TL;DR
Excel nggak punya fungsi MINUS. Buat ngurangin, kamu pakai operator minus langsung, contohnya =A1-B1. Kalau selnya banyak, gabungin sama SUM jadi =A1-SUM(B1:B20). Perkalian pakai tanda bintang (*), pembagian pakai garis miring (/), dan persen tinggal dikali (misal =A2*(1-20%) buat harga setelah diskon).
Excel nggak punya fungsi bernama MINUS. Rumus pengurangan Excel cukup pakai operator minus (tanda -) langsung di dalam rumus, misalnya =A1-B1.
Jadi kalau kamu nyari fungsi =MINUS() kayak SUM, ya emang nggak ada. Google Sheets punya MINUS, Excel nggak. Tapi tenang, operator minus doang udah cukup buat semua kasus pengurangan.
Pengurangan aku bahas dulu sampai tuntas, termasuk cara ngurangin banyak sel sekaligus pakai SUM. Perkalian, pembagian, sama persen nyusul di bawah biar kamu nggak perlu buka artikel lain.
Ketik tanda sama dengan diikuti sel pertama, tanda minus, lalu sel kedua. Contohnya =A1-B1. Excel bakal ngurangin isi B1 dari A1 terus nampilin hasilnya di sel itu. Semua rumus di Excel selalu diawali tanda =. Kalau nggak, yang kamu ketik cuma dianggap teks biasa.
Misal di kolom A ada modal Rp50.000 dan di kolom B ada biaya Rp15.000. Rumusnya gini:
=A1-B1
Hasilnya 35000. Kamu juga bisa ngurangin angka langsung tanpa sel:
=50000-15000
Dua-duanya valid. Tapi pakai referensi sel kayak A1-B1 lebih enak, soalnya kalau angkanya berubah, hasilnya ikut update otomatis.
Tinggal tambahin tanda minus lagi. Mau ngurangin tiga atau empat sel, polanya sama:
=A1-B1-C1-D1
Kalau A1 itu 100.000 terus dikurangin B1 (20.000), C1 (10.000), sama D1 (5.000). Hasilnya 65.000. Cuma ini ribet kalau selnya banyak, kayak 20 baris pengeluaran. Nah, di situ SUM masuk.
Jumlahin dulu semua sel yang mau dikurangin pakai SUM, baru kurangin dari angka utamanya. Rumusnya =A1-SUM(B1:B20). SUM ngejumlahin sederet sel jadi satu angka, terus angka itu yang dikurangin. Cara ini jauh lebih rapi ketimbang ngetik -B1-B2-B3 satu per satu sampai pegel, apalagi kalau selnya banyak.
Contohnya kas Toko Berkah. Saldo awal 2.000.000 di sel B1, terus ada daftar pengeluaran dari B2 sampai B10. Buat tau sisa kas:
=B1-SUM(B2:B10)
SUM(B2:B10) ngejumlahin semua pengeluaran dulu, baru dikurangin dari saldo awal. Jadi kamu cukup nulis satu rumus, mau pengeluarannya 9 baris atau 90 baris sama aja. Mau tau SUM lebih dalam? Ada di halaman fungsi SUM.
Trik lain: selisih dua kelompok angka. Misal total pemasukan di C2:C10 dan total pengeluaran di D2:D10, laba bersihnya:
=SUM(C2:C10)-SUM(D2:D10)
Kadang kamu mau ngurangin satu nilai tetap dari sederet angka. Misal semua harga di kolom A dipotong ongkos kirim tetap 10.000 yang nilainya ada di sel E1. Kalau rumusnya =A2-E1 terus di-drag ke bawah, E1-nya ikut geser jadi E2, E3, dan hasilnya kacau.
Solusinya kunci selnya pakai tanda dolar:
=A2-$E$1
Tanda $ bikin E1 tetap nunjuk ke sel itu walau rumusnya kamu tarik ke bawah sampai ratusan baris. Ini namanya absolute reference, alias referensi yang dikunci. Baris pertama ngurangin A2, baris kedua ngurangin A3, tapi semuanya tetap minus dari E1 yang sama.
Perkalian pakai tanda bintang (*), pembagian pakai garis miring (/). Bukan tanda x buat kali, bukan : buat bagi, ya. Ini yang paling sering bikin pemula bingung pas pindah dari nulis di kertas ke Excel.
Mau ngitung total belanja? Harga satuan dikali jumlah barang:
=A2*B2
Kalau harga per pcs 3.500 dan beli 24 pcs, hasilnya 84.000. Simpel.
Bagi rata patungan 480.000 buat 6 orang:
=A2/B2
Hasilnya 80.000 per orang. Kalau pembaginya nol atau selnya kosong, Excel bakal munculin error #DIV/0!. Itu normal, artinya kamu lagi bagi sesuatu sama nol.
Persen di Excel itu cuma angka desimal yang diformat. 20% sama aja dengan 0,2. Buat ngitung harga setelah diskon 20% dari 150.000:
=A2*(1-20%)
Hasilnya 120.000. Kalau kamu mau nominal diskonnya doang, tinggal =A2*20%, hasilnya 30.000. Buat kasus persen yang lebih lengkap kayak persentase pertumbuhan, aku bahas terpisah di rumus persentase Excel.
| Operasi | Operator | Contoh rumus | Hasil |
|---|---|---|---|
| Pengurangan | - | =50000-15000 | 35000 |
| Perkalian | * | =3500*24 | 84000 |
| Pembagian | / | =480000/6 | 80000 |
| Persen | % | =150000*20% | 30000 |
Dua kasus ini yang paling sering butuh pengurangan di kerjaan UMKM sehari-hari.
