TL;DR
HLOOKUP adalah fungsi Excel yang nyari nilai di baris paling atas sebuah tabel, lalu balikin nilai dari baris lain di kolom yang sama. Sintaksnya =HLOOKUP(nilai_dicari; tabel; nomor_baris; FALSE). Huruf H artinya horizontal. Fungsi ini kepakai kalau data kamu melebar ke samping, misalnya kolom Jan sampai Des. Argumen FALSE wajib ditulis biar Excel nyari yang persis sama.
HLOOKUP adalah fungsi Excel yang nyari nilai di baris paling atas sebuah tabel, lalu ngambil data dari baris di bawahnya, di kolom yang sama.
Huruf H-nya dari horizontal. Kepakai kalau data kamu melebar ke samping. Kolom Jan sampai Des, minggu 1 sampai 4, atau kelas A sampai F.
Contoh di sini pakai rekap bulanan toko_berkah. Bulannya jadi kolom, metriknya jadi baris:
| A | B (Jan) | C (Feb) | D (Mar) | E (Apr) | F (Mei) | G (Jun) | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Metrik | Jan | Feb | Mar | Apr | Mei | Jun |
| 2 | Target | 40.000.000 | 42.000.000 | 45.000.000 | 45.000.000 | 50.000.000 | 48.000.000 |
| 3 | Realisasi | 38.500.000 | 44.200.000 | 41.800.000 | 47.900.000 | 55.300.000 | 43.100.000 |
| 4 | Transaksi | 412 | 455 | 398 | 501 | 578 | 447 |
| 5 | Pelanggan Baru | 34 | 41 | 28 | 52 | 66 | 39 |
HLOOKUP nyari nilai yang kamu minta di baris pertama range yang kamu blok, terus balikin nilai dari baris ke-n di kolom yang sama. Kamu yang nentuin n-nya.
Bedanya sama VLOOKUP cuma arah. VLOOKUP nyari di kolom paling kiri dan ngambil ke kanan. HLOOKUP nyari di baris paling atas dan ngambil ke bawah.
Dokumentasi resminya ada di halaman HLOOKUP Microsoft.
=HLOOKUP(nilai_dicari; tabel; nomor_baris; [mode_cocok])
| Argumen | Wajib? | Isinya apa |
|---|---|---|
nilai_dicari | Ya | Nilai yang dicari di baris paling atas tabel, misalnya "Mei" |
tabel | Ya | Seluruh tabel, mulai dari baris header (A1:G5) |
nomor_baris | Ya | Baris ke berapa isinya mau diambil. Baris 1 = header |
mode_cocok | Gak, tapi tulis | FALSE = persis sama. TRUE (default) = mendekati |
Argumen keempat itu "opsional" di dokumentasi, tapi praktisnya wajib. Tanpa FALSE, Excel pakai mode approximate dan bakal ngasih hasil ngawur di tabel yang headernya gak urut, kayak nama bulan.
Pemisah argumen di sini titik koma (;), sesuai regional Indonesia. Excel setelan English pakai koma.
Kasusnya: kamu ketik nama bulan di sel B8, dan realisasi omzet bulan itu muncul di B9.
Mei di sel B8.=HLOOKUP(.A1:G5, seluruh tabel termasuk baris header. Kasih titik koma.3 (Realisasi ada di baris ke-3 dari tabel). Kasih titik koma.FALSE, tutup kurung, Enter.=HLOOKUP(B8; A1:G5; 3; FALSE)
Hasil: 55300000
Angka 3 itu posisi baris di dalam tabel yang kamu blok, bukan nomor baris di sheet. Kebetulan di contoh ini sama, soalnya tabelnya mulai dari baris 1. Kalau tabel kamu mulai dari baris 5, hitung ulang dari situ.
| Hal | VLOOKUP | HLOOKUP |
|---|---|---|
| Nyari di mana | Kolom paling kiri | Baris paling atas |
| Ngambil ke mana | Ke kanan | Ke bawah |
| Argumen ketiga | Nomor kolom | Nomor baris |
| Cocok buat | Data memanjang ke bawah | Data melebar ke samping |
| Contoh kasus | Daftar produk, master karyawan | Rekap bulanan, jadwal mingguan |
Selebihnya identik, termasuk kelemahannya. Dua-duanya gak bisa nyari mundur, dan dua-duanya rusak kalau ada baris (atau kolom) disisipin di tengah tabel.
Buat yang bebas arah, pilihannya ada di INDEX MATCH atau XLOOKUP.
Angka 3 yang diketik manual itu titik lemahnya. Nyisipin satu baris metrik baru, dan semua rumus kamu geser jadi salah.
Solusinya: ganti angka tetapnya pakai MATCH.
Kamu ketik nama bulan di B8 dan nama metrik di A9:
=HLOOKUP($B$8; $A$1:$G$5; MATCH($A9; $A$1:$A$5; 0); FALSE)
MATCH nyari teks di kolom A, terus balikin posisi barisnya. Ketik "Realisasi" → dapat 3. Ketik "Transaksi" → dapat 4.
