Cara Bikin Skala Likert di Google Form Tanpa Ribet
Blog/Tutorial Excel & Sheets/Cara Bikin Skala Likert di Google Form Tanpa Ribet

Cara Bikin Skala Likert di Google Form Tanpa Ribet

BimaBima
·28 September 2025·11 menit baca

Penulis

Bima

Bima

Founder & Data Professional

Bagikan

TL;DR

Cara bikin skala Likert di Google Form paling rapi pakai tipe pertanyaan Kisi Pilihan Ganda, karena kamu bisa kasih label kata di tiap kolom dan nampung banyak pernyataan sekaligus. Tipe Skala Linier lebih cocok buat satu pertanyaan dengan skala angka. Setelah respons masuk, ubah label teks jadi angka pakai VLOOKUP di Google Sheets, lalu hitung distribusi dan skor Top 2 Box.

Skala Likert di Google Form paling rapi dibikin pakai tipe pertanyaan Kisi Pilihan Ganda, karena tiap kolom bisa dikasih label kata dan satu tabel bisa nampung banyak pernyataan sekaligus.

Kalau kamu pernah bikin survei kepuasan lalu bingung mau diapain jawabannya, biasanya masalahnya ada di bentuk pertanyaan. Jawaban isian bebas susah dihitung, jawaban ya atau enggak terlalu kasar.

Skala Likert nutup celah itu. Responden milih tingkat persetujuan, dan kamu dapat angka yang bisa dirata-rata, dibandingin antar cabang, dan dipantau tiap bulan.

Di bawah ini cara bikinnya, cara milih jumlah poin skala, dan rumus buat ngolah hasilnya.

Apa itu skala Likert?

Skala Likert adalah cara ngukur pendapat dengan minta responden milih tingkat persetujuan terhadap sebuah pernyataan, biasanya dari Sangat Tidak Setuju sampai Sangat Setuju. Metode ini dikenalkan psikolog Rensis Likert tahun 1932, dan sampai sekarang jadi bentuk pertanyaan survei paling banyak dipakai.

Kuncinya ada di kata pernyataan. Skala Likert gak nanya, dia ngasih kalimat lalu minta reaksi.

Bandingin dua bentuk ini:

  • Bukan Likert: "Gimana pendapatmu soal kecepatan pelayanan kami?"
  • Likert: "Pelayanan di kasir berlangsung cepat." lalu skala Sangat Tidak Setuju sampai Sangat Setuju.

Bentuk kedua lebih gampang dijawab dan hasilnya langsung berupa angka.

Tipe pertanyaan mana yang dipakai di Google Form?

Google Form punya tiga tipe yang bisa dipakai buat skala Likert, dan pilihannya nentuin seberapa rapi datamu nanti. Kisi Pilihan Ganda paling cocok buat Likert klasik, Skala Linier buat satu pertanyaan berbasis angka, Pilihan Ganda biasa buat kasus khusus.

TipeLabel kataBanyak pernyataanPaling cocok buat
Kisi Pilihan GandaBisa di tiap kolomYa, satu tabelSurvei kepuasan dengan 5-10 pernyataan
Skala LinierCuma di dua ujungGak, satu per pertanyaanSkor NPS, penilaian angka 1-10
Pilihan GandaBisa semuaGak, satu per pertanyaanSatu pertanyaan penting yang berdiri sendiri

Satu hal yang sering bikin kaget: Skala Linier cuma ngizinin label di angka pertama dan terakhir. Jadi kalau kamu mau tiap titik punya label kata, Skala Linier gak bisa.

Daftar lengkap tipe pertanyaan dan batasannya ada di pusat bantuan Google Docs Editors.

Gimana langkah bikin skala Likert di Google Form?

Tujuh langkah ini pakai Kisi Pilihan Ganda, bentuk yang paling sering dibutuhkan. Total waktunya sekitar 10 menit buat survei dengan 6 pernyataan.

  1. Buka forms.google.com, klik Kosong buat bikin form baru.
  2. Kasih judul yang jelas, misalnya "Survei Kepuasan Pelanggan Toko Berkah September 2025".
  3. Klik ikon tambah pertanyaan, lalu ganti tipenya jadi Kisi Pilihan Ganda.
  4. Di bagian Baris, isi satu pernyataan per baris. Ini daftar hal yang mau kamu nilai.
  5. Di bagian Kolom, isi lima label skala berurutan dari negatif ke positif.
  6. Aktifin Wajib diisi setiap baris supaya gak ada pernyataan yang dilewat.
  7. Klik Pratinjau, isi sendiri sekali, pastiin tampilannya kebaca di layar HP.

