Lewati ke konten

Sankey Diagram

Pita yang lebarnya sebanding volume, buat nunjukin aliran dari satu tahap atau kelompok ke tahap berikutnya.

Diagram Sankey · nama lain: Sankey chart, Diagram aliran, Flow diagram, Alluvial diagram

AliranProporsiDiagramAnalis
Pertanyaan yang dijawab

Volume dari tiap sumber mengalir ke mana saja, dan seberapa besar?

Pengunjung per kanal & tahap terakhir, Ramadan 2026 (orang)data contoh
Instagram4.500Hanya lihat produk10.100Keranjang, tak bayar2.700Bayar1.500TikTok6.800Google3.000

Geser chart ke samping untuk lihat semuanya.

Contoh kasus: Dari kanal iklan sampai jadi pembeli di toko online

Toko online fashion di Bandung mencatat pengunjung dari Instagram, TikTok, dan Google selama Ramadan, lalu tahap mereka: lihat produk, masuk keranjang, bayar. Sankey-nya nunjukin TikTok menyumbang pengunjung paling banyak, tapi pita tebal dari Google yang paling banyak sampai ke tahap bayar.

Apa itu Sankey Diagram?

Sankey diagram menggambarkan perpindahan volume lewat pita (link) yang menghubungkan simpul (node). Lebar tiap pita sebanding dengan besar alirannya, jadi aliran yang paling tebal langsung kelihatan sebagai jalur utama. Simpul bisa disusun dalam beberapa kolom, misalnya sumber traffic, halaman yang dikunjungi, lalu hasil akhirnya.

Chart ini bekerja karena mata kita cepat membandingkan ketebalan. Kamu nggak perlu baca angka satu per satu buat tahu bahwa sebagian besar pembeli datang dari satu kanal, atau bahwa ada kebocoran besar di tahap tertentu. Total yang masuk ke sebuah simpul juga selalu sama dengan total yang keluar, jadi nggak ada volume yang hilang diam-diam.

Cara membaca

  1. Tiap kotak atau batang tegak adalah simpul: kategori di satu tahap.
  2. Lebar pita = besar aliran. Makin tebal, makin banyak volume yang pindah lewat jalur itu.
  3. Baca dari kiri ke kanan. Tinggi simpul menunjukkan total volume yang lewat di tahap itu.

Pakai kalau

  • Kamu mau nunjukin perjalanan pelanggan atau budget dari sumber sampai tujuan akhir.
  • Ada beberapa tahap dan tiap tahap bercabang ke beberapa arah.
  • Kamu ingin menyorot jalur dominan dan titik kebocoran sekaligus.

Hindari kalau

  • Alurnya lurus tanpa cabang. Funnel chart lebih ringkas buat itu.
  • Simpul dan alirannya terlalu banyak sampai pita saling tumpuk kayak benang kusut.
  • Kamu cuma butuh membandingkan total per kategori. Bar chart lebih jelas.

Tips biar chart-nya jelas

01

Batasi simpul. Gabungkan kategori kecil jadi “Lainnya” supaya pita utama tetap terbaca.

02

Warnai berdasarkan sumber. Pita yang mewarisi warna simpul asalnya bikin jalur gampang diikuti.

03

Tulis angka di simpul. Label total di tiap simpul menghemat tebak-tebakan soal lebar pita.

Data di balik chart contoh

Ini tabel yang dipakai chart di atas. Coba bikin ulang chart-nya sendiri dari angka yang sama.

Data contoh: Pengunjung per kanal & tahap terakhir, Ramadan 2026 (orang)
Dari (kanal)Ke (tahap terakhir)Pengunjung
InstagramHanya lihat produk3.200
InstagramKeranjang, tak bayar900
InstagramBayar400
TikTokHanya lihat produk5.400
TikTokKeranjang, tak bayar1.100
TikTokBayar300
GoogleHanya lihat produk1.500
GoogleKeranjang, tak bayar700
GoogleBayar800

Skenario dan angka contoh, bukan data asli.

Latih ngerangkum data kayak gini di NgulikSQL →

Chart serupa

Chart bagus mulai dari data yang rapi.

Belajar ngerangkum data pakai SQL dan spreadsheet, langsung praktek di browser.

Mulai Belajar Gratis