Lewati ke konten

Stacked Bar Chart

Batang yang dipecah jadi segmen bertumpuk, buat bandingin total antar kategori sekaligus lihat komposisinya.

Diagram batang bertumpuk · nama lain: Stacked column chart, Grafik batang bertumpuk, Diagram batang tumpuk

Pertanyaan yang dijawab

Kategori mana yang totalnya paling besar, dan bagian apa saja yang menyusunnya?

Order bulanan per channel, Mei–Okt 2026 (order)data contoh
MarketplaceWebsiteWhatsApp05001.0001.5002.0002.5001.490Mei1.600Jun1.715Jul1.890Agu2.055Sep2.250Okt

Geser chart ke samping untuk lihat semuanya.

Contoh kasus: Order bulanan per channel penjualan

Sebuah brand skincare lokal merekap order per bulan dari website, marketplace, dan WhatsApp sepanjang Mei sampai Oktober 2026. Stacked bar chart nunjukin total order naik tiap bulan, dan kenaikan terbesarnya datang dari marketplace.

Apa itu Stacked Bar Chart?

Stacked bar chart menumpuk beberapa segmen dalam satu batang. Panjang total batang mewakili nilai keseluruhan kategori, sementara tiap segmen berwarna menunjukkan kontribusi sub-kelompok.

Chart ini bekerja paling baik untuk membaca total dan segmen paling dasar, karena keduanya berangkat dari garis nol. Segmen di tengah lebih susah dibandingkan karena titik awalnya beda-beda, jadi taruh segmen terpenting di posisi pertama.

Cara membaca

  1. Panjang total batang adalah nilai keseluruhan kategori itu.
  2. Tiap segmen berwarna adalah satu sub-kelompok, cek legenda untuk artinya.
  3. Segmen pertama paling gampang dibandingkan antar batang karena semuanya mulai dari nol.

Pakai kalau

  • Total per kategori sama pentingnya dengan komposisinya.
  • Jumlah segmennya sedikit, idealnya 2 sampai 4.
  • Kamu mau lihat total penjualan per bulan sekaligus pembagian per channel.

Hindari kalau

  • Kamu perlu membandingkan segmen tengah secara akurat. Pakai grouped bar chart.
  • Totalnya beda jauh dan yang dicari adalah persentase. Pakai stacked 100% bar chart.

Tips biar chart-nya jelas

01

Segmen penting di dasar. Taruh sub-kelompok utama paling dekat ke sumbu supaya gampang dibandingkan.

02

Urutan segmen konsisten. Jangan ubah urutan warna dari satu batang ke batang lain.

03

Label total di ujung. Tulis angka total di ujung batang, pembaca nggak perlu menjumlah sendiri.

Data di balik chart contoh

Ini tabel yang dipakai chart di atas. Coba bikin ulang chart-nya sendiri dari angka yang sama.

Data contoh: Order bulanan per channel, Mei–Okt 2026 (order)
BulanMarketplaceWebsiteWhatsApp
Mei820380290
Jun900400300
Jul1.010410295
Agu1.150430310
Sep1.290445320
Okt1.460460330

Skenario dan angka contoh, bukan data asli.

Latih ngerangkum data kayak gini di NgulikSQL →

Chart serupa

Chart bagus mulai dari data yang rapi.

Belajar ngerangkum data pakai SQL dan spreadsheet, langsung praktek di browser.

Mulai Belajar Gratis