Toko Berkah punya stok awal 500 dus. Minggu ini masuk 200 dus. Terus keluar 120, 90, sama 150 dus dalam tiga hari. Sisa stoknya berapa?
Taruh stok awal di B2 dan barang masuk di B3. Tiga angka keluar ada di C3, C4, C5. Rumus sisa stok:
=B2+B3-SUM(C3:C5)
Stok awal ditambah masuk, dikurangin total keluar. Hasilnya 340 dus. Kalau besok ada barang keluar lagi, tinggal tambahin barisnya dan hasilnya jalan sendiri.
Keripik Juara jual 40 bungkus, harga 25.000 per bungkus. Modal bahan 12.000 plus kemasan 1.500 per bungkus. Berapa labanya?
Pendapatan dulu: =25000*40 hasilnya 1.000.000. Modal total: =(12000+1500)*40 hasilnya 540.000. Labanya:
=B2-B3
Dengan B2 pendapatan dan B3 modal total, hasilnya 460.000. Ini pola dasar laba rugi: pendapatan dikurangin biaya, gitu aja intinya.
Kamu bisa satuin perkalian sama pengurangan dalam satu rumus. Excel ngerjain perkalian dan pembagian duluan, baru pengurangan, persis kayak aturan matematika di sekolah. Jadi buat laba keripik tadi, tanpa sel bantuan:
=25000*40-(12000+1500)*40
Hasilnya tetap 460.000. Bagian (12000+1500) aku kurung biar dijumlah dulu sebelum dikali 40. Kurung ini penting, soalnya kalau nggak dikurung, urutannya berubah dan hasilnya beda. Kalau ragu, pisah aja ke beberapa sel kayak contoh sebelumnya, lebih gampang dicek pas ada yang salah.
Yang pertama, lupa tanda = di depan. Ngetik A1-B1 doang bakal muncul sebagai teks, bukan hasil hitungan. Excel nggak ngitung apa-apa kalau nggak diawali sama dengan.
Kedua, ngira ada fungsi MINUS di Excel terus nyari-nyari. Nggak ada, pakai tanda minus aja.
Ketiga, pakai tanda x atau : buat kali dan bagi. Excel cuma ngerti * dan /. Kalau kamu masih pengin dasar-dasarnya, cek kumpulan rumus dasar Excel.
Keempat, hasil pengurangan tanggal malah jadi tanggal aneh, bukan angka. Itu gara-gara sel diformat sebagai Date. Ganti format selnya ke Number lewat menu format, beres. Detail operator hitung ini juga ada di dokumentasi resmi Microsoft.
Nggak. Excel nggak punya fungsi MINUS kayak Google Sheets. Buat ngurangin, kamu pakai operator minus (-) langsung, contohnya =A1-B1. Hasilnya sama aja kok, malah lebih pendek ketimbang manggil fungsi.
Pakai SUM buat jumlahin sel-selnya dulu, baru dikurangin. Rumusnya =A1-SUM(B1:B20). Cara ini lebih rapi ketimbang ngetik -B1-B2-B3 satu per satu, apalagi kalau baris pengeluarannya banyak.
Error #VALUE! muncul kalau salah satu sel isinya teks, bukan angka. Misal ada spasi atau huruf nyempil di sel. Cek isi selnya, pastiin beneran angka, terus rumusnya bakal jalan normal.
Kali angkanya sama (1 dikurangi persennya). Buat ngurangin 15% dari 200.000, rumusnya =200000*(1-15%), hasilnya 170.000. Kalau mau nominal potongannya doang, pakai =200000*15%.
Pakai sel (=A1-B1) bikin hasil update otomatis pas angka di selnya berubah. Pakai angka langsung (=50000-15000) hasilnya tetap sampai kamu edit rumusnya. Buat data yang sering berubah, mending pakai referensi sel.
Pengurangan, perkalian, pembagian, sama persen ini dipakai di hampir semua hitungan Excel. Kuasai empat ini dulu, sisanya jadi gampang nyusul. Mau lanjut ke rumus dasar lainnya kayak SUM, AVERAGE, sampai IF? Semuanya aku kumpulin di kumpulan rumus dasar Excel.
Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis
Latihan interaktif, langsung di browser.
Investasi kelihatan untung di atas kertas, tapi nilai uang berubah tiap tahun. NPV dan IRR Excel bantu kamu nilai apakah proyek beneran layak, bukan cuma kelihatan untung.
Sebelum ambil pinjaman, kamu bisa hitung sendiri cicilan bulanannya pakai satu rumus. Ini cara PMT Excel bekerja, lengkap dengan contoh modal usaha dan jebakan bunga tahunan.
SWITCH bikin rumus yang nyocokin kode jadi label cukup satu baris, tanpa numpuk IF di dalam IF. Ini cara pakainya lengkap dengan contoh dan trik rentang angka.