Lewati ke konten

Word Cloud

Kumpulan kata yang ukurannya sesuai frekuensi, buat gambaran cepat isi data teks. Menarik dilihat, lemah buat analisis.

Awan kata · nama lain: Tag cloud, Wordcloud, Awan kata kunci, Text cloud

TeksPerbandinganDiagramUmum
Pertanyaan yang dijawab

Kata apa yang paling sering muncul di kumpulan teks ini?

Kata terbanyak di 800 ulasan warung ayam geprek (kemunculan)data contoh
pedas: 180 kalipedasporsi: 150 kaliporsilama: 130 kalilamaenak: 120 kalienakgurih: 70 kaligurihmurah: 65 kalimurahkriuk: 55 kalikriuksambal: 50 kalisambaldingin: 40 kalidinginramah: 30 kaliramahbungkus: 28 kalibungkusnasi: 25 kalinasiUkuran huruf ∝ frekuensi kata

Geser chart ke samping untuk lihat semuanya.

Contoh kasus: Ulasan pelanggan warung makan di aplikasi pesan antar

Pemilik warung ayam geprek di Semarang mengumpulkan 800 ulasan dari aplikasi pesan antar. Word cloud-nya langsung nunjukin “pedas”, “porsi”, dan “lama” sebagai kata besar, tapi baru setelah dihitung per frasa ketahuan bahwa “lama” kebanyakan muncul di ulasan bintang 1.

Apa itu Word Cloud?

Word cloud menampilkan kata-kata dari kumpulan teks, misalnya ulasan pelanggan atau jawaban survei terbuka, dengan ukuran huruf sesuai seberapa sering kata itu muncul. Kata paling sering jadi paling besar dan biasanya di tengah.

Jujur saja: word cloud lebih cocok sebagai hiasan pembuka daripada alat analisis. Ukuran huruf sulit dibandingkan, kata panjang terlihat lebih penting dari yang sebenarnya, dan konteks hilang total. “Tidak” dan “puas” muncul terpisah, padahal maksudnya “tidak puas”. Pakai buat kesan pertama, lalu dukung dengan bar chart frekuensi kata atau frasa.

Cara membaca

  1. Kata yang lebih besar muncul lebih sering.
  2. Posisi dan warna biasanya nggak punya arti, kecuali dijelaskan di legenda.
  3. Anggap sebagai gambaran kasar. Untuk angka pasti, lihat tabel frekuensinya.

Pakai kalau

  • Kamu butuh visual pembuka yang cepat menangkap tema umum dari teks.
  • Audiensnya umum dan presisi bukan tujuan utama.
  • Kamu sedang eksplorasi awal sebelum analisis teks yang lebih serius.

Hindari kalau

  • Keputusan bergantung pada perbandingan frekuensi. Pakai bar chart frekuensi kata yang terurut.
  • Makna bergantung pada frasa atau sentimen. Hitung bigram atau sentimen dulu, lalu tampilkan sebagai bar chart.
  • Teksnya sedikit, cuma belasan kalimat. Kutip langsung saja.

Tips biar chart-nya jelas

01

Buang stopword. Hapus kata umum seperti “yang”, “dan”, “di”, “nya” supaya kata bermakna muncul.

02

Satukan variasi kata. Samakan “bgt”, “banget”, dan “bngt” sebelum dihitung.

03

Sandingkan dengan bar chart. Taruh 10 kata teratas sebagai bar chart di sebelahnya buat angka yang bisa dipercaya.

Data di balik chart contoh

Ini tabel yang dipakai chart di atas. Coba bikin ulang chart-nya sendiri dari angka yang sama.

Data contoh: Kata terbanyak di 800 ulasan warung ayam geprek (kemunculan)
KataFrekuensi
pedas180
porsi150
lama130
enak120
gurih70
murah65
kriuk55
sambal50
dingin40
ramah30
bungkus28
nasi25

Skenario dan angka contoh, bukan data asli.

Latih ngerangkum data kayak gini di NgulikSQL →

Chart serupa

Chart bagus mulai dari data yang rapi.

Belajar ngerangkum data pakai SQL dan spreadsheet, langsung praktek di browser.

Mulai Belajar Gratis