yang paling umum.
- Perhatikan bentuknya: simetris, condong (skewed), atau punya dua puncak.
Pakai kalau
- Kamu mau tahu sebaran satu variabel angka, misalnya nilai transaksi atau umur pelanggan.
- Kamu perlu cek apakah data condong atau punya outlier sebelum analisis lanjut.
- Kamu mau menentukan batas segmen, misalnya pembeli kecil, sedang, dan besar.
Hindari kalau
- Datanya kategori (kota, produk). Pakai bar chart.
- Datanya sedikit banget (di bawah 20 baris). Pakai dot plot supaya tiap titik kelihatan.
- Kamu mau membandingkan sebaran banyak kelompok sekaligus. Pakai box plot atau violin plot.
Tips biar chart-nya jelas
Coba beberapa lebar bin. Bin terlalu lebar menyembunyikan pola, bin terlalu sempit bikin batangnya bergerigi.
Mulai sumbu Y dari nol. Tinggi batang mewakili jumlah, jadi harus jujur dari dasar.
Tandai rata-rata atau median. Garis vertikal tipis bikin pembaca langsung punya patokan.
Data di balik chart contoh
Ini tabel yang dipakai chart di atas. Coba bikin ulang chart-nya sendiri dari angka yang sama.
| Nilai belanja (ribu Rp) | Jumlah order |
|---|---|
| 0–50 | 320 |
| 50–100 | 780 |
| 100–150 | 1.350 |
| 150–200 | 1.180 |
| 200–250 | 620 |
| 250–300 | 330 |
| 300–350 | 180 |
| 350–400 | 110 |
| 400–450 | 70 |
| 450–500 | 60 |
Skenario dan angka contoh, bukan data asli.
Latih ngerangkum data kayak gini di NgulikSQL →Chart serupa
Chart bagus mulai dari data yang rapi.
Belajar ngerangkum data pakai SQL dan spreadsheet, langsung praktek di browser.