TL;DR
UPPER mengubah semua huruf jadi kapital, LOWER mengubah semua jadi huruf kecil, dan PROPER bikin huruf pertama tiap kata jadi kapital. Ketiganya cuma butuh satu argumen: =UPPER(A2). Fungsi ini penting karena Excel memperlakukan 'jakarta' dan 'Jakarta' sebagai teks berbeda di pivot table, jadi kolom yang nggak seragam bikin laporan pecah jadi dua baris.
UPPER bikin semua huruf jadi kapital. LOWER bikin semua jadi huruf kecil. PROPER bikin huruf pertama tiap kata kapital, sisanya kecil.
Ketiganya cuma butuh satu bahan:
=UPPER(A2)
=LOWER(A2)
=PROPER(A2)
Kelihatan sepele. Tapi kalau kolom nama pelanggan kamu diisi lima orang berbeda selama dua tahun, tiga rumus ini yang nyelametin laporan kamu dari pecah jadi dua baris.
Ketiganya fungsi teks yang ngubah huruf besar-kecil sebuah teks. Bedanya cuma di aturan mainnya.
| Fungsi | Aturan | Input | Hasil |
|---|---|---|---|
UPPER | Semua kapital | budi santoso | BUDI SANTOSO |
LOWER | Semua kecil | BUDI SANTOSO | budi santoso |
PROPER | Awal kata kapital | bUdI sAnToSo | Budi Santoso |
PROPER punya perilaku yang sering bikin kaget: dia nggak cuma kapitalin huruf pertama, dia juga ngecilin sisanya. Jadi "BUDI SANTOSO" yang udah kapital semua bakal berubah jadi "Budi Santoso".
Kadang itu yang kamu mau. Kadang nggak.
Excel bandingin teks persis, termasuk huruf besar-kecilnya, waktu ngelompokkan data di pivot table. "Jakarta", "JAKARTA", dan "jakarta" dianggap tiga kota berbeda.
Hasilnya: laporan penjualan per kota kamu punya tiga baris Jakarta dengan angka yang kepecah. Total globalnya bener, tapi ranking kotanya kacau.
Perbaikan paling gampang: seragamkan dulu kolomnya sebelum bikin pivot.
=PROPER(TRIM(A2))
TRIM beresin spasinya, PROPER beresin hurufnya. Kombinasi ini yang aku pakai sebagai langkah pertama tiap kali dapat file mentah. Lebih detail soal spasi ada di rumus TRIM Excel.
Aturan praktis yang aku pakai:
PROPER nggak tau mana yang singkatan. Dia kapitalin huruf pertama, kecilin sisanya, titik.
| Input | =PROPER(A2) | Yang kamu mau |
|---|---|---|
| PT MAJU JAYA | Pt Maju Jaya | PT Maju Jaya |
| CV BERKAH ABADI | Cv Berkah Abadi | CV Berkah Abadi |
| UD SUMBER REJEKI | Ud Sumber Rejeki | UD Sumber Rejeki |
Perbaikannya: PROPER dulu, terus benerin singkatannya pakai SUBSTITUTE.
=SUBSTITUTE(SUBSTITUTE(PROPER(A2);"Pt ";"PT ");"Cv ";"CV ")
Perhatiin spasi setelah "Pt" dan "Cv" di dalam tanda kutip. Tanpa spasi itu, kata kayak "Ptolemy" atau "Cvitkovic" ikut kena. Jarang sih, tapi mending aman.
Dataset toko_berkah punya kolom nama_pelanggan dengan 1.240 baris. Data ini gabungan dari tiga sumber: kasir yang selalu CAPS LOCK, form online yang huruf kecil semua, dan input manual yang campur aduk.
Waktu aku bikin pivot pelanggan unik, hasilnya 386 nama. Setelah kolom itu diseragamkan pakai PROPER, jumlahnya turun jadi 341.
45 nama itu pelanggan yang sama, cuma beda huruf besar-kecil. 12% dari daftar pelanggan yang selama ini dipakai buat kirim promo, salah.
=PROPER(TRIM(CLEAN(A2)))
Tiga fungsi, satu rumus. CLEAN buang karakter aneh sisa export, TRIM beresin spasi, PROPER seragamkan huruf. Urutannya dari dalam ke luar.
Excel punya UPPER, LOWER, PROPER, tapi nggak punya Sentence Case (kapital cuma di huruf pertama kalimat). Padahal ini yang paling sering dibutuhin buat kolom catatan atau deskripsi.
Bikin sendiri gampang:
=UPPER(LEFT(A2;1)) & LOWER(RIGHT(A2;LEN(A2)-1))
Bacanya: ambil huruf pertama, kapitalin. Ambil sisanya, kecilin. Gabungin. Fungsi LEFT, RIGHT, dan LEN yang ngerjain.
Contoh: "PESANAN DIKIRIM VIA JNE" jadi "Pesanan dikirim via jne". Nggak sempurna. JNE ikut kekecilin, tapi buat kolom catatan biasanya udah cukup.
Poin terakhir sering bikin bingung. Referensi lengkap perilaku fungsi teks Excel bisa kamu cek di dokumentasi fungsi teks Microsoft.
Di Excel, VLOOKUP nggak peka huruf besar-kecil. Di SQL, WHERE dan JOIN peka, setidaknya di PostgreSQL. Artinya 'jakarta' dan 'Jakarta' beneran nggak ketemu.
Makanya di database, LOWER dan UPPER bukan sekadar kosmetik. Aku bahas terpisah di UPPER dan LOWER SQL.
UPPER bikin semua huruf kapital. LOWER bikin semua kecil. PROPER bikin huruf pertama tiap kata kapital dan sisanya kecil. Buat kolom nama orang, PROPER biasanya paling pas. Buat kode produk, UPPER lebih aman.
PROPER nggak tau mana yang singkatan. PT jadi Pt, CV jadi Cv, NPWP jadi Npwp. Buat kolom nama perusahaan, PROPER lebih sering bikin masalah. Perbaiki singkatannya pakai SUBSTITUTE setelah PROPER.
Nggak ada bawaannya. Tapi bisa dibikin: =UPPER(LEFT(A2;1))&LOWER(RIGHT(A2;LEN(A2)-1)). Rumus ini kapitalin huruf pertama kalimat dan kecilkan sisanya.
Nggak. Angka dan tanda baca dilewatin apa adanya. Tapi hasil UPPER selalu berupa teks. Kalau diterapin ke angka murni, angkanya jadi teks dan nggak bisa dijumlah.
Di Excel 365, tulis =PROPER(A2:A1000) sekali dan hasilnya tumpah ke bawah. Di versi lama, tetap butuh kolom bantu plus Paste Special > Values.
Ringkasnya:
Kalau kolom nama kamu masih berantakan setelah dirapiin, kemungkinan besar sisanya masalah duplikat. Lanjut ke cara menghapus data duplikat di Excel.
Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis
Latihan interaktif, langsung di browser.
Cara pakai rumus FV dan PV Excel buat hitung nilai uang di masa depan dan sekarang. Lengkap dengan contoh tabungan dan target modal UMKM.
Investasi kelihatan untung di atas kertas, tapi nilai uang berubah tiap tahun. NPV dan IRR Excel bantu kamu nilai apakah proyek beneran layak, bukan cuma kelihatan untung.
Sebelum ambil pinjaman, kamu bisa hitung sendiri cicilan bulanannya pakai satu rumus. Ini cara PMT Excel bekerja, lengkap dengan contoh modal usaha dan jebakan bunga tahunan.