TL;DR
Rumus perkalian Excel pakai operator bintang: ketik =A2*B2 buat ngaliin isi dua sel. Kalau selnya banyak, PRODUCT lebih ringkas: =PRODUCT(A2:E2) ngaliin semua sel di range itu. Buat ngaliin satu kolom dengan satu angka tetap, kunci selnya pakai tanda dolar: =A2*$B$1. SUMPRODUCT ngaliin dua kolom lalu langsung menjumlahkan hasilnya dalam satu rumus.
Perkalian di Excel pakai tanda bintang: =A2*B2. Bukan huruf x, bukan simbol ×.
Itu jawaban singkatnya. Tapi ada 5 cara ngaliin di Excel, dan tiap cara ada tempatnya. Mulai dari operator biasa sampai SUMPRODUCT yang ngerjain kali dan jumlah dalam satu rumus.
Aku bahas satu-satu pakai data penjualan toko_berkah, plus jebakan yang bikin hasil perkalian kamu error atau salah diam-diam.
Ketik sama dengan, klik sel pertama, ketik bintang, klik sel kedua, Enter. Excel ngaliin isi dua sel yang kamu pilih.
A2 = 12 (jumlah)
B2 = 25000 (harga satuan)
C2 = =A2*B2 → 300000
Bisa dirantai buat lebih dari dua sel, dan bisa dicampur angka langsung:
=A2*B2*C2 → kali tiga sel
=A2*B2*1.11 → kali tiga sel + PPN 11%
=(A2-B2)*C2 → kurung dikerjain duluan
Excel ngikutin urutan operasi matematika standar: kurung dulu, terus kali dan bagi, baru tambah dan kurang. Kalau ragu, pakai kurung, gratis dan bikin rumus gampang dibaca 6 bulan ke depan.
PRODUCT ngaliin semua angka di range yang kamu kasih. Hasilnya sama persis kayak operator bintang, cuma nulisnya jauh lebih pendek kalau selnya banyak.
=PRODUCT(A2:E2)
setara dengan
=A2*B2*C2*D2*E2
Bedanya yang penting: PRODUCT ngabaikan sel kosong dan sel berisi teks. Operator bintang bakal ngasih #VALUE! kalau ada satu sel yang isinya teks.
| Isi range A2:C2 | =A2*B2*C2 | =PRODUCT(A2:C2) |
|---|---|---|
| 2, 3, 4 | 24 | 24 |
| 2, kosong, 4 | 0 | 8 |
| 2, "n/a", 4 | #VALUE! | 8 |
Baris kedua itu yang bahaya. Sel kosong dianggap 0 sama operator bintang, jadi hasilnya jadi 0, dan angka 0 nggak keliatan salah kayak #VALUE!. Kalau data kamu ada yang bolong, PRODUCT lebih aman.
Detail argumennya ada di halaman fungsi PRODUCT.
Ini yang paling sering bikin orang bingung. Kamu punya kolom jumlah, dan satu sel berisi harga yang berlaku buat semua baris.
Kunci sel harganya pakai tanda dolar. Namanya absolute reference.
B1 = 25000 (harga per unit)
C2 = =A2*$B$1 → tarik ke bawah
C3 = =A3*$B$1 ← B1-nya nggak ikut geser ✅
C4 = =A4*$B$1
Kalau kamu nulis =A2*B1 tanpa dolar, waktu ditarik ke bawah referensinya ikut turun: =A3*B2, =A4*B3. B2 dan B3 kosong, jadi semua hasilnya 0.
Cara cepat masang dolar: klik di referensi selnya, tekan F4. Tekan sekali dapat $B$1, dua kali B$1, tiga kali $B1.
Penjelasan lebih dalam soal kunci sel ada di glosarium absolute reference.
SUMPRODUCT ngaliin dua kolom baris per baris, terus langsung menjumlahkan semua hasilnya. Satu rumus, nggak perlu kolom bantu.
=SUMPRODUCT(A2:A10, B2:B10)
setara dengan:
(A2*B2) + (A3*B3) + ... + (A10*B10)
Ini yang aku pakai buat ngitung total omzet dari kolom jumlah dan kolom harga, tanpa bikin kolom subtotal dulu.
SUMPRODUCT juga bisa dikasih kondisi. Mau total omzet buat kota Bandung doang?
=SUMPRODUCT((C2:C10="Bandung") * A2:A10 * B2:B10)
Bagian (C2:C10="Bandung") ngasilin TRUE atau FALSE per baris, yang di Excel dibaca sebagai 1 dan 0. Baris yang bukan Bandung dikali 0, jadi nggak ikut kehitung.
Syaratnya: kedua range harus punya jumlah baris yang sama persis. Kalau beda, hasilnya #VALUE!.
Kadang kamu cuma pengen ngaliin 500 baris sekaligus tanpa nambah kolom rumus. Misalnya semua harga naik 10%.
1.1 di sel kosong mana pun.1.1 tadi.Angkanya langsung berubah di tempat. Nggak ada kolom baru, nggak ada rumus yang nyantol.
Peringatan: ini nggak bisa di-undo dengan gampang kalau kamu udah save dan tutup filenya. Backup dulu.
