Area Chart
Line chart yang area di bawah garisnya diwarnai, untuk menekankan besarnya volume dari waktu ke waktu.
Diagram area · nama lain: Area graph, Grafik area, Mountain chart
Seberapa besar volume ini dan gimana perubahannya dari waktu ke waktu?
Geser chart ke samping untuk lihat semuanya.
Contoh kasus: Traffic website UMKM kopi sepanjang tahun
Sebuah UMKM kopi di Bandung memantau jumlah pengunjung website per bulan selama setahun. Area chart-nya memperlihatkan volume yang tebal di November dan Desember saat promo 11.11 dan Harbolnas 12.12, dan menipis di awal tahun, jadi tim bisa merencanakan stok dan iklan.
Apa itu Area Chart?
Area chart dibangun dari line chart: garisnya sama, tapi ruang di antara garis dan sumbu horizontal diisi warna. Isian itu memberi kesan bobot, jadi pembaca nggak cuma melihat arah tren tapi juga merasakan seberapa besar jumlahnya.
Karena luas area ikut dibaca, sumbu Y harus mulai dari nol. Chart ini paling pas untuk satu seri atau dua seri yang nggak saling menutupi, misalnya total traffic website sepanjang tahun.
Cara membaca
- Baca tepi atas area seperti membaca line chart: naik berarti volume bertambah.
- Lihat tebal-tipisnya area untuk merasakan besar volume di tiap periode.
- Bandingkan tinggi area di dua titik waktu untuk melihat selisihnya.
Pakai kalau
- Kamu mau menekankan besarnya total, bukan cuma arah trennya.
- Datanya kontinu sepanjang waktu, seperti jumlah pengunjung harian.
- Kamu cuma menampilkan 1 sampai 2 seri.
Hindari kalau
- Serinya banyak dan saling tumpang tindih. Seri di belakang jadi tertutup. Pakai line chart.
- Nilainya bisa negatif atau sumbu Y nggak bisa mulai dari nol.
- Kamu mau menunjukkan komposisi bagian dari total. Pakai stacked area chart.
Tips biar chart-nya jelas
Mulai dari nol. Luas area ikut dibaca, jadi sumbu Y yang dipotong bikin volume terlihat jauh lebih kecil atau besar dari aslinya.
Isian transparan. Pakai warna dengan opacity rendah dan garis tepi yang lebih tegas supaya tetap rapi.
Jangan terlalu banyak seri. Lebih dari dua area yang bertumpuk bikin pembaca bingung mana yang di depan.
Data di balik chart contoh
Ini tabel yang dipakai chart di atas. Coba bikin ulang chart-nya sendiri dari angka yang sama.
| Bulan | Pengunjung (ribu) |
|---|---|
| Jan | 8,2 |
| Feb | 7,6 |
| Mar | 9,4 |
| Apr | 11,8 |
| Mei | 10,5 |
| Jun | 10,9 |
| Jul | 12,3 |
| Agu | 13,1 |
| Sep | 12,6 |
| Okt | 14,8 |
| Nov | 21,5 |
| Des | 24,7 |
Skenario dan angka contoh, bukan data asli.
Latih ngerangkum data kayak gini di NgulikSQL →Chart serupa
Chart bagus mulai dari data yang rapi.
Belajar ngerangkum data pakai SQL dan spreadsheet, langsung praktek di browser.