Segmentation
Proses membagi pelanggan atau user ke kelompok-kelompok yang lebih kecil berdasarkan karakteristik yang sama, supaya kamu bisa komunikasi dan ambil keputusan yang lebih relevan untuk tiap kelompok.
Apa itu Segmentation?
Segmentation adalah cara kamu berhenti bicara ke semua orang dengan cara yang sama, dan mulai ngobrol dengan masing-masing kelompok secara lebih personal dan relevan.
Bayangkan kamu jualan kopi. Kalau kamu kirim promo yang sama ke semua pelanggan, baik yang suka espresso, yang suka kopi susu, yang datang tiap pagi, maupun yang cuma datang di weekend, hasilnya nggak akan optimal. Segmentation bikin kamu bisa ngirimin promo yang relevan ke orang yang tepat.
Di dunia data, segmentation berarti pakai data untuk membagi user atau pelanggan ke kelompok yang lebih homogen berdasarkan atribut atau perilaku tertentu.
Tipe-tipe Segmentation
| Tipe | Dasar Pembagian | Contoh |
|---|---|---|
| Demografis | Usia, gender, lokasi, pekerjaan | "User 25-34 tahun di Jabodetabek" |
| Behavioral | Tindakan dan pola penggunaan | "User yang login 3x seminggu" |
| Psychographic | Nilai, gaya hidup, motivasi | "User yang peduli lingkungan" |
| RFM | Recency, Frequency, Monetary | "High-value, frequent buyer" |
| Lifecycle | Tahap dalam perjalanan dengan produk | New user, Power user, Churned user |
RFM Segmentation: Yang Paling Populer di E-commerce Indonesia
RFM adalah cara yang paling banyak dipakai di industri e-commerce Indonesia. Cara kerjanya:
- Recency: Kapan terakhir mereka beli? Makin baru, makin bagus
- Frequency: Berapa kali mereka beli dalam periode tertentu?
- Monetary: Berapa total yang mereka belanjakan?
Dari skor RFM ini, kamu bisa identifikasi segmen kayak:
| Segmen | Karakteristik | Tindakan yang Tepat |
|---|---|---|
| Champions | Skor tinggi di ketiganya | Reward, ajak jadi brand advocate |
| At Risk | Dulu frequent buyer, udah lama nggak balik | Win-back campaign, diskon personal |
| New Customers | Baru beli pertama kali | Onboarding, dorong ke pembelian kedua |
| Lost | Sudah sangat lama nggak ada aksi | Survey kenapa mereka pergi, atau dilepas |
Segmentation di Product Analytics
Di luar e-commerce, segmentation juga penting banget di product analytics:
- Feature adoption: Siapa yang pakai fitur baru, siapa yang nggak?
- Plan/tier: User free vs premium punya engagement pattern yang berbeda?
- Acquisition channel: User yang datang dari iklan vs organic punya retention yang berbeda?
Insight dari segmentasi ini bisa jadi input untuk roadmap produk, prioritas fitur, dan strategi retensi.
Ciri Segmen yang Bagus
Segmen yang bagus harus memenuhi beberapa kriteria:
- Actionable: Ada sesuatu yang bisa kamu lakukan berbeda untuk tiap segmen
- Measurable: Bisa diukur dengan data yang kamu punya
- Substantial: Ukurannya cukup besar untuk worth it ditarget secara terpisah
- Stable: Nggak berubah terlalu cepat sehingga susah dieksekusi
Jangan kebanyakan segmen juga. Kalau kamu punya 50 segmen tapi cuma bisa execute untuk 3, lebih baik fokus ke 5-10 segmen yang paling impactful dulu.
Udah paham Segmentation? Lanjut latihan SQL dan Excel yuk!
Latihan interaktif, langsung di browser.