Sekarang kamu bisa copy rumus ini ke bawah buat semua metrik, dan gak ada satu angka pun yang perlu diketik manual. Cara kerja MATCH lengkapnya ada di halaman fungsi MATCH.
Bu Sari mau satu sel yang bisa nunjukin performa bulan mana aja, tinggal ganti nama bulan di dropdown.
Bulan (B8) : Mei
Target (B9) : =HLOOKUP($B$8; $A$1:$G$5; 2; FALSE) → 50.000.000
Realisasi (B10): =HLOOKUP($B$8; $A$1:$G$5; 3; FALSE) → 55.300.000
Selisih (B11): =B10 - B9 → 5.300.000
Pencapaian(B12): =B10 / B9 → 111%
Status (B13): =IF(B10>=B9; "TERCAPAI"; "MELESET") → TERCAPAI
Dari 6 bulan di data ini, cuma 3 yang tembus target: Februari, April, dan Mei. Semester pertama meleset Rp 4,2 juta dari total target Rp 270 juta.
Yang menarik ada di Maret. Realisasinya Rp 41,8 juta, turun dari Februari. Transaksinya cuma 398, paling rendah sepanjang semester. Pelanggan baru cuma 28 orang.
Mei kebalikannya: 66 pelanggan baru, 578 transaksi, omzet tembus Rp 55,3 juta. Kalau kamu cuma lihat angka omzet doang, kamu gak akan tau bahwa lonjakannya datang dari pelanggan baru, bukan dari pelanggan lama yang belanja lebih banyak.
=HLOOKUP(B8; A1:G5; 3) gak error, tapi hasilnya bisa salah. Excel bakal pakai mode approximate dan nganggep baris header udah urut naik. Nama bulan gak urut alfabet, jadi hasilnya ngaco.
Kalau kamu blok A2:G5, baris pencarian jadi baris Target, bukan nama bulan. HLOOKUP bakal nyari "Mei" di deretan angka, dan keluar #N/A.
Nyisipin baris metrik baru di posisi 3, dan semua rumus yang nunjuk baris 3 tiba-tiba nunjuk data yang salah. Gak ada error, cuma angka yang keliru. Pakai MATCH biar aman.
Range A1:G5 tanpa $ bakal geser jadi A2:G6 begitu rumusnya di-copy ke bawah. Kunci pakai $A$1:$G$5.
Sel yang isinya "Mei " (ada spasi di belakang) gak akan cocok sama "Mei". Bersihin dulu pakai TRIM, atau bungkus nilai yang dicari: =HLOOKUP(TRIM(B8); ...).
Gak bisa. HLOOKUP selalu nyari di baris pertama tabel, dan cuma bisa ngambil data dari baris di bawahnya. Kalau data yang kamu butuh ada di atas baris pencarian, pakai INDEX MATCH. Fungsi itu gak peduli arah.
Berarti nomor baris yang kamu minta lebih besar dari jumlah baris di tabel. Misalnya kamu minta baris 7 padahal tabelnya cuma 5 baris. Cek lagi range yang kamu blok.
Bisa, sintaksnya sama persis. Bedanya cuma pemisah argumen: Google Sheets pakai koma, kecuali kamu ubah setelan locale-nya ke Indonesia.
Kalau tabelnya bakal kamu pakai buat analisis lanjutan (pivot table, chart, atau import ke database), iya, susun ulang jadi format panjang (satu baris satu observasi). Tapi buat laporan yang dibaca manusia, format melebar sering lebih enak dilihat, dan HLOOKUP jawabannya.
HLOOKUP nyari di baris atas, ngambil ke bawah. VLOOKUP kebalikannya. Itu satu-satunya beda.
Selalu tulis FALSE di argumen keempat. Ini satu kebiasaan yang nyelamatin kamu dari bug yang gak keliatan.
Dan kalau nomor barisnya sering berubah, ganti pakai MATCH. Rumusnya jadi sedikit lebih panjang, tapi gak akan rusak waktu tabelnya diubah orang lain.
Coba bikin satu sel dropdown bulan di file laporan kamu, terus tarik semua metriknya pakai HLOOKUP. Kalau mau lihat argumen lengkapnya, kulik di halaman fungsi HLOOKUP.
Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis
Latihan interaktif, langsung di browser.
Cara pakai rumus FV dan PV Excel buat hitung nilai uang di masa depan dan sekarang. Lengkap dengan contoh tabungan dan target modal UMKM.
Investasi kelihatan untung di atas kertas, tapi nilai uang berubah tiap tahun. NPV dan IRR Excel bantu kamu nilai apakah proyek beneran layak, bukan cuma kelihatan untung.
Sebelum ambil pinjaman, kamu bisa hitung sendiri cicilan bulanannya pakai satu rumus. Ini cara PMT Excel bekerja, lengkap dengan contoh modal usaha dan jebakan bunga tahunan.