TL;DR
FILTER adalah rumus Excel yang nyaring baris berdasarkan kriteria, dengan sintaks =FILTER(array, include, [if_empty]). Beda dari menu AutoFilter yang cuma nyembunyiin baris, FILTER bikin salinan hasil di tempat lain yang otomatis update tiap data berubah. Untuk kriteria ganda, pakai tanda bintang buat DAN dan tanda plus buat ATAU.
FILTER adalah rumus Excel yang nyaring baris data berdasarkan kriteria yang kamu tentukan. Sintaksnya =FILTER(array, include, [if_empty]).
Bedanya sama menu Filter di ribbon: menu itu cuma nyembunyiin baris. Rumus FILTER bikin tabel baru di tempat lain, dan tabel itu update sendiri tiap data berubah.
Jadi laporan "transaksi di atas Rp1 juta bulan ini" yang biasanya kamu klik-klik tiap pagi, cukup ditulis sekali. Besok pagi angkanya udah bener sendiri.
FILTER adalah fungsi dynamic array yang ngembaliin baris-baris dari sebuah range yang memenuhi kondisi tertentu. Hasilnya numpah (spill) otomatis ke sel-sel di sekitarnya, dan ikut berubah tiap sumber datanya berubah.
Ada di Excel 365, Excel 2021 ke atas, dan Google Sheets. Di Excel 2019 ke bawah, hasilnya #NAME?.
=FILTER(array, include, [if_empty])
| Argumen | Wajib? | Fungsinya |
|---|---|---|
array | Ya | Range data yang mau disaring, ini yang bakal ditampilin |
include | Ya | Kondisi yang menghasilkan TRUE/FALSE per baris |
if_empty | Nggak | Yang ditampilin kalau gak ada baris yang cocok |
Yang bikin orang bingung biasanya argumen kedua. include bukan kriteria kayak di COUNTIF. Dia harus berupa perbandingan yang menghasilkan daftar TRUE/FALSE, dan panjangnya harus sama persis dengan jumlah baris di array.
Data transaksi ada di A1:E500. Kolom B = kota, kolom E = total. Kamu mau semua transaksi dari Bandung.
H2.=FILTER(A2:E500, B2:B500="Bandung", "Gak ada transaksi")
Bacanya gini: ambil A2:E500, tapi cuma baris yang kolom B-nya sama dengan "Bandung". Kalau gak ada, tulis "Gak ada transaksi".
Perhatiin bahwa B2:B500 punya jumlah baris yang sama dengan A2:E500, sama-sama 499 baris. Kalau beda, kamu kena #VALUE!. Ini kesalahan paling sering.
Kriteria angka lebih gampang:
=FILTER(A2:E500, E2:E500>1000000, "Gak ada")
Ini yang bikin FILTER jauh lebih kuat dari AutoFilter. Gabungin kondisi pakai operator matematika:
| Mau | Operator | Contoh |
|---|---|---|
| Semua kondisi harus terpenuhi (DAN) | * | (B2:B500="Bandung")*(E2:E500>500000) |
| Salah satu terpenuhi (ATAU) | + | (B2:B500="Bandung")+(B2:B500="Bogor") |
Tanda kurung di tiap kondisi itu wajib. Lupa kurung, hasilnya ngaco tanpa kasih error. Dan itu bahaya.
Contoh dua kondisi DAN:
=FILTER(A2:E500, (B2:B500="Bandung")*(E2:E500>500000), "Gak ada")
Transaksi dari Bandung dan nilainya di atas Rp500 ribu.
Contoh tiga kondisi campuran (dua kota, tapi harus di atas Rp1 juta):
=FILTER(A2:E500,
((B2:B500="Bandung")+(B2:B500="Bogor"))*(E2:E500>1000000),
"Gak ada")
Kurung luar di bagian ATAU itu penting. Tanpa itu, urutan operasinya berubah dan hasilnya salah.
Jangan ketik "Bandung" langsung di rumus. Taruh di sel, rujuk selnya. Sekarang laporan kamu punya kontrol.
=FILTER(A2:E500, (B2:B500=H1)*(E2:E500>=H2), "Gak ada")
Ganti isi H1 dari Bandung ke Surabaya, seluruh tabel berubah. Pasangin H1 dengan dropdown dari rumus UNIQUE, dan kamu punya dashboard mini tanpa satu baris VBA.
Dataset ngulikdata toko_berkah punya 4.812 transaksi UMKM sembako, 63 produk, dan 11 kota. Rentangnya Maret 2025-Februari 2026.
Pemilik toko punya satu pertanyaan tiap bulan: produk mana yang stoknya numpuk tapi jarang laku?
Di sheet ringkasan, ada tabel produk dengan kolom: nama produk (A), stok (B), qty terjual 30 hari terakhir (C).
=SORT(
FILTER(A2:C64, (C2:C64<10)*(B2:B64>50), "Semua produk sehat"),
2, -1)
Bacanya: ambil produk yang terjual di bawah 10 unit tapi stoknya di atas 50, terus urutin dari stok terbanyak. Detail soal argumen SORT ada di panduan SORT dan SORTBY.
Hasil dari dataset ini: 7 produk kena. Yang paling parah, sirup pandan botol besar. Stoknya 84, lakunya cuma 3 dalam 30 hari. Perputarannya 28 bulan.
