Rumus FREQUENCY Excel: Buat Distribusi Frekuensi
TL;DR
FREQUENCY adalah fungsi Excel yang ngitung berapa banyak angka jatuh ke tiap rentang nilai (bin) yang kamu tentuin, lalu balikin hasilnya sebagai satu kolom distribusi frekuensi. Kamu kasih dua input: data_array (angka mentah) dan bins_array (batas atas tiap rentang). Di Excel 365 hasilnya nyebar otomatis, sedangkan di versi lama kamu harus masukin sebagai array formula pakai Ctrl+Shift+Enter.
FREQUENCY adalah fungsi Excel yang ngitung berapa banyak angka jatuh ke tiap rentang nilai yang kamu tentuin, lalu balikin hasilnya sebagai satu kolom distribusi frekuensi.
Kalau kamu punya 300 baris nominal belanja dan pengen tau berapa transaksi yang di bawah 50 ribu, berapa yang 50 sampai 100 ribu, dan seterusnya, FREQUENCY ngerjain itu sekali ketik. Nggak perlu nulis COUNTIF berkali-kali buat tiap rentang.
Di artikel ini kamu bakal belajar sintaksnya, cara nentuin bins yang bener, beda sama COUNTIFS, dan contoh nyata pakai data belanja toko UMKM.
Apa itu rumus FREQUENCY di Excel?
FREQUENCY ngitung seberapa sering angka muncul di dalam rentang tertentu, lalu ngasih tabel jumlah per rentang. Kamu kasih dua hal: kumpulan angka mentah dan daftar batas rentang. Hasilnya jumlah data di tiap rentang, cocok buat bikin histogram atau ringkasan sebaran nilai.
Batas rentang ini di Excel disebut bins. Tiap bin nampung angka yang lebih besar dari bin sebelumnya sampai dengan nilai bin itu sendiri. FREQUENCY jadi cara paling ringkas buat lihat pola sebaran data, misalnya distribusi umur pelanggan atau nilai transaksi. Konsep ini sama dengan distribusi frekuensi yang biasa kamu temuin di statistik dasar.
Gimana sintaks FREQUENCY dan cara kerjanya?
Sintaksnya cuma dua argumen: data mentah dan daftar batas. FREQUENCY lalu ngitung jumlah angka yang masuk ke tiap batas secara kumulatif dari bawah ke atas, dan balikin satu array angka yang panjangnya selalu satu lebih banyak dari jumlah bin.
=FREQUENCY(data_array, bins_array)
- data_array: rentang berisi angka mentah yang mau dihitung, misalnya kolom nominal belanja.
- bins_array: rentang berisi batas atas tiap kelompok, harus urut dari kecil ke besar.
Kunci yang sering bikin bingung: hasilnya selalu satu baris lebih banyak dari bin. Kalau bins kamu 50000, 100000, 150000, FREQUENCY balikin 4 angka. Tiga angka pertama buat tiga bin itu, dan angka keempat nampung semua nilai di atas 150000.
Cara ngitungnya kumulatif per rentang. Bin pertama nampung semua nilai sampai dengan 50000. Bin kedua nampung nilai di atas 50000 sampai dengan 100000. Gitu seterusnya. Angka yang pas di batas, misalnya 100000, masuk ke bin 100000, bukan bin di atasnya.
Cara pakai FREQUENCY step by step
Anggap kamu punya nominal belanja di kolom B2:B301 dan daftar bins di D2:D5. Ikutin langkah ini:
- Siapin daftar bins di satu kolom, urut dari kecil ke besar. Contoh: 50000, 100000, 150000, 200000.
- Di kolom hasil, siapin sel sebanyak jumlah bin ditambah satu. Kalau bins-nya 4, siapin 5 sel.
- Ketik
=FREQUENCY(B2:B301, D2:D5). - Di Excel 365 atau 2021, tekan Enter. Hasilnya nyebar otomatis ke bawah.
- Di Excel 2019 ke bawah, blok dulu 5 sel hasil, ketik rumusnya, terus tekan Ctrl+Shift+Enter. Excel bakal ngasih tanda kurung kurawal di sekitar rumus, tanda ini array formula.
Kalau kamu masih pakai Ctrl+Shift+Enter, jangan ketik kurung kurawalnya sendiri. Excel yang naruh otomatis pas kamu tekan tombolnya.
Cara nentuin bins yang bener
Bins nentuin seberapa berguna distribusinya. Bin yang kekecilan bikin tabelnya panjang dan susah dibaca. Bin yang kegedean nyembunyiin pola. Buat mulai, aturan praktisnya bagi rentang data jadi 5 sampai 8 kelompok yang lebarnya sama.
| Situasi | Saran bins |
|---|---|
| Nominal belanja 0 sampai 250 ribu | 50000, 100000, 150000, 200000 |
| Umur pelanggan 18 sampai 60 | 25, 35, 45, 55 |
| Nilai ujian 0 sampai 100 | 60, 70, 80, 90 |
Kalau kamu mau batas rentang yang rapi, hitung dulu nilai terkecil dan terbesar pakai MIN dan MAX, baru bagi rata. Buat ngukur posisi relatif tiap nilai, kamu bisa padu dengan PERCENTILE supaya bins-nya ngikutin sebaran asli, bukan cuma tebakan.
