Populasi dan Sampel Menurut Para Ahli: Sugiyono, Arikunto, dan Lainnya
Blog/Tips & Trik/Populasi dan Sampel Menurut Para Ahli: Sugiyono, Arikunto, dan Lainnya

Populasi dan Sampel Menurut Para Ahli: Sugiyono, Arikunto, dan Lainnya

BimaBima
·24 Agustus 2025·8 menit baca

Penulis

Bima

Bima

Founder & Data Professional

Bagikan

TL;DR

Populasi adalah keseluruhan objek atau subjek yang punya karakteristik tertentu dan jadi wilayah kesimpulan penelitian. Sampel adalah bagian dari populasi yang diteliti dan dianggap mewakili keseluruhannya. Sugiyono ngedefinisiin populasi sebagai wilayah generalisasi, sementara Arikunto nulisnya lebih ringkas sebagai keseluruhan subjek penelitian, dan dua rumusan ini yang paling sering dikutip di skripsi Indonesia.

Populasi adalah keseluruhan objek atau subjek yang punya karakteristik tertentu dan jadi wilayah kesimpulan penelitian, sedangkan sampel adalah bagian dari populasi itu yang beneran diteliti.

Dua kalimat itu yang dicari dosen pembimbing di bab 3 kamu. Sisanya cuma soal kamu ngutip siapa dan gimana nyambunginnya ke objek penelitianmu.

Di bawah ini definisi dari empat ahli yang paling sering dipakai di skripsi Indonesia, bedanya di mana, plus contoh paragraf yang bisa kamu tiru strukturnya.

Apa itu populasi menurut para ahli?

Definisi yang paling sering dipakai datang dari Sugiyono, yang nulis populasi sebagai wilayah generalisasi. Yang perlu kamu tangkep dari rumusan itu: populasi bukan cuma soal jumlah orang, tapi soal batas wilayah kesimpulan yang kamu tetapkan sendiri sebagai peneliti.

AhliRumusan definisi populasi
SugiyonoWilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek dengan kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari, lalu ditarik kesimpulannya.
ArikuntoKeseluruhan subjek penelitian.
MargonoSeluruh data yang jadi perhatian peneliti dalam ruang lingkup dan waktu yang ditentukan.
NawawiKeseluruhan objek penelitian yang bisa berupa manusia, benda, hewan, tumbuhan, gejala, nilai tes, atau peristiwa.

Perhatiin tiga penekanan yang beda. Sugiyono nekenin batas kesimpulan. Margono nekenin batas ruang dan waktu. Nawawi nekenin kalau populasi nggak harus manusia.

Buat penelitian yang objeknya laporan keuangan atau data penjualan, rumusan Nawawi sama Margono biasanya lebih pas dikutip daripada Arikunto yang nyebut subjek.

Satu hal soal tahun terbit. Buku Sugiyono dan Arikunto punya banyak cetakan dan revisi, jadi tahun yang bener itu tahun buku yang ada di tangan kamu. Salin dari halaman hak cipta, jangan nyontek tahun dari skripsi kakak tingkat.

Apa itu sampel menurut para ahli?

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki populasi. Kata kuncinya ada di karakteristik. Sampel yang jumlahnya cukup tapi karakteristiknya beda dari populasi tetap nggak layak dipakai buat narik kesimpulan.

AhliRumusan definisi sampel
SugiyonoBagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.
ArikuntoSebagian atau wakil dari populasi yang diteliti.
MargonoBagian dari populasi yang diambil sebagai sumber data dan mewakili seluruh populasi.

Kata wakil di rumusan Arikunto itu yang sering kelewat. Perwakilan datang dari cara ngambilnya, bukan dari besarnya angka.

Seratus responden yang diambil acak dari seluruh populasi lebih mewakili daripada tiga ratus responden yang semuanya diambil dari satu kelas. Cara ngambilnya dibahas di teknik sampling penelitian.

Apa bedanya populasi dan sampel?

AspekPopulasiSampel
CakupanSemua anggotaSebagian anggota
Lambang ukuranN (huruf besar)n (huruf kecil)
Nilai yang dihitungParameterStatistik
Lambang rata-rataMux bar
Biaya dan waktuBesarLebih hemat
Tingkat kesalahanNol kalau datanya lengkapAda, dinyatakan sebagai margin error

Baris terakhir yang paling sering diserang penguji. Begitu kamu pakai sampel, kamu wajib nyebut margin error-nya, dan angkanya nggak boleh dikarang.

Gimana cara nulis kutipan populasi dan sampel di bab 3?

