Laporan Penjualan TikTok Shop: Metrik Live dan Video yang Penting
Blog/Tutorial Excel & Sheets/Laporan Penjualan TikTok Shop: Metrik Live dan Video yang Penting

Laporan Penjualan TikTok Shop: Metrik Live dan Video yang Penting

BimaBima
·15 Juli 2025·8 menit baca

Penulis

Bima

Bima

Founder & Data Professional

Bagikan

TL;DR

Laporan penjualan TikTok Shop ditarik dari dua tempat: file export pesanan di Seller Center buat data transaksi, dan halaman analisis buat data live serta video. Angka GMV yang tampil di dashboard adalah nilai pesanan dibuat, jadi retur, pembatalan, komisi platform, dan komisi afiliasi belum dipotong. Metrik yang paling kepakai buat ngambil keputusan adalah GPM, yaitu GMV per seribu tayangan, karena dia bisa bandingin sesi live dan video di satuan yang sama.

Laporan penjualan TikTok Shop ditarik dari dua tempat: file export pesanan di Seller Center, dan halaman analisis buat data live serta video.

Dua sumber itu nggak bisa saling gantiin. File pesanan nyimpen uang, halaman analisis nyimpen tayangan.

Yang paling sering bikin salah baca: angka GMV di dashboard bukan uang yang masuk ke saldomu. Artikel ini nunjukin metrik mana yang beneran kepakai dan gimana nyusun rekapnya.

Data penjualan TikTok Shop diambil dari mana?

Data transaksi diambil dari menu Pesanan di Seller Center, lewat tombol export yang ngasih file Excel berisi satu baris per produk per pesanan. Data tayangan, penonton, dan performa konten ada di halaman analisis atau pusat data, terpisah dari file pesanan. Buat laporan yang utuh, kamu perlu dua-duanya.

SumberIsinyaDipakai buat
Export pesananNomor pesanan, produk, nilai, status, potonganOmzet bersih, produk terlaris, tingkat retur
Analisis liveDurasi, penonton, klik produk, GMV per sesiJam tayang terbaik, kualitas sesi
Analisis videoTayangan, klik produk, GMV per kontenFormat konten yang jualan
Analisis produkTayangan halaman produk, konversiListing yang perlu dibenerin

Nama menunya kadang geser antar versi Seller Center. Patokannya: file uang dari menu Pesanan, file tayangan dari menu analisis.

Kenapa GMV bukan omzetmu?

GMV adalah nilai semua pesanan yang dibuat, sebelum retur, pembatalan, komisi platform, dan komisi afiliasi dipotong. Angka ini berguna buat ngukur daya tarik konten, tapi nggak bisa dipakai buat ngitung untung. Omzet bersih yang masuk saldomu biasanya 15 sampai 25 persen lebih kecil dari GMV.

Omzet bersih = GMV
             - nilai pesanan batal dan retur
             - komisi platform
             - komisi afiliasi
             - subsidi ongkir yang kamu tanggung
             - voucher toko

Kolom terakhir sering dilupain. Diskon live yang kamu kasih di menit-menit ramai itu keluar dari kantongmu, bukan dari kantong platform.

Metrik live mana yang penting?

MetrikArtinyaKenapa kepakai
GPMGMV per seribu tayanganBandingin sesi dengan penonton beda jauh
GMV per jam tayangTotal GMV dibagi durasi liveNentuin jam tayang yang layak diulang
Rata-rata durasi tontonBerapa lama orang bertahanNilai kualitas pembawaan, bukan cuma jumlah penonton
Penonton puncakJumlah tertinggi saat liveNunjukin menit mana yang layak diulang formatnya
Klik produkBerapa kali keranjang dibukaPisahin masalah tayangan dari masalah penawaran
Tingkat konversiPesanan dibagi klik produkCek harga dan listing, bukan konten

Rumus GPM:

GPM = (GMV / jumlah tayangan) x 1.000

Angka ini yang bikin sesi live dan konten video bisa diadu di satuan yang sama. Tanpa GPM, kamu bakal terus nganggep video sejuta tayangan lebih berharga dari live yang penontonnya seratus ribu.

Definisi umum tingkat konversi ada di glosarium conversion rate.

Metrik video mana yang penting?

Buat konten video, tiga angka ini cukup:

  1. GPM per video. Ini yang nentuin format mana yang layak diproduksi lagi.
  2. Rasio klik produk. Klik produk dibagi tayangan. Kalau tayangan tinggi tapi rasio kliknya rendah, masalahnya di penempatan produk, bukan di kontennya.
  3. Umur konten. Berapa hari video masih ngasilin pesanan setelah tanggal unggah. Video yang jualannya tahan seminggu jauh lebih berharga dari video yang habis dalam sehari.

Metrik yang paling sering dikejar tapi paling kecil manfaatnya buat penjualan: jumlah suka. Dia nggak nyambung ke pesanan sama sekali di data toko yang aku olah.

