Lewati ke konten

Stacked Area Chart

Beberapa area ditumpuk di atas satu sama lain untuk menunjukkan total dan komposisinya dari waktu ke waktu.

Diagram area bertumpuk · nama lain: Stacked area graph, Area bertumpuk, Streamgraph

Pertanyaan yang dijawab

Gimana total berubah dari waktu ke waktu, dan bagian mana yang menyumbang paling banyak?

Omzet bulanan brand skincare per channel, 2025 (juta Rp)data contoh
0100200300400Marketplace268Website76Reseller51JanFebMarAprMeiJunJulAguSepOktNovDesOmzet (juta Rp), total 395 di Des

Geser chart ke samping untuk lihat semuanya.

Contoh kasus: Penjualan per channel sebuah brand skincare

Brand skincare lokal mencatat omzet bulanan dari tiga channel: marketplace, website sendiri, dan reseller. Stacked area chart-nya menunjukkan total omzet naik sepanjang tahun, dengan lapisan marketplace makin tebal dan lapisan reseller pelan-pelan menipis.

Apa itu Stacked Area Chart?

Stacked area chart menumpuk beberapa seri di atas satu sama lain. Tepi paling atas adalah totalnya, dan tebal tiap lapisan menunjukkan sumbangan masing-masing kategori di periode itu.

Kelebihannya, kamu dapat dua cerita sekaligus: tren total dan pergeseran komposisi. Kelemahannya, cuma lapisan paling bawah yang punya garis dasar rata, jadi lapisan di atasnya lebih susah dibandingkan secara presisi.

Cara membaca

  1. Tepi atas tumpukan adalah total dari semua kategori.
  2. Tebal tiap lapisan (bukan posisinya) adalah nilai kategori itu.
  3. Lapisan yang makin menebal berarti kategori itu makin besar porsinya.

Pakai kalau

  • Kamu mau menunjukkan total sekaligus komposisinya dari waktu ke waktu.
  • Kategorinya sedikit, idealnya 2 sampai 5.
  • Pergeseran besar lebih penting daripada angka presisi tiap kategori.

Hindari kalau

  • Kamu perlu membandingkan tren tiap kategori dengan teliti. Pakai line chart dengan beberapa garis.
  • Kategorinya lebih dari 6. Lapisan tipis jadi nggak terbaca.
  • Ada nilai negatif. Tumpukannya jadi nggak masuk akal.

Tips biar chart-nya jelas

01

Taruh yang paling stabil di bawah. Lapisan paling bawah punya garis dasar rata, jadi isi dengan kategori terpenting atau paling stabil.

02

Urutan konsisten. Jaga urutan lapisan sama dengan urutan legenda supaya pembaca nggak salah cocokkan warna.

03

Pertimbangkan versi 100%. Kalau yang penting pergeseran porsi, bukan total, normalisasi tiap periode jadi 100%.

Data di balik chart contoh

Ini tabel yang dipakai chart di atas. Coba bikin ulang chart-nya sendiri dari angka yang sama.

Data contoh: Omzet bulanan brand skincare per channel, 2025 (juta Rp)
BulanMarketplaceWebsiteReseller
Jan1204590
Feb1284686
Mar1425084
Apr1505280
Mei1635577
Jun1755772
Jul1886070
Agu1976266
Sep2106462
Okt2246758
Nov2517255
Des2687651

Skenario dan angka contoh, bukan data asli.

Latih ngerangkum data kayak gini di NgulikSQL →

Chart serupa

Chart bagus mulai dari data yang rapi.

Belajar ngerangkum data pakai SQL dan spreadsheet, langsung praktek di browser.

Mulai Belajar Gratis