  1. Mulai dari definisi umum satu kalimat. Ambil dari satu ahli aja, jangan tiga sekaligus. Tiga kutipan berturut-turut bikin paragrafnya kaku dan kelihatan nyalin.
  2. Langsung sambungin ke objek penelitianmu. Ini bagian yang paling sering kosong. Setelah ngutip Sugiyono, tulis populasi penelitian ini siapa, di mana, dan periodenya kapan.
  3. Sebutin jumlahnya dengan sumber. Contohnya data absensi Agustus 2025 atau data resmi dari BPS. Angka tanpa sumber pasti ditanyain.
  4. Tulis teknik samplingnya beserta alasannya. Dua kalimat cukup.
  5. Tampilkan perhitungan ukuran sampelnya. Tulis rumusnya, masukin angkanya, tunjukin hasilnya. Jangan cuma nulis hasil akhir.

Contoh paragraf yang strukturnya bisa kamu tiru:

Menurut Sugiyono, populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek dengan kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 3 Bantul tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 348 orang, berdasarkan data induk siswa per Agustus 2025.

Dua kalimat, dan semua yang ditanya penguji udah kejawab: definisinya dari siapa, populasinya siapa, jumlahnya berapa, sumbernya apa, periodenya kapan.

Berapa persen populasi yang harus diambil jadi sampel?

Arikunto ngasih patokan praktis yang sering dikutip: kalau subjeknya kurang dari 100, ambil semua sekalian, dan kalau jumlahnya besar, bisa diambil 10 sampai 15 persen atau 20 sampai 25 persen. Patokan ini gampang dipakai, tapi risikonya nggak selalu kelihatan.

Masalahnya, persentase tetap ngasih presisi yang beda-beda tergantung besar populasi.

Ambil populasi 348 siswa tadi. Dengan rumus Krejcie-Morgan pada margin error 5 persen, sampelnya 183 orang. Dengan patokan 25 persen ala Arikunto, sampelnya 87 orang.

Selisihnya 96 responden, atau sampel versi rumus 2,1 kali lebih besar.

Yang jarang dihitung orang: kalau kamu ambil 87 dari 348, margin error kamu naik jadi 9,1 persen. Kesimpulan yang bilang 60 persen siswa puas sebenarnya berada di rentang 51 sampai 69 persen.

Jadi patokan persentase itu bukan salah, tapi kamu wajib tau presisi yang kamu tuker. Kalau kampusmu bebas milih, pakai tabel Krejcie-Morgan dan tulis margin error-nya terang-terangan.

Contoh kasus: populasi dan sampel penelitian UMKM

Aku mau neliti pengaruh pelatihan digital marketing terhadap omzet UMKM binaan satu dinas koperasi. Ini isian bab 3-nya.

KomponenIsi
Populasi420 UMKM binaan yang terdaftar per Agustus 2025
Sumber data populasiDaftar peserta program pendampingan dinas koperasi
Teknik samplingStratified random sampling berdasarkan sektor usaha
Rumus ukuran sampelKrejcie-Morgan, margin error 5 persen
Ukuran sampel201 UMKM
Pembagian strataKuliner 115, kerajinan 57, jasa 29

Kenapa dipecah per sektor? Karena sektor jasa cuma 60 dari 420 UMKM. Kalau diundi tanpa strata, kelompok kecil ini gampang kurang terwakili, dan idenya sama kayak segmentation di analisis data.

Buat ngitung jumlah anggota tiap sektor dari file daftar peserta, cukup pakai COUNTIF di spreadsheet. Nggak usah ngitung manual dan salah dua orang.

Kesalahan umum soal populasi dan sampel

1. Ngutip definisi tapi nggak nyambungin ke objek penelitian. Paragrafnya jadi ensiklopedia, bukan metodologi.

2. Nyalin tahun terbit dari skripsi orang lain. Kalau bukunya beda cetakan, sitasi kamu salah dan penguji gampang ngecek.

3. Nulis populasi tanpa batas waktu. Seluruh pelanggan toko itu bukan populasi yang jelas. Seluruh pelanggan terdaftar per 31 Agustus 2025 baru jelas.

4. Ngambil persentase tanpa tau margin error-nya. Sepuluh persen dari 3.000 itu 300 responden dan lumayan presisi. Sepuluh persen dari 150 itu 15 orang, dan hasilnya nyaris nggak bisa disimpulin.

5. Pakai daftar populasi yang udah basi. Data anggota tahun 2021 dipakai buat penelitian 2025. Banyak nama yang udah nggak aktif, dan kualitas data kamu ambruk sebelum survei dimulai.

FAQ

Definisi populasi menurut Sugiyono itu apa?