Gimana nyusun rekap mingguannya di spreadsheet?

Bikin tiga sheet. Satu buat pesanan, satu buat sesi live, satu buat ringkasan.

Sheet live isinya satu baris per sesi:

tanggal | jam_mulai | durasi_jam | host | tayangan
 | penonton_puncak | klik_produk | pesanan | gmv | gmv_bersih

Tambahin tiga kolom hitung:

gpm:
=[@gmv] / [@tayangan] * 1000

gmv_per_jam:
=[@gmv] / [@durasi_jam]

konversi:
=[@pesanan] / [@klik_produk]

Sheet ringkasan narik angkanya pakai SUMIFS per minggu:

=SUMIFS(tbl_live[gmv_bersih], tbl_live[minggu], A2)
=COUNTIFS(tbl_live[minggu], A2)

Penjelasan argumennya ada di halaman fungsi SUMIFS dan COUNTIFS. Buat rekap yang sifatnya eksplorasi, pivot table lebih cepat, caranya ada di panduan pivot table Excel.

Contoh kasus: toko_berkah di TikTok Shop, Juni 2025

Aku pakai dataset toko_berkah, toko perlengkapan rumah tangga dari Bekasi. Data Juni 2025: 22 sesi live, total 61 jam tayang.

Sumber pesananGMVTayanganGPM
LiveRp 96.400.0001.842.000Rp 52.300
VideoRp 38.700.0003.410.000Rp 11.300
Etalase dan pencarianRp 21.200.000--
Total GMVRp 156.300.000

Video dapet tayangan hampir dua kali lipat live, tapi GMV-nya cuma 40 persen dari live.

Diukur pakai GPM, satu tayangan live nilainya 4,6 kali lipat satu tayangan video. Ini angka yang langsung ngubah cara toko itu bagi waktu produksi konten.

Dari GMV ke uang yang masuk:

KomponenNilai% dari GMV
GMVRp 156.300.000100%
Batal dan returRp 17.800.00011,4%
Komisi platform dan afiliasiRp 14.900.0009,5%
Omzet bersihRp 123.600.00079,1%

Satu dari lima rupiah GMV nggak pernah nyampe ke saldo. Kalau kamu bikin target berdasarkan GMV, targetmu kelebihan 26 persen sejak hari pertama.

Temuan soal jam tayang

Rata-rata GMV per jam tayang bulan itu Rp 1.580.000. Tapi angka rata-rata nutupin polanya:

Slot jamSesiGMV per jam
19.00 sampai 22.009Rp 2.140.000
12.00 sampai 15.008Rp 890.000
Slot lain5Rp 1.460.000

Sesi malam ngasilin 2,4 kali lipat per jam dibanding sesi siang, dengan tenaga host yang sama.

Tindak lanjutnya konkret. Toko ini mindahin tiga sesi siang ke malam bulan berikutnya, tanpa nambah jam tayang total. Yang berubah cuma jadwalnya.

Kesalahan umum bikin laporan TikTok Shop

1. Bikin target dari GMV. Angka yang kamu belanjain buat gaji dan stok itu omzet bersih. Selisih 21 persen di contoh tadi bukan angka kecil.

2. Bandingin live dan video pakai GMV mentah. Jumlah tayangannya beda jauh, jadi perbandingannya nggak adil. Pakai GPM.

3. Ngukur live dari jumlah penonton. Penonton banyak tapi durasi tonton pendek biasanya nggak jadi pesanan. Rata-rata durasi tonton lebih nyambung ke penjualan.

4. Nggak nyatet komisi afiliasi per pesanan. Kalau kreator bantu jualan, komisinya beda-beda per produk. Rekap yang nyamain semua bikin margin produk tertentu kelihatan lebih bagus dari aslinya.

5. Rekap harian. Satu sesi live yang ramai bikin angka sehari melonjak dan kamu salah baca tren. Mingguan lebih stabil.

6. Nyampur ongkir pembeli ke omzet. Itu uang jasa kirim. Yang justru harus masuk sebagai biaya adalah subsidi ongkir yang kamu tanggung sendiri.

FAQ

GMV di TikTok Shop itu sama dengan omzet bukan?

Nggak sama. GMV adalah nilai semua pesanan yang dibuat, termasuk yang nantinya batal atau diretur, dan belum dipotong komisi platform maupun komisi afiliasi. Omzet yang beneran masuk ke saldomu selalu lebih kecil. Di banyak toko, selisihnya ada di kisaran 15 sampai 25 persen. Pakai GMV buat ngukur daya tarik konten, dan omzet bersih buat ngukur kesehatan usaha.

Apa itu GPM dan kenapa penting?

