Timeline
Garis waktu dengan penanda kejadian penting secara berurutan, buat bercerita apa terjadi kapan.
Linimasa · nama lain: Garis waktu, Timeline chart, Kronologi, Event timeline
Kejadian penting apa saja yang terjadi, dan dalam urutan seperti apa?
Geser chart ke samping untuk lihat semuanya.
Contoh kasus: Perjalanan UMKM kopi dari gerobak ke tiga cabang
Sebuah kedai kopi di Yogyakarta membuat timeline dari buka gerobak pertama, gabung aplikasi pesan antar, buka cabang kedua dan ketiga, sampai rilis kopi literan. Dipasang di atas grafik omzet bulanan, timeline-nya nunjukin lonjakan omzet terbesar datang setelah gabung aplikasi pesan antar, bukan saat buka cabang.
Apa itu Timeline?
Timeline menaruh kejadian di sepanjang garis waktu, biasanya horizontal, dengan penanda dan label singkat di tiap titik. Jarak antar penanda idealnya sebanding dengan jarak waktunya, jadi periode yang padat kejadian dan periode yang sepi langsung kelihatan.
Timeline paling kuat sebagai alat cerita. Di laporan analisis, timeline sering dipakai buat memberi konteks: kapan fitur baru rilis, kapan harga naik, kapan kampanye jalan. Kalau ditaruh di atas line chart, pembaca bisa menghubungkan lonjakan angka dengan kejadian yang memicunya.
Cara membaca
- Baca dari kiri (paling lama) ke kanan (paling baru).
- Tiap penanda adalah satu kejadian. Label di atas atau bawahnya menjelaskan apa yang terjadi.
- Penanda yang berdekatan berarti kejadiannya rapat, jarak lebar berarti periode sepi.
Pakai kalau
- Kamu ingin menceritakan sejarah atau kronologi, misalnya perjalanan bisnis dari awal.
- Kamu perlu konteks kejadian buat menjelaskan naik turunnya angka.
- Audiensnya umum dan butuh gambaran cepat soal urutan.
Hindari kalau
- Tiap kejadian punya durasi yang penting. Gantt chart lebih tepat.
- Yang mau ditunjukkan adalah perubahan angka. Pakai line chart, lalu beri anotasi kejadian.
- Kejadiannya terlalu banyak sampai labelnya bertumpuk.
Tips biar chart-nya jelas
Skala waktu jujur. Jaga jarak antar penanda sebanding dengan waktu aslinya, jangan dibuat rata.
Label bergantian. Taruh label di atas dan bawah garis bergantian supaya nggak saling tabrak.
Pilih yang penting. Masukkan kejadian yang relevan dengan cerita, bukan semua catatan.
Data di balik chart contoh
Ini tabel yang dipakai chart di atas. Coba bikin ulang chart-nya sendiri dari angka yang sama.
| Waktu | Peristiwa | Omzet sesudahnya (juta Rp/bln) |
|---|---|---|
| Mar 2019 | Buka gerobak | 8 |
| Jan 2020 | Gabung aplikasi antar | 31 |
| Agu 2021 | Cabang kedua | 45 |
| Feb 2023 | Cabang ketiga | 58 |
| Okt 2024 | Rilis kopi literan | 66 |
Skenario dan angka contoh, bukan data asli.
Latih ngerangkum data kayak gini di NgulikSQL →Chart serupa
Chart bagus mulai dari data yang rapi.
Belajar ngerangkum data pakai SQL dan spreadsheet, langsung praktek di browser.