Contoh isian baris dan kolom buat survei kepuasan toko:

Baris (pernyataan)Kolom (skala)
Produk yang saya cari selalu tersediaSangat Tidak Setuju
Harga di toko ini sepadan dengan kualitasnyaTidak Setuju
Staf toko membantu ketika saya butuhNetral
Antrean di kasir bergerak cepatSetuju
Saya akan merekomendasikan toko ini ke temanSangat Setuju

Kalau mau pakai Skala Linier

Pilih tipe Skala Linier, atur rentangnya dari 1 sampai 5, lalu isi label di ujung kiri dengan "Sangat tidak puas" dan ujung kanan "Sangat puas". Tampilannya jadi deretan lingkaran bernomor.

Bentuk ini enak dipakai di HP dan cepat diisi. Kekurangannya, responden nebak sendiri arti angka 2 dan 4.

Berapa poin skala yang sebaiknya dipakai?

Lima poin buat mayoritas kasus. Responden bisa bedain lima pilihan tanpa mikir lama, dan hasilnya cukup halus buat dilihat pergerakannya antar periode. Tujuh poin dipakai kalau kamu butuh membedakan pendapat yang jaraknya tipis, biasanya di riset akademik.

Jumlah poinAda titik tengahKapan dipakai
4GakKamu butuh responden ambil sikap, gak boleh netral
5YaSurvei kepuasan pelanggan dan karyawan sehari-hari
7YaRiset yang butuh sebaran skor lebih halus
10Gak jelasSkor NPS dan penilaian umum, bukan Likert klasik

Satu catatan penting. Pilihan Netral itu beda arti sama Gak Tahu. Netral artinya punya pendapat tapi di tengah, Gak Tahu artinya gak punya informasi. Kalau kamu butuh dua-duanya, taruh Gak Tahu sebagai kolom terpisah di ujung kanan, jangan di tengah skala.

Gimana nulis label skala yang enak dibaca?

Label harus seimbang kiri kanan dan pakai bahasa yang sama tingkat formalnya. Kalau kiri pakai "Sangat Tidak Setuju" tapi kanan cuma "Setuju Sekali", jaraknya jadi gak simetris dan hasilnya condong.

Empat set label yang aman dipakai:

Untuk mengukurSet label
PersetujuanSangat Tidak Setuju, Tidak Setuju, Netral, Setuju, Sangat Setuju
KepuasanSangat Tidak Puas, Tidak Puas, Biasa Saja, Puas, Sangat Puas
FrekuensiGak Pernah, Jarang, Kadang, Sering, Selalu
KepentinganGak Penting, Kurang Penting, Cukup Penting, Penting, Sangat Penting

Urutkan selalu dari negatif ke positif, kiri ke kanan. Kalau di satu pertanyaan urutannya kebalik, responden yang buru-buru bakal salah pilih dan datamu rusak tanpa kelihatan.

Gimana cara olah hasilnya di Google Sheets?

Di tab Respons, klik ikon Sheets buat bikin spreadsheet tersambung. Tiap baris jadi satu responden, tiap kolom jadi satu pernyataan, isinya masih berupa teks label. Langkah pertama ngubah teks itu jadi angka.

1. Bikin tabel bantu

Di sheet terpisah, isi dua kolom:

LabelNilai
Sangat Tidak Setuju1
Tidak Setuju2
Netral3
Setuju4
Sangat Setuju5

2. Ubah teks jadi angka

=IFERROR(VLOOKUP(B2, Bantu!$A$2:$B$6, 2, FALSE), "")

Argumen FALSE di akhir wajib, itu yang bikin pencocokannya persis. Fungsi VLOOKUP nyari label di kolom kiri lalu balikin angkanya, dan IFERROR bikin sel kosong tetap bersih.

3. Hitung distribusi per pilihan

=COUNTIF($B$2:$B$201, $K2)
=COUNTIF($B$2:$B$201, $K2)/COUNTA($B$2:$B$201)

Taruh daftar label di kolom K, lalu tarik rumusnya ke bawah. Kamu langsung dapat berapa orang milih tiap pilihan dan persentasenya. Ini pakai COUNTIF, fungsi hitung bersyarat yang paling sering kepakai buat survei.

4. Hitung rata-rata dan nilai tengah

=AVERAGE(H2:H201)
=MEDIAN(H2:H201)

Tampilkan dua-duanya. AVERAGE gampang dibandingin antar periode, tapi MEDIAN lebih jujur waktu jawabannya numpuk di satu sisi.

5. Hitung skor Top 2 Box

=(COUNTIF($B$2:$B$201,"Setuju")+COUNTIF($B$2:$B$201,"Sangat Setuju"))/COUNTA($B$2:$B$201)

Top 2 Box artinya persentase orang yang milih dua pilihan paling positif. Angka ini yang paling gampang dipahami manajemen, soalnya bentuknya persen, bukan skor 3,8 yang butuh penjelasan.

Contoh kasus: survei kepuasan pelanggan Toko Berkah

Toko Berkah nyebar form ke pembeli lewat QR code di struk selama 3 minggu. Masuk 214 respons dari 4 cabang, dengan 5 pernyataan skala Likert 5 poin.

Hasil ringkasnya:

PernyataanRata-rataTop 2 Box
Produk yang saya cari selalu tersedia3,452%
Harga sepadan dengan kualitasnya4,178%
Staf toko membantu saat saya butuh4,383%
Antrean di kasir bergerak cepat2,934%
Saya akan merekomendasikan toko ini4,074%

Yang menarik muncul waktu hasilnya dipotong per cabang. Skor antrean kasir di cabang Godean cuma 2,3 sementara tiga cabang lain di atas 3,1. Selisih 0,8 poin itu ketutup rata-rata gabungan yang kelihatan biasa aja.

Setelah dicek, cabang Godean cuma punya 1 kasir aktif di jam 17.00 sampai 19.00, padahal 41 persen transaksi hariannya terjadi di rentang jam itu.

Motong hasil survei per segment selalu ngasih temuan yang lebih berguna daripada satu angka gabungan.

Kesalahan umum waktu bikin skala Likert

1. Nulis dua ide dalam satu pernyataan

"Staf ramah dan cepat melayani" itu dua hal. Responden yang ketemu staf ramah tapi lambat bingung mau jawab apa. Pecah jadi dua pernyataan.

2. Pakai kalimat negatif

"Saya gak pernah kesulitan menemukan produk" bikin arti Sangat Setuju jadi terbalik. Waktu diolah, kamu harus balik skornya dan itu sering kelupaan. Tulis semua pernyataan dalam bentuk positif.

3. Label kolom gak seimbang

Kalau ada 2 pilihan negatif dan 3 pilihan positif, hasilnya condong ke atas dari awal. Jumlah pilihan di kiri dan kanan titik tengah harus sama.

4. Lupa aktifin wajib isi

Baris yang dilewat bikin jumlah responden beda-beda antar pernyataan. Rumus COUNTA kamu bakal ngasih pembagi yang berbeda tiap kolom.

5. Cuma laporin rata-rata

Rata-rata 3,0 bisa berarti semua orang milih Netral, atau setengah milih 1 dan setengah milih 5. Dua kondisi itu butuh tindakan yang beda banget. Selalu tampilkan distribusinya.

6. Nanya ke orang yang salah

Kalau form disebar cuma ke pelanggan yang masih datang, kamu gak pernah dengar suara yang udah pindah ke toko sebelah. Ini yang bikin skor kepuasan sering kelihatan bagus padahal omzet turun.

FAQ

Skala Likert sebaiknya 5 poin atau 7 poin?

Buat survei umum ke pelanggan atau karyawan, 5 poin paling aman. Responden gampang bedain lima pilihan tanpa mikir lama, dan tingkat penyelesaian survei biasanya lebih tinggi. Pakai 7 poin cuma kalau kamu butuh membedakan pendapat yang tipis banget, misalnya di riset akademik yang butuh sebaran skor lebih halus.

Apa bedanya Skala Linier sama Kisi Pilihan Ganda di Google Form?

Skala Linier cuma buat satu pertanyaan, tampilannya deretan angka, dan label kata cuma bisa ditaruh di ujung kiri dan kanan. Kisi Pilihan Ganda nampung banyak pernyataan dalam satu tabel dan tiap kolom bisa dikasih label kata lengkap. Buat skala Likert klasik dengan lima label, Kisi Pilihan Ganda lebih tepat.