GPM adalah GMV per seribu tayangan. Rumusnya GMV dibagi jumlah tayangan lalu dikali seribu. Angka ini penting karena bikin sesi live dan konten video bisa dibandingin dalam satuan yang sama, walaupun jumlah penontonnya beda jauh. Tanpa GPM, kamu bakal ngira video sejuta tayangan lebih berharga dari live yang penontonnya seratus ribu, padahal belum tentu.

Berapa lama sekali sebaiknya bikin laporan TikTok Shop?

Mingguan buat operasional, bulanan buat keputusan besar. Harian kebanyakan noise, karena satu sesi live yang ramai bisa bikin angka sehari melonjak dan bikin kamu salah baca tren. Rekap mingguan cukup halus buat nangkep pola jam tayang dan produk, tapi nggak bikin kamu panik tiap hari. Sisipin perbandingan bulanan buat lihat arah jangka panjangnya.

Kenapa GMV live tinggi tapi untungnya tipis?

Biasanya karena kombinasi tiga hal: diskon live yang dalam, tingkat retur yang tinggi, dan komisi afiliasi buat kreator yang bantu jualan. Ketiganya nggak keliatan di angka GMV. Hitung ulang tiap sesi live pakai omzet bersih setelah semua potongan, lalu bagi dengan jam tayang. Angka itu yang bakal ngasih tau sesi mana yang beneran layak diulang.

Perlu ngitung ongkos kirim ke dalam laporan penjualan?

Ongkos kirim yang dibayar pembeli jangan dimasukin ke omzet, karena itu uang jasa kirim yang cuma numpang lewat. Tapi subsidi ongkir yang kamu tanggung sendiri harus masuk sebagai biaya. Dua hal ini sering ketuker. Kalau kamu masukin ongkir pembeli sebagai pendapatan dan lupa nyatet subsidimu, margin di laporanmu bakal kelihatan lebih sehat dari kenyataan.

Penutup

Tiga angka yang layak kamu pantau tiap minggu:

  • Omzet bersih, bukan GMV. Di toko_berkah, yang nyampe saldo cuma 79,1 persen.
  • GPM per sesi live dan per video. Selisih 4,6 kali lipat tadi yang nentuin ke mana waktu produksi dialihin.
  • GMV per jam tayang, dipecah per slot jam. Sesi malam ngasilin 2,4 kali lipat sesi siang.

Ambil data 4 sesi live terakhir kamu, hitung GPM masing-masing, lalu urutkan. Sesi paling bawah dan paling atas biasanya beda di satu hal yang gampang ditiru.

Kalau tokomu juga jualan di marketplace lain, gabungin rekapnya pakai kerangka di artikel laporan penjualan Shopee. Buat penjelasan resmi argumen SUMIFS, cek dokumentasi Microsoft.

Coba Langsung

Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis

Latihan interaktif, langsung di browser.

Buka NgulikSQL →
Bagikan:
Bima
Ditulis oleh

Bima

Founder & Data Professional

Founder Ngulik Data. Passionate about making data analysis accessible for everyone.

Artikel terkait

INDEX MATCH Google Sheets: Lookup Lebih Fleksibel dari VLOOKUP (2026)
Tutorial Excel & Sheets
19 Juli 2026•9 menit baca

INDEX MATCH Google Sheets: Lookup Lebih Fleksibel dari VLOOKUP (2026)

INDEX MATCH gabung dua fungsi buat lookup yang bisa nyari ke kiri dan nggak gampang rusak. Ini alasan banyak analis pindah dari VLOOKUP.

BimaBima
SUMPRODUCT Google Sheets: Hitung Berbobot Tanpa Ribet (2026)
Tutorial Excel & Sheets
18 Juli 2026•8 menit baca

SUMPRODUCT Google Sheets: Hitung Berbobot Tanpa Ribet (2026)

SUMPRODUCT ngaliin dua kolom atau lebih baris per baris, terus jumlahin hasilnya. Cocok buat total qty kali harga sampai hitungan bersyarat.

BimaBima
REGEXMATCH Google Sheets: Cek Kecocokan Pola Teks (2026)
Tutorial Excel & Sheets
17 Juli 2026•8 menit baca

REGEXMATCH Google Sheets: Cek Kecocokan Pola Teks (2026)

REGEXMATCH ngecek apakah teks cocok sama pola tertentu dan balikin TRUE atau FALSE. Cocok buat validasi nomor HP, email, sampai filter data berantakan.

BimaBima
Kembali ke Blog
Ngulik Data logoNgulik Data

Platform edukasi data lengkap untuk professionals Indonesia. Belajar SQL, Data Analysis, dan lebih banyak lagi dengan praktek langsung dan feedback real-time.

© 2026 Ngulik Data. Semua hak dilindungi.

TAUTAN
BantuanHargaDatasetBlogAfiliasi
LEGAL
Syarat & KetentuanKebijakan Privasi
Ngulik Data
DatasetLeaderboardBlogStore