Data penjualan 6 produk toko_berkah bulan Maret. Kolom D dihitung pakai =B2*C2, kolom E pakai =D2*$F$1 di mana F1 berisi 0,11 (PPN 11%).
| Produk | Qty | Harga | Subtotal | PPN 11% | Total |
|---|---|---|---|---|---|
| Beras 5kg | 40 | 68.000 | 2.720.000 | 299.200 | 3.019.200 |
| Minyak 2L | 65 | 34.500 | 2.242.500 | 246.675 | 2.489.175 |
| Gula 1kg | 120 | 17.000 | 2.040.000 | 224.400 | 2.264.400 |
| Kopi Gayo | 28 | 45.000 | 1.260.000 | 138.600 | 1.398.600 |
| Tepung 1kg | 90 | 12.500 | 1.125.000 | 123.750 | 1.248.750 |
| Telur 1kg | 75 | 28.000 | 2.100.000 | 231.000 | 2.331.000 |
Total omzet sebelum PPN pakai satu rumus, tanpa kolom subtotal:
=SUMPRODUCT(B2:B7, C2:C7) → 11.487.500
Yang menarik dari data ini: Gula 1kg terjual paling banyak (120 unit) tapi omzetnya cuma nomor 3. Kopi Gayo cuma laku 28 unit tapi harganya paling tinggi.
Kalau kamu cuma lihat kolom Qty, kamu bakal salah tebak produk mana yang paling nyumbang duit. Perkalian itu yang ngubah "jumlah barang" jadi "jumlah uang".
=A2xB2 ngasih #NAME?. Excel baca "xB2" sebagai nama range yang nggak ada.=ISNUMBER(A2), kalau FALSE, bersihin pakai =VALUE(TRIM(A2)).=A2*B1 yang ditarik ke bawah bakal geser jadi =A3*B2. Pakai $B$1.PRODUCT kalau data kamu suka bolong.25.000 dibaca sebagai 25 ribu tapi 25,5 dibaca sebagai 25 koma 5. Data dari sistem berbahasa Inggris sering kebalik dan bikin perkalian meleset 1000 kali lipat.ROUND(A2*B2, 0) kalau butuh angka pas.Referensi lengkap operator hitung Excel ada di dokumentasi Microsoft.
Tanda bintang atau asterisk (*), bukan huruf x dan bukan simbol ×. Rumusnya =A2*B2. Kalau kamu ngetik =A2xB2, Excel bakal ngasih error #NAME? soalnya dia baca "xB2" sebagai nama yang nggak dikenal. Simbol × juga nggak dikenali sebagai operator. Di keyboard, tanda bintang ada di Shift+8 atau di numpad.
Hasilnya sama, cuma cara nulisnya beda. Operator bintang lebih cepat kalau cuma 2-3 sel. PRODUCT lebih ringkas kalau selnya banyak atau berurutan: =PRODUCT(A2:J2) jauh lebih pendek daripada =A2*B2*C2*D2 sampai J2. Bedanya lagi, PRODUCT ngabaikan sel yang isinya teks atau kosong, sementara operator bintang bakal ngasih error #VALUE! kalau ada sel yang isinya teks.
Ada sel yang isinya teks, bukan angka. Sering kejadian di data hasil export sistem. Angkanya kelihatan normal tapi disimpan sebagai teks, biasanya ada spasi tersembunyi atau pakai koma sebagai pemisah desimal. Cek pakai =ISNUMBER(A2); kalau hasilnya FALSE, berarti itu teks. Bersihin pakai =VALUE(TRIM(A2)) atau ubah format kolomnya jadi Number.
Kunci sel angkanya pakai tanda dolar. Kalau tarifnya ada di B1, tulis =A2*$B$1 di kolom hasil, lalu tarik ke bawah. Tanda dolar bikin referensi B1 nggak ikut geser waktu rumusnya dicopy. Tanpa dolar, baris kedua bakal jadi =A3*B2 dan hasilnya ngaco. Alternatif tanpa rumus: copy angka tarifnya, blok kolom target, klik kanan Paste Special, pilih Multiply.
Ringkasan cepat, tinggal pilih sesuai kebutuhan:
=A2*B2, dua sampai tiga sel, paling cepat diketik.=PRODUCT(A2:E2), banyak sel, dan aman kalau ada yang kosong.=A2*$B$1, satu kolom dikali satu angka tetap.=SUMPRODUCT(A2:A10, B2:B10), kali dan jumlah sekaligus, tanpa kolom bantu.Coba SUMPRODUCT di file penjualan kamu sekarang. Kalau selama ini kamu bikin kolom subtotal cuma buat di-SUM, satu rumus itu bisa ngehapus satu kolom penuh.
Lanjut baca: rumus pembagian Excel dan cara nangkis error DIV/0.
Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis
Latihan interaktif, langsung di browser.
Cara pakai rumus FV dan PV Excel buat hitung nilai uang di masa depan dan sekarang. Lengkap dengan contoh tabungan dan target modal UMKM.
Investasi kelihatan untung di atas kertas, tapi nilai uang berubah tiap tahun. NPV dan IRR Excel bantu kamu nilai apakah proyek beneran layak, bukan cuma kelihatan untung.
Sebelum ambil pinjaman, kamu bisa hitung sendiri cicilan bulanannya pakai satu rumus. Ini cara PMT Excel bekerja, lengkap dengan contoh modal usaha dan jebakan bunga tahunan.