Sugiyono ngedefinisiin populasi sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang punya kualitas dan karakteristik tertentu, ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari, lalu ditarik kesimpulannya. Kata kuncinya wilayah generalisasi, artinya populasi itu batas sejauh mana kesimpulanmu boleh berlaku. Pastikan tahun terbit yang kamu tulis sesuai cetakan buku yang kamu pegang, soalnya bukunya punya banyak edisi.

Apa beda populasi target sama populasi terjangkau?

Populasi target itu kelompok besar yang kesimpulanmu pengin berlaku ke situ, misalnya seluruh siswa SMA di satu kabupaten. Populasi terjangkau itu bagian dari populasi target yang beneran bisa kamu akses, misalnya siswa di tiga sekolah yang ngasih izin penelitian. Sampel diambil dari populasi terjangkau, dan keterbatasan ini wajib kamu tulis di bagian keterbatasan penelitian.

Kalau populasinya di bawah 100, sampelnya berapa?

Ambil semuanya. Arikunto bilang subjek di bawah 100 sebaiknya diambil seluruhnya, dan istilahnya sampling jenuh atau sensus. Alasannya praktis: tabel Krejcie-Morgan pun nunjukin populasi 100 butuh 80 sampel, jadi kamu cuma hemat 20 orang tapi kehilangan presisi. Ngambil semua juga bikin kamu bebas dari kewajiban ngitung margin error.

Boleh nggak ngutip lebih dari satu ahli buat satu definisi?

Boleh, tapi jangan ditumpuk berturut-turut tanpa komentar. Cara yang lebih kuat: kutip satu ahli sebagai rumusan utama, lalu satu ahli lain buat nunjukin penekanan yang beda, dan tutup dengan kalimat sintesis versi kamu sendiri. Penguji lebih tertarik lihat kamu ngerti bedanya daripada lihat empat kutipan yang isinya mirip.

Populasi penelitian harus manusia ya?

Nggak harus. Nawawi nyebut populasi bisa berupa manusia, benda, hewan, tumbuhan, gejala, nilai tes, atau peristiwa. Penelitian akuntansi sering pakai laporan keuangan tahunan sebagai populasi, dan penelitian teknik bisa pakai batch produksi. Yang penting batasnya jelas: unit analisisnya apa, jumlahnya berapa, dan periodenya kapan.

Penutup

Dua hal yang bikin bab 3 kamu lolos cepat. Pertama, tiap kutipan definisi harus disusul kalimat yang nyebut populasi penelitianmu secara konkret lengkap sama jumlah dan tanggalnya. Kedua, ukuran sampel ditulis beserta rumus dan margin error-nya, bukan cuma angka jadi.

Buka draft bab 3 kamu sekarang dan cek: ada tanggal batas populasinya nggak? Kalau belum, tambahin sekarang juga.

Lanjut ke tabel Krejcie-Morgan buat nentuin jumlah respondennya, atau ke skala Likert kalau kuesionernya udah mau disusun.

Coba Langsung

Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis

Latihan interaktif, langsung di browser.

Buka NgulikSQL →
Bagikan:
Bima
Ditulis oleh

Bima

Founder & Data Professional

Founder Ngulik Data. Passionate about making data analysis accessible for everyone.

Artikel terkait

Pandas groupby: Agregasi Data ala Pivot di Python (2026)
Tips & Trik
20 Juli 2026•9 menit baca

Pandas groupby: Agregasi Data ala Pivot di Python (2026)

groupby ngelompokin baris berdasarkan kolom, lalu ngitung ringkasan per grup kayak total atau rata-rata. Ini pivot-nya pandas.

BimaBima
Pandas to_excel: Ekspor DataFrame ke Excel (2026)
Tips & Trik
18 Juli 2026•8 menit baca

Pandas to_excel: Ekspor DataFrame ke Excel (2026)

to_excel nyimpen DataFrame pandas jadi file Excel .xlsx. Ini cara pakainya, dari satu sheet sampai banyak sheet, plus setelan yang bikin hasilnya rapi.

BimaBima
Pandas read_excel: Baca File Excel di Python
Tips & Trik
16 Juli 2026•8 menit baca

Pandas read_excel: Baca File Excel di Python

pandas read_excel baca file Excel jadi DataFrame, bisa pilih sheet tertentu dan lompatin baris judul yang berantakan. Ini cara pakai plus parameter penting dengan contoh data toko.

BimaBima
Kembali ke Blog
Ngulik Data logoNgulik Data

Platform edukasi data lengkap untuk professionals Indonesia. Belajar SQL, Data Analysis, dan lebih banyak lagi dengan praktek langsung dan feedback real-time.

© 2026 Ngulik Data. Semua hak dilindungi.

TAUTAN
BantuanHargaDatasetBlogAfiliasi
LEGAL
Syarat & KetentuanKebijakan Privasi
Ngulik Data
DatasetLeaderboardBlogStore