Density Plot
Kurva halus yang menggambarkan bentuk sebaran data, versi mulus dari histogram. Enak buat menumpuk beberapa kelompok.
Kurva densitas · nama lain: KDE plot, Kernel density plot, Grafik kepadatan
Bentuk sebaran data ini kayak gimana kalau dilihat secara halus?
Geser chart ke samping untuk lihat semuanya.
Contoh kasus: Umur pengguna aplikasi dompet digital
Tim produk membandingkan sebaran umur pengguna yang daftar lewat iklan TikTok dan lewat referral teman. Kurva TikTok memuncak di umur 19 sampai 23, sedangkan kurva referral memuncak lebih tua di sekitar 28. Strategi konten akuisisi bisa dibedakan per kanal.
Apa itu Density Plot?
Density plot memakai teknik kernel density estimation (KDE) untuk mengubah sebaran data jadi kurva yang mulus. Puncak kurva menunjukkan nilai yang paling sering muncul, dan luas di bawah kurva totalnya 1, jadi sumbu Y-nya adalah kepadatan, bukan jumlah.
Karena bentuknya garis, beberapa kurva bisa ditumpuk dalam satu chart tanpa saling menutupi seperti batang histogram. Ini memudahkan kamu membandingkan bentuk sebaran dua atau tiga kelompok, misalnya pelanggan baru vs pelanggan lama.
Cara membaca
- Puncak kurva = nilai yang paling umum.
- Kurva yang lebar dan landai berarti datanya menyebar, kurva tinggi dan sempit berarti terkumpul.
- Bandingkan posisi puncak antar kurva untuk melihat pergeseran antar kelompok.
Pakai kalau
- Kamu mau membandingkan bentuk sebaran 2 sampai 4 kelompok dalam satu chart.
- Datanya cukup banyak sehingga kurva halus mewakili kondisi sebenarnya.
- Kamu lebih peduli bentuk daripada jumlah persis per rentang.
Hindari kalau
- Audiens butuh angka jumlah yang konkret. Pakai histogram.
- Datanya sedikit atau diskrit (misalnya rating 1 sampai 5). Pakai bar chart.
- Kelompoknya lebih dari 4. Kurvanya bakal bertumpuk ruwet, pakai violin plot atau box plot.
Tips biar chart-nya jelas
Atur bandwidth dengan sadar. Bandwidth kecil bikin kurva bergelombang, terlalu besar bikin pola hilang.
Pakai isian transparan. Warna yang agak tembus pandang membuat kurva yang bertumpuk tetap terbaca.
Hati-hati di ujung. KDE bisa memperlihatkan nilai negatif untuk data yang mustahil negatif, potong rentangnya.
Data di balik chart contoh
Ini tabel yang dipakai chart di atas. Coba bikin ulang chart-nya sendiri dari angka yang sama.
| Umur (tahun) | Iklan TikTok | Referral teman |
|---|---|---|
| 17–18 | 60 | 10 |
| 19–20 | 140 | 25 |
| 21–22 | 165 | 45 |
| 23–24 | 120 | 70 |
| 25–26 | 70 | 105 |
| 27–28 | 40 | 130 |
| 29–30 | 25 | 120 |
| 31–32 | 15 | 90 |
| 33–34 | 10 | 60 |
| 35–36 | 6 | 40 |
| 37–38 | 4 | 25 |
| 39–40 | 3 | 15 |
Skenario dan angka contoh, bukan data asli.
Latih ngerangkum data kayak gini di NgulikSQL →Chart serupa
Chart bagus mulai dari data yang rapi.
Belajar ngerangkum data pakai SQL dan spreadsheet, langsung praktek di browser.