Itu Rp1,2 juta modal yang nganggur di rak. Satu rumus, satu sel, dan pemilik toko tau harus diskon apa minggu depan.
Yang bikin ini jalan: bulan depan datanya di-refresh, rumusnya gak disentuh, daftarnya berubah sendiri.
Ini nomor satu. =FILTER(A2:E500, B2:B499="Bandung"), array-nya 499 baris, kondisinya 498 baris. Excel nyerah.
Selalu cek nomor baris awal dan akhir di kedua argumen. Harus persis sama.
Kamu filter kota "Medan", padahal Medan gak ada di data. FILTER gak punya apa-apa buat ditampilin, keluar #CALC!.
Isi argumen ketiga. Selalu. Terutama kalau file-nya dipakai orang lain. Error merah bikin orang panik, tulisan "Gak ada data" nggak.
=FILTER(A2:E500, B2:B500="Bandung"*E2:E500>500000)
Rumus di atas salah, tapi kadang gak ngasih error, cuma ngasih hasil yang salah. Bungkus tiap kondisi:
=FILTER(A2:E500, (B2:B500="Bandung")*(E2:E500>500000))
"Bandung " dengan spasi di belakang bukan "Bandung". FILTER gak ngasih hasil, kamu bingung setengah jam.
Bersihin dulu pakai TRIM:
=FILTER(A2:E500, TRIM(B2:B500)="Bandung", "Gak ada")
FILTER default-nya nyaring baris. Mau nyaring kolom? Kasih kondisi yang bentuknya horizontal. Jarang kepake, tapi ada.
FILTER nampilin baris mentah. Kalau yang kamu butuh ringkasan, kayak total per kota atau rata-rata per bulan, Pivot Table lebih cepat dan lebih enteng.
Aturan gampangnya: butuh daftar baris, pakai FILTER. Butuh angka agregat, pakai Pivot Table atau SUMIFS.
Dan kalau datanya di atas 100 ribu baris, FILTER mulai bikin file lemot. Pindah ke Power Query.
Referensi resminya ada di dokumentasi FILTER Microsoft, termasuk daftar versi yang didukung.
AutoFilter cuma nyembunyiin baris yang gak cocok di tabel aslinya. Data kamu tetap satu tempat, dan tiap kali mau ganti kriteria kamu harus klik dropdown lagi. FILTER adalah rumus yang bikin salinan hasil saringan di lokasi lain, tabel aslinya gak disentuh. Karena dia rumus, hasilnya update sendiri tiap ada data baru masuk atau kriterianya berubah.
Gabungin kondisinya pakai tanda bintang buat logika DAN, atau tanda plus buat logika ATAU. Contoh: =FILTER(A2:D500, (B2:B500="Bandung")*(D2:D500>500000)) ngambil baris dari Bandung yang nilainya di atas 500 ribu. Ganti bintang jadi plus kalau kamu mau baris yang memenuhi salah satu kondisi. Tiap kondisi wajib dibungkus tanda kurung.
Error #CALC! muncul kalau gak ada satu pun baris yang cocok sama kriteria kamu. Excel bingung mau nampilin apa. Cara nyegahnya: isi argumen ketiga, misal =FILTER(A2:D500, B2:B500="Medan", "Gak ada data"). Sekarang kalau hasilnya kosong, yang muncul tulisan itu, bukan error. Selalu isi argumen ketiga kalau rumusnya dipakai orang lain.
Bisa, dengan dua cara. Cara pertama, kasih range yang cuma berisi kolom yang kamu mau, misal =FILTER(B2:B500, D2:D500>1000000). Cara kedua, bungkus pakai CHOOSECOLS buat milih kolom mana yang keluar, misal =CHOOSECOLS(FILTER(A2:F500, D2:D500>1000000), 1, 3, 5). Cara kedua lebih fleksibel kalau kolom yang kamu butuh gak berurutan.
Gak. FILTER cuma ada di Excel 365, Excel 2021, Excel 2024, dan Google Sheets. Di Excel 2016 dan 2019 kamu bakal dapat error #NAME?. Alternatif di versi lama: pakai AutoFilter, Advanced Filter, atau kombinasi INDEX dan SMALL yang rumusnya panjang banget. Kalau kerjaan kamu banyak main data, upgrade ke Excel 365 itu investasi yang cepat balik.
array dan include harus sama persis. 90% error FILTER dari sini.* buat DAN, + buat ATAU, dan tiap kondisi wajib dikurung.Buka file kerjaan kamu, cari laporan yang tiap minggu kamu klik-klik Filter-nya. Tulis ulang jadi satu rumus FILTER. Minggu depan kamu gak perlu buka file itu lagi.
Lanjut: referensi lengkap fungsi FILTER dan apa itu dynamic array di glosarium ngulikdata.
Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis
Latihan interaktif, langsung di browser.
Cara pakai rumus FV dan PV Excel buat hitung nilai uang di masa depan dan sekarang. Lengkap dengan contoh tabungan dan target modal UMKM.
Investasi kelihatan untung di atas kertas, tapi nilai uang berubah tiap tahun. NPV dan IRR Excel bantu kamu nilai apakah proyek beneran layak, bukan cuma kelihatan untung.
Sebelum ambil pinjaman, kamu bisa hitung sendiri cicilan bulanannya pakai satu rumus. Ini cara PMT Excel bekerja, lengkap dengan contoh modal usaha dan jebakan bunga tahunan.