Candlestick Chart
Tiap periode digambar sebagai lilin yang menunjukkan harga buka, tertinggi, terendah, dan tutup.
Grafik lilin · nama lain: OHLC chart, Grafik candlestick, Japanese candlestick, Stock chart
Gimana harga bergerak dalam tiap periode: buka di mana, tutup di mana, dan seberapa jauh rentangnya?
Geser chart ke samping untuk lihat semuanya.
Contoh kasus: Harga cabai rawit harian di pasar induk
Seorang analis pangan mencatat harga cabai rawit per kilogram di pasar induk: harga pembukaan, tertinggi, terendah, dan penutupan tiap hari pasar selama dua minggu. Candlestick chart-nya memperlihatkan lilin-lilin pendek di awal, lalu lilin panjang dengan wick yang lebar begitu hujan mulai turun, tanda harga sangat bergejolak dalam sehari.
Apa itu Candlestick Chart?
Candlestick chart meringkas pergerakan harga dalam satu periode (hari, minggu, jam) jadi satu lilin. Badan lilin menunjukkan rentang harga buka sampai tutup, dan sumbu tipis di atas-bawahnya (wick) menunjukkan harga tertinggi dan terendah.
Warna badan memberi tahu arah: biasanya hijau atau terang kalau harga tutup lebih tinggi dari harga buka, dan merah kalau lebih rendah. Dalam satu pandangan kamu bisa melihat tren sekaligus seberapa bergejolak tiap periodenya. Chart ini standar di dunia saham dan kripto.
Cara membaca
- Warna badan menunjukkan arah: naik (tutup di atas buka) atau turun (tutup di bawah buka).
- Panjang badan adalah selisih harga buka dan tutup; badan panjang berarti pergerakan kuat.
- Ujung wick atas dan bawah adalah harga tertinggi dan terendah di periode itu.
Pakai kalau
- Datamu berupa harga dengan nilai open, high, low, close per periode.
- Kamu mau melihat volatilitas, bukan cuma harga penutupan.
- Pembacanya sudah terbiasa dengan grafik saham atau kripto.
Hindari kalau
- Kamu cuma punya satu nilai per periode. Pakai line chart.
- Audiensnya awam dan cuma perlu tahu tren. Line chart harga penutupan lebih mudah dibaca.
Tips biar chart-nya jelas
Jelaskan arti warna. Nggak semua pasar pakai konvensi sama, jadi tulis di legenda warna mana yang berarti naik.
Tambahkan volume di bawah. Batang volume perdagangan di panel bawah sering membantu konteks.
Jangan terlalu banyak lilin. Untuk rentang panjang, ganti periode jadi mingguan atau bulanan supaya lilin nggak jadi garis tipis.
Data di balik chart contoh
Ini tabel yang dipakai chart di atas. Coba bikin ulang chart-nya sendiri dari angka yang sama.
| Tanggal | Buka | Tertinggi | Terendah | Tutup |
|---|---|---|---|---|
| 1 Okt | 48 | 50 | 47 | 49 |
| 2 Okt | 49 | 51 | 48 | 50 |
| 3 Okt | 50 | 52 | 49 | 51 |
| 5 Okt | 51 | 53 | 49 | 50 |
| 6 Okt | 50 | 52 | 48 | 52 |
| 7 Okt | 52 | 61 | 51 | 59 |
| 8 Okt | 59 | 68 | 55 | 66 |
| 9 Okt | 66 | 72 | 58 | 61 |
| 10 Okt | 61 | 75 | 60 | 73 |
| 12 Okt | 73 | 78 | 62 | 64 |
Skenario dan angka contoh, bukan data asli.
Latih ngerangkum data kayak gini di NgulikSQL →Chart serupa
Chart bagus mulai dari data yang rapi.
Belajar ngerangkum data pakai SQL dan spreadsheet, langsung praktek di browser.