Lewati ke konten

100% Stacked Bar Chart

Semua batang dibuat sama panjang (100%), jadi kamu bisa bandingin komposisi persentase antar kategori.

Diagram batang bertumpuk 100% · nama lain: Percent stacked bar chart, 100% stacked column chart, Diagram batang persentase

Pertanyaan yang dijawab

Komposisi persentasenya beda nggak antar kategori?

Porsi metode bayar per kota, September 2026 (% order)data contoh
E-walletTransfer bankCOD0255075100CODn orderJakarta58%29%13%9.000Surabaya50%29%21%4.800Medan38%29%33%2.400Makassar30%23%48%2.000

Geser chart ke samping untuk lihat semuanya.

Contoh kasus: Metode pembayaran per kota

Toko online membandingkan porsi metode bayar (e-wallet, transfer bank, COD) di Jakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar. 100% stacked bar chart nunjukin porsi COD jauh lebih besar di Makassar dibanding Jakarta, meski jumlah order Jakarta jauh lebih banyak.

Apa itu 100% Stacked Bar Chart?

100% stacked bar chart adalah stacked bar chart yang tiap batangnya dinormalisasi jadi 100%. Panjang batang selalu sama, dan yang berubah hanya porsi tiap segmen di dalamnya.

Karena total disamakan, perbedaan ukuran antar kategori hilang dan perhatian pindah ke proporsi. Ini cara yang lebih rapi daripada menjejerkan banyak pie chart ketika kamu mau bandingin komposisi di beberapa kategori.

Cara membaca

  1. Tiap batang selalu berjumlah 100%, jadi panjang batang nggak berarti apa-apa.
  2. Lebar tiap segmen adalah persentase sub-kelompok dalam kategori itu.
  3. Bandingkan batas antar segmen dari batang ke batang untuk lihat pergeseran porsi.

Pakai kalau

  • Yang penting adalah persentase, bukan angka absolut.
  • Kamu bandingin komposisi di beberapa kategori, misalnya metode bayar per kota.
  • Data survei skala Likert, dari “sangat tidak setuju” sampai “sangat setuju”.

Hindari kalau

  • Total tiap kategori juga penting. Tampilkan totalnya terpisah atau pakai stacked bar chart biasa.
  • Hanya ada satu kategori. Satu batang 100% lebih baik diganti waffle chart atau donut chart.

Tips biar chart-nya jelas

01

Tulis jumlah sampel. Cantumkan n di samping tiap batang supaya pembaca tahu ukuran aslinya.

02

Batasi segmen. Lebih dari 5 segmen bikin warna susah dibedakan.

03

Label persen di segmen. Tulis angka di dalam segmen yang cukup lebar, sisanya boleh di-skip.

Data di balik chart contoh

Ini tabel yang dipakai chart di atas. Coba bikin ulang chart-nya sendiri dari angka yang sama.

Data contoh: Porsi metode bayar per kota, September 2026 (% order)
KotaE-wallet (order)Transfer bank (order)COD (order)
Jakarta5.2002.6001.200
Surabaya2.4001.4001.000
Medan900700800
Makassar600450950

Skenario dan angka contoh, bukan data asli.

Latih ngerangkum data kayak gini di NgulikSQL →

Chart serupa

Chart bagus mulai dari data yang rapi.

Belajar ngerangkum data pakai SQL dan spreadsheet, langsung praktek di browser.

Mulai Belajar Gratis