Boleh gak menghitung rata-rata dari jawaban skala Likert?

Boleh buat laporan praktis, tapi sadar batasnya. Jarak antara Setuju dan Sangat Setuju belum tentu sama dengan jarak antara Netral dan Setuju, jadi rata-ratanya bukan angka yang presisi. Buat pengambilan keputusan, tampilkan juga distribusi per pilihan dan skor Top 2 Box supaya gambarannya lengkap.

Perlu gak kasih pilihan Netral di tengah skala?

Tergantung tujuan. Pilihan Netral bikin data lebih jujur karena responden yang memang gak punya pendapat gak dipaksa milih. Tapi kalau kamu butuh keputusan tegas, misalnya survei pilihan menu, pakai 4 poin tanpa tengah. Yang penting jangan ganti Netral jadi Gak Tahu, soalnya artinya beda.

Gimana cara ubah jawaban teks Likert jadi angka di Google Sheets?

Bikin tabel bantu dua kolom berisi label dan nilai angkanya, misalnya Sangat Tidak Setuju sama dengan 1 sampai Sangat Setuju sama dengan 5. Lalu pakai VLOOKUP dengan pencarian persis di kolom jawaban. Bungkus pakai IFERROR biar sel kosong gak bikin tampilan penuh pesan error.

Langkah berikutnya

Tiga hal yang paling nentuin kualitas data survei kamu: pakai Kisi Pilihan Ganda biar tiap titik punya label kata, tulis satu ide per pernyataan, dan laporkan distribusi bareng rata-rata.

Coba mulai dari 5 pernyataan doang. Survei pendek yang selesai diisi 90 detik ngasih data jauh lebih banyak daripada survei 30 pertanyaan yang ditinggal di tengah jalan.

Buat ngolah hasilnya lebih dalam, rumus COUNTIFS berguna banget waktu kamu mau motong jawaban per cabang dan per rentang usia sekaligus.

Udah punya form yang jalan? Coba hitung skor Top 2 Box-nya hari ini, lalu bandingin sama bulan depan.

Coba Langsung

Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis

Latihan interaktif, langsung di browser.

Buka NgulikSQL →
Bagikan:
Bima
Ditulis oleh

Bima

Founder & Data Professional

Founder Ngulik Data. Passionate about making data analysis accessible for everyone.

Artikel terkait

INDEX MATCH Google Sheets: Lookup Lebih Fleksibel dari VLOOKUP (2026)
Tutorial Excel & Sheets
19 Juli 2026•9 menit baca

INDEX MATCH Google Sheets: Lookup Lebih Fleksibel dari VLOOKUP (2026)

INDEX MATCH gabung dua fungsi buat lookup yang bisa nyari ke kiri dan nggak gampang rusak. Ini alasan banyak analis pindah dari VLOOKUP.

BimaBima
SUMPRODUCT Google Sheets: Hitung Berbobot Tanpa Ribet (2026)
Tutorial Excel & Sheets
18 Juli 2026•8 menit baca

SUMPRODUCT Google Sheets: Hitung Berbobot Tanpa Ribet (2026)

SUMPRODUCT ngaliin dua kolom atau lebih baris per baris, terus jumlahin hasilnya. Cocok buat total qty kali harga sampai hitungan bersyarat.

BimaBima
REGEXMATCH Google Sheets: Cek Kecocokan Pola Teks (2026)
Tutorial Excel & Sheets
17 Juli 2026•8 menit baca

REGEXMATCH Google Sheets: Cek Kecocokan Pola Teks (2026)

REGEXMATCH ngecek apakah teks cocok sama pola tertentu dan balikin TRUE atau FALSE. Cocok buat validasi nomor HP, email, sampai filter data berantakan.

BimaBima
Kembali ke Blog
Ngulik Data logoNgulik Data

Platform edukasi data lengkap untuk professionals Indonesia. Belajar SQL, Data Analysis, dan lebih banyak lagi dengan praktek langsung dan feedback real-time.

© 2026 Ngulik Data. Semua hak dilindungi.

TAUTAN
BantuanHargaDatasetBlogAfiliasi
LEGAL
Syarat & KetentuanKebijakan Privasi
Ngulik Data
DatasetLeaderboardBlogStore