Lewati ke konten

Combo Chart

Batang dan garis di satu chart, sering dengan dua sumbu Y, untuk dua ukuran yang satuannya berbeda.

Diagram kombinasi · nama lain: Dual axis chart, Bar-line chart, Grafik kombinasi, Diagram dua sumbu

Pertanyaan yang dijawab

Gimana dua ukuran berbeda bergerak bersama sepanjang waktu?

Order dan rata-rata nilai belanja per bulan, Jan–Agu 2026data contoh
Order (ribu)Rata-rata belanja (ribu Rp)02040608002040608042Jan39Feb45Mar47Apr78Mei51Jun49Jul53Agu6870697152667072riburibu Rp

Geser chart ke samping untuk lihat semuanya.

Contoh kasus: Order dan rata-rata nilai belanja di aplikasi ojek online

Tim layanan pesan-antar makanan di Medan membandingkan jumlah order per bulan (batang) dengan rata-rata nilai belanja per order dalam rupiah (garis). Combo chart-nya memperlihatkan order melonjak saat ada promo ongkir di bulan Mei, tapi rata-rata nilai belanja justru turun di bulan yang sama.

Apa itu Combo Chart?

Combo chart menggabungkan dua jenis mark di satu bidang: biasanya batang untuk volume (misalnya omzet) dan garis untuk rasio atau rata-rata (misalnya margin atau conversion rate). Kalau satuannya berbeda, garis memakai sumbu Y kedua di sebelah kanan.

Chart ini berguna saat dua angka memang saling terkait dan kamu mau pembaca melihatnya bersamaan. Tapi hati-hati: dengan dua sumbu, kamu bisa bikin dua garis seolah berkorelasi cuma dengan menggeser skala. Jadi pakai seperlunya dan beri label sumbu yang jelas.

Cara membaca

  1. Cocokkan tiap mark dengan sumbunya: batang biasanya ke sumbu kiri, garis ke sumbu kanan.
  2. Baca batang untuk volume dan garis untuk tren rasio atau rata-ratanya.
  3. Cari momen ketika keduanya bergerak berlawanan, misalnya omzet naik tapi margin turun.

Pakai kalau

  • Kamu punya dua ukuran terkait dengan satuan berbeda, seperti jumlah order dan rata-rata nilai order.
  • Kamu mau membandingkan aktual (batang) dengan target atau rata-rata (garis).
  • Pembacanya sudah terbiasa dengan dashboard bisnis.

Hindari kalau

  • Kedua ukuran punya satuan sama. Taruh saja di satu sumbu sebagai dua garis atau grouped bar chart.
  • Kamu mau mengklaim hubungan sebab-akibat. Skala dua sumbu gampang menyesatkan; scatter plot lebih jujur.
  • Serinya lebih dari dua atau tiga. Chart jadi ramai banget.

Tips biar chart-nya jelas

01

Warnai sumbu sesuai seri. Beri warna label sumbu kanan sama dengan warna garis supaya jelas pasangannya.

02

Mulai sumbu batang dari nol. Batang tetap harus dari nol, walau sumbu garis boleh dipotong.

03

Tulis satuannya. Rp, persen, atau jumlah order wajib ada di judul sumbu.

Data di balik chart contoh

Ini tabel yang dipakai chart di atas. Coba bikin ulang chart-nya sendiri dari angka yang sama.

Data contoh: Order dan rata-rata nilai belanja per bulan, Jan–Agu 2026
BulanOrder (ribu)Rata-rata belanja (ribu Rp)
Jan4268
Feb3970
Mar4569
Apr4771
Mei7852
Jun5166
Jul4970
Agu5372

Skenario dan angka contoh, bukan data asli.

Latih ngerangkum data kayak gini di NgulikSQL →

Chart serupa

Chart bagus mulai dari data yang rapi.

Belajar ngerangkum data pakai SQL dan spreadsheet, langsung praktek di browser.

Mulai Belajar Gratis