Antar kelompok mana saja terjadi perpindahan, dan seberapa besar ke tiap arah?
Geser chart ke samping untuk lihat semuanya.
Contoh kasus: Perpindahan pelanggan antar aplikasi ojek online
Tim riset sebuah startup mensurvei pengguna ojek online di Jakarta: aplikasi apa yang dulu dipakai dan apa yang sekarang dipakai. Chord diagram-nya nunjukin pita tebal dari aplikasi A ke B, sementara aliran balik dari B ke A tipis, artinya B yang lagi menang.
Apa itu Chord Diagram?
Chord diagram menyusun kategori sebagai ruas di keliling lingkaran. Panjang ruas sebanding dengan total volume kategori itu, lalu pita melengkung di dalam lingkaran menghubungkan dua kategori. Lebar pita di tiap ujungnya menunjukkan berapa banyak yang mengalir dari satu sisi ke sisi lain.
Kekuatannya ada di data matriks: siapa ke siapa, untuk semua pasangan sekaligus. Beda dengan sankey yang bergerak satu arah dari kiri ke kanan, chord diagram cocok buat aliran yang bolak-balik, misalnya pelanggan pindah merek atau perpindahan antar kota. Gantinya, chart ini butuh waktu buat dibaca dan gampang jadi ramai.
Cara membaca
- Tiap ruas di keliling lingkaran adalah satu kategori. Makin panjang ruasnya, makin besar totalnya.
- Pita yang menghubungkan dua ruas = aliran antar kedua kategori itu.
- Lebar pita di masing-masing ujung menunjukkan volume ke tiap arah, jadi aliran bisa nggak seimbang.
Pakai kalau
- Kamu punya data perpindahan antar kategori yang sama di kedua sisi, misalnya merek asal dan merek tujuan.
- Aliran terjadi dua arah dan kamu ingin lihat mana yang lebih dominan.
- Kategorinya sedikit, sekitar 4 sampai 8.
Hindari kalau
- Audiensmu awam dan butuh pesan cepat. Heatmap matriks atau bar chart lebih gampang dibaca.
- Alirannya bertahap satu arah. Pakai sankey diagram.
- Kategorinya puluhan sampai pitanya tumpang tindih.
Tips biar chart-nya jelas
Urutkan ruas. Taruh kategori yang saling banyak berhubungan bersebelahan supaya pita lebih pendek.
Sorot satu kategori. Redupkan pita lain saat hover atau di versi statis supaya cerita utamanya jelas.
Sertakan tabelnya. Matriks angka di bawah chart membantu pembaca yang mau angka persis.
Data di balik chart contoh
Ini tabel yang dipakai chart di atas. Coba bikin ulang chart-nya sendiri dari angka yang sama.
| Dulu pakai | Sekarang pakai | Responden |
|---|---|---|
| Aplikasi A | Aplikasi B | 180 |
| Aplikasi B | Aplikasi A | 40 |
| Aplikasi A | Aplikasi C | 60 |
| Aplikasi C | Aplikasi A | 30 |
| Aplikasi C | Aplikasi B | 70 |
| Aplikasi B | Aplikasi C | 50 |
| Aplikasi A | Aplikasi D | 25 |
| Aplikasi D | Aplikasi B | 55 |
| Aplikasi D | Aplikasi A | 15 |
| Aplikasi C | Aplikasi D | 20 |
Skenario dan angka contoh, bukan data asli.
Latih ngerangkum data kayak gini di NgulikSQL →Chart serupa
Chart bagus mulai dari data yang rapi.
Belajar ngerangkum data pakai SQL dan spreadsheet, langsung praktek di browser.