Contoh kasus: distribusi belanja toko_berkah
Aku pakai dataset toko_berkah, sebuah toko sembako UMKM dengan 300 transaksi dalam satu bulan. Nominal belanja ada di kolom B, dan aku pengen tau sebaran pelanggan belanja di kisaran berapa.
Bins-nya aku set 50000, 100000, 150000, 200000. Hasil FREQUENCY-nya gini:
| Rentang belanja | Jumlah transaksi |
|---|---|
| sampai 50.000 | 96 |
| 50.001 - 100.000 | 111 |
| 100.001 - 150.000 | 54 |
| 150.001 - 200.000 | 27 |
| di atas 200.000 | 12 |
Angka yang menarik: 69% transaksi (207 dari 300) ada di bawah 100 ribu. Artinya mayoritas pelanggan toko_berkah belanja kecil dan sering. Insight ini bikin pemilik toko mikir ulang soal promo bundling buat naikin nilai belanja rata-rata, bukan ngejar transaksi gede yang cuma 4% dari total.
Tanpa FREQUENCY, kamu harus nulis lima COUNTIFS terpisah buat dapat angka yang sama. Dengan FREQUENCY, cukup satu rumus.
FREQUENCY vs COUNTIFS: pilih yang mana?
Dua-duanya bisa bikin distribusi, tapi kekuatannya beda. FREQUENCY unggul kalau bins-nya rapi dan berurutan. COUNTIFS unggul kalau kriterianya campur atau nggak cuma soal angka.
| Aspek | FREQUENCY | COUNTIFS |
|---|---|---|
| Jumlah rumus | Satu buat semua rentang | Satu per rentang |
| Kriteria | Cuma angka | Angka, teks, tanggal |
| Risiko salah batas | Kecil, otomatis kumulatif | Lebih tinggi, batas manual |
| Fleksibel filter tambahan | Nggak bisa | Bisa (misal per kota) |
Kalau kamu butuh distribusi belanja per kota atau per kategori produk, COUNTIFS lebih pas karena bisa nambahin syarat lain. Cek panduan COUNTIF dan variannya kalau mau dalami opsi ini.
Kesalahan umum pakai FREQUENCY
- Lupa baris ekstra. Kalau kamu cuma sediain sel sebanyak jumlah bin, angka di atas batas tertinggi hilang dari hitungan.
- Bins nggak urut. FREQUENCY ngandelin urutan naik. Bins yang acak bikin hasil ngaco tanpa pesan error.
- Ngetik kurung kurawal sendiri. Di Excel lama, kurung kurawal muncul otomatis dari Ctrl+Shift+Enter. Kalau kamu ketik manual, rumusnya jadi teks biasa.
- Ngedit sebagian array. Di Excel lama, kamu nggak bisa hapus atau ubah satu sel dari hasil FREQUENCY. Harus blok seluruh array baru diedit.
FAQ
Beberapa pertanyaan yang sering muncul soal FREQUENCY.
Penutup
FREQUENCY bikin kamu lihat sebaran data dalam satu rumus, bukan tumpukan COUNTIFS. Kuncinya tiga: bins urut dari kecil ke besar, sediain satu sel ekstra buat nilai di atas batas tertinggi, dan di Excel lama pakai Ctrl+Shift+Enter.
Habis dapat tabel distribusinya, langsung ubah jadi histogram biar polanya kelihatan. Mau latihan langsung sambil dikoreksi? Kulik rumus statistik Excel lainnya di NgulikExcel, dan lanjut baca PERCENTILE dan QUARTILE Excel buat gabungin distribusi dengan ukuran posisi data. Referensi resminya ada di dokumentasi Microsoft FREQUENCY.
Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis
Latihan interaktif, langsung di browser.
Artikel terkait
Cara Menghitung Nilai Unik di Excel (2026)
Empat cara menghitung nilai unik di Excel, dari UNIQUE di Excel 365 sampai trik SUMPRODUCT COUNTIF buat versi lama. Plus hitung unik berkondisi.
Cara Membandingkan Dua Kolom di Excel (2026)
Lima cara membandingkan dua kolom di Excel yang paling sering kepakai buat rekap: dari rumus =A2=B2 sampai COUNTIF dan Conditional Formatting.
Cara Hapus Baris Kosong di Excel dengan Cepat
Ratusan baris kosong bikin data berantakan. Ini 4 cara hapus baris kosong di Excel, dari Go To Special yang kilat sampai Power